Membangun Departemen Teknologi
Friday, November 12th, 2004
oleh : pengasuh1
Di mana saya bisa mendapatkan informasi jika ingin membangun sebuah departemen TI/EDP di sebuah perusahaan, mengingat di tempat saya bekerja belum ada dept. yang menangani permasalahan TI. Selama ini hanya ditangani secara personal.
Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk dept tersebut di dalam sebuah organisasi perusahaan?
Jawaban
Menjawab pertanyaan Bapak Dave, sejatinya tidak ada suatu rumusan yang baku untuk membangun suatu departemen TI di dalam perusahaan. Walaupun ada begitu banyak referensi ilmiah tentang bisnis proses departemen TI, baik artikel maupun tulisan ilmiah dari banyak konsultan dan lembaga penelitian, namun hingga saat ini tidak ada suatu landasan yang pasti dan standar untuk suatu departemen TI.
TI sebagai fungsi bantuan. Hal yang pertama yang perlu di mengerti oleh perusahaan maupun pebisnis adalah TI merupakan fungsi bantuan bagi bisnis untuk bergulir lebih baik belum tentu menjadi lebih cepat. Dengan demikian ekspektasi yang dibangun dalam mempersiapkan suatu departemen TI lebih terarah dan tidak berlebihan.
Sebab bila salah dalam ekspektasi maka yang terjadi adalah bisa menjadi overkill investment atau bisa juga menjadi under valued investment. Bila demikian halnya, maka departemen TI akan menjadi beban yang tidak perlu bagi perusahaan dan tentunya para pegawai di dalamnya akan menjadi lebih tersiksa. Tentunya kinerjapun menurun yang pada akhirnya akan berakibat kepada penurunan kinerja bisnis juga.
Mengerti Kebutuhan Bisnis terlebih dahulu. Pada kebanyakan perusahaan, membangun departemen TI lebih berorientasi kepada memberikan bantuan teknis terhadap PC para pengguna dan mengawasi jaringan local. Akibatnya Departemen TI tidak lebih daripada sebuah toko computer ataupun pusat reparasi dan servis. Hal ini bukanlah tujuan dari departemen TI. Bila demikian halnya, akan lebih baik bila perusahaan cukup melakukan kontrak maintenance dengan sebuah toko ataupun pusat servis dan reparasi computer.
Lebih jauhnya sebuah departemen TI adalah konsultan internal bagi perusahaan untuk melakukan otomatisasi proses bisnis yang sudah baku untuk mengurangi beban headcount dan mengefisiensikan proses berjalan tersebut. Akan halnya demikian, maka departemen TI bukan saja memberikan bantuan teknis terhadap PC pengguna ataupun jaringan local namun lebih daripada itu departemen TI akan melakukan analisa-analisa dan memberikan solusi-solusi kepada perusahaan dalam membangun dan mengoperasikan bisnis secara lebih efisien.
Untuk itu perusahaan perlu sekali mengenal besaran dan volume dari bisnis maupun prosesnya. Dalam hal ini belum tentu proses yang besar secara volume sudah pasti butuh departemen TI, contohnya usaha dagang grosir pasar buah tradisional. Namun sebuah sekuritas dengan jumlah orang yang lebih sedikit dari usaha grosir tersebut sudah pasti membutuhkan TI. Intinya adalah kenalilah proses, pola dan besaran dari bisnis yang dijalani. Setelah itu kita akan dapat melihat seberapa besar kebutuhan TI dan barulah bisa ditentukan apakah departemen TI dibutuhkan atau tidak.
Konsultasi dengan ahlinya dan buatlah perencanaan. Setelah pebisnis mulai merasakan kebutuhan TI dalam proses bisnisnya, sangat disarankan agar melakukan konsultasi dengan perusahaan-perusahaan konsultan yang berpengalaman dalam hal ini. Jangan pernah membangun sebuah departemen TI tanpa perencanaan yang matang, karena hanya akan berakibat kepada kerugian. Jadi mulailah dengan perencanaan dan konsultasikan dengan ahlinya.
Semoga penjelasan singkat ini akan memberikan banyak manfaat dan gambaran yang komprehensif.