Rencana OCBC Menambah Saham di NISP Disetujui
Dengan persetujuan para pemegang saham tersebut, transaksi ini akan dilanjutkan dengan meminta persetujuan pihak-pihak yang berwenang di Indonesia, termasuk dari Bank Indonesia. “Kami gembira dapat membawa hubungan strategis kami ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan kerjasama ini kami berharap dapat memberikan lebih banyak dukungan dalam segala hal, termasuk membagi pengalaman di segmen consumer dan usaha kecil dan menengah,” ujar CEO OCBC Bank David Conner.
Dengan pembelian saham tambahan sebesar 28,5%, OCBC Bank melalui OOI akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan total kepemilikan sebesar 51% atau sebanyak 2.108.329.505 saham, sedangkan sisanya sebesar 49% dimiliki oleh publik. Sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, OOI juga diwajibkan melakukan penawaran tender terhadap sisa saham-saham NISP yang tidak dimilikinya.
Harga pembelian untuk transaksi tersebut didasarkan pada perhitungan 2,5 kali Net Tangible Asset (NTA) NISP pada saat terakhir sebelum transaksi nanti dilaksanakan. Harga tersebut sama dengan saat pertama kali OCBC membeli 22,5% saham bank ini dengan dasar perhitungan 2,5 kali NTA yang telah diaudit tertanggal 31 Desember 2003. Seluruh proses masuknya OCBC sebagai pemegang saham mayoritas di NISP ini, diharapkan dapat selesai pada kuartal pertama tahun 2005.
Presdir NISP Pramukti Surjaudaja mengatakan, masuknya OCBC Bank sebagai pemegang saham mayoritas NISP akan semakin memperkuat posisi kami alam menghadapi kebijakan otoritas moneter seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API), Basel 2 dan globalisasi serta mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk berkembang di Indonesia. “Hal ini juga akan memberi nilai tambah yang sangat tinggi kepada para nasabah, karyawan, investor dan stakeholders lainnya. Disamping itu, NISP juga menjadi lebih terjamin karena kepemilikan utamanya berada pada salah satu bank terbesar dan terkuat di Asia.” ungkap Pramukti
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.