Monthly Archives: April 2006
Samsung Fokus Garap Segmen Menengah Atas
Dari 40 produk yang diluncurkan, mayoritas produk berupa TV, antara lain, TV LCD, TV Plasma, TV SlimFit. Sedangkan untuk produk …More»
Reksa Dana ProtekPlus II dari Fortis
“Tingginya permintaan dari para investor terhadap Fortis ProtekPlus I mendorong kami meluncurkan Fortis ProtekPlus II,†kata Presdir, Eko P Pratomo. …More»
XL Business Solutions Gelar Program Experience & Learning
Forum Experience dan Learning ini diselenggarakan sebagai wadah untuk saling berbagi informasi mengenai layanan yang disediakan XL Business Solutions serta …More»
DHL Raih Anugerah Call Center Award 2006
Call Center DHL adalah salah satu call center pertama yang didirikan di Indonesia, dan telah beroperasi sejak 1983. Call Center …More»
Kolaborasi BMC Software, Fujitsu Limited, HP dan IBM
Secara bersama-sama, perusahaan ini akan mengembangkan spesifikasi industri yang terbuka untuk berbagi informasi antara Configuration Management Database (CMDB) dan gudang …More»
Triwulan I 2006, Laba Google Naik 60%
Pada periode tersebut, pendapatan bersih Google naik menjadi US$592,3 juta, atau US$1,95 per saham, dari US$369,2 juta, atau US$1,29, setahun …More»
Nortel Berikan Penghargaan kepada Channel Partners di Asia Pasifik
Dibentuk tahun 2002, Nortel nPower Channel Partner Program merupakan program strategis tingkat regional yang didesain untuk membekali para channel partner …More»
Alwas K. Yarman
Keberhasilan Divisi Wealth Management BNI yang mampu bertumbuh 200% lebih setiap tahun tak lepas dari andil Alwas K. Yarman, Asisten VP Divisi Wealth Mangement BNI Tbk. Pasalnya, kelahiran Jakarta, 22 Oktober 1968 ini tercatat sebagai salah seorang yang ikut menggawangi dan men-set up bisnis yang tadinya hanya unit private banking menjadi sebuah divisi pada 2004.
Ina Rizqie Amalia
Bagi Ina Rizqie Amalia, ada kebahagiaan tersendiri jika ia terjun membangun bisnis sendiri. “Saya bisa menolong orang lain,†kata kelahiran Bali, 16 September 1973 ini. Untuk bekal pengalaman, ia memilih terjun dulu sebagai profesional. Eksekutif Pemasaran di Hotel Atlet Century, Jakarta merupakan langkah awalnya (1997). Manajer Ritel Charles Jourdan di Indonesia (1999) menjadi tempaan berikutnya. Seiring dengan prestasinya, ia pun diberi tanggung jawab mengelola merek Celine dan Loewe. “Saya banyak belajar tentang bisnis ritel fashion,†ungkap lulusan bisnis bidang studi pariwisata dan hotel dari Griffith University, Australia ini
Sendy Yusuf
Tak mendapat restu suami, tidak menghalangi keinginan Sendy Yusuf untuk mengaktulisasikan diri. Dunia usaha menjadi pilihan ibu satu putri ini untuk berkiprah. “Waktunya lebih fleksibel ketimbang profesional yang terikat jam kerja,†ungkapnya. Untuk mengurangi risiko dan berbagi tugas, ia menggandeng teman-temannya. Alhasil, sehari-hari ia sibuk mengelola salon dan spa My Choice, bisnis restoran keluarga Gudeg Kranggan, event organizer, dan media periklanan yang dirintis sang suami, aktor senior Dede Yusuf, di bawah bendera PT Generasi Cipta Artha Media. Ia juga masih punya waktu untuk bergabung dengan Indo-PR.