Monthly Archives: January 2006
Transaksi Visa Indonesia pada Musim Libur Naik 13%
Di Indonsia sendiri jumlah total transaksi Visa yang dilakukan konsumen selama musin libur tersebut tercatat US$ 370 juta atau 13% …More»
Garudafood Perkuat Posisi di Bisnis Snack
Tidak tanggung-tanggung, snack Leo langsung membidik 10% pangsa pasar makanan ringan di tahun 2008. Tak peduli pasar snack nasional kadung …More»
TNT Kuasai 35% Pasar Layanan Kiriman Ekspres di Jateng
“Dengan penguasaan 35% pasar layanan kiriman ekspres di Jawa Tengah terutama dari Yogya dan Solo, TNT akan terus menghadirkan layanan …More»
Laba Bersih Microsoft Kuartal IV 2005 US$ 3,65 miliar
Chris Liddell, Chief Financial Officer Microsoft, juga menyebutkan bahwa laba operasional untuk kuartal yang sama mencapai US$4,66 miliar, turun 2% …More»
Microsoft Garap Bisnis Peranti Keras
Menurut Presdir PT Microsoft Indonesia, Tony Chen, pengembangan fokus bisnis ke peranti keras itu sejalan dengan strategi Microsoft untuk lebih …More»
Mobile-8 Hadirkan Fren 1.388
Kemudahan ini berlaku bagi 1,3 juta pelanggan Fren yang tersebar di Pulau Jawa dari mulai 27 Januari sampai 31 Maret …More»
Selama 2005, General Motors Rugi US$ 8,6 Miliar
“Selama tahun itu, ada dua kelemahan mendasar pada operasi di Amerika Utara, yaitu peningkatan biaya operasi dan ketidakmampuan untuk menyesuaikan …More»
Siapa Bilang Bisnis Komoditas Tak Perlu Canggih
Agar tetap bertahan, dan berbeda dari pesaing, perubahan radikal dalam cara berbisnis tak perlu ditakutkan. National Gypsum membuktikannya, dengan membangun dan mengoptimalkan jaringan ekstranetnya.
Senjata Bersaing si Jagoan Travel
Kendati posisi sebagai salah satu pemain besar di bisnis wisata & perjalanan nasional masih digenggam, Smailing Tour tak puas hati. Ia terus mengembangkan diri dengan mengandalkan keunggulan TI.
Rizal Diansyah
Rizal Diansyah tampaknya ditakdirkan akrab dengan dunia pendidikan. Saat bekerja di PT IBM Indonesia, ia menjadi pelatih profesional dan dosen tamu di almamaternya, Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung. Setelah malang-melintang di berbagai ranah industri — kantor akuntansi KPMG, industri perminyakan, IBM Indonesia — ia pun kembali ke dunia pendidikan. “Saya memang lebih cocok berkarier di sebuah lembaga pendidikan yang mengelola orang atau konsultan atau tenaga pengajar,†ungkap ayah dua putra kelahiran Jakarta, 21 Desember 1970 ini. Kesimpulan ini diakuinya berdasarkan tes sebuah lembaga head hunter kepadanya sebanyak empat kali.