Robotics Studio Diluncurkan di Bali
Microsoft Robotics Studio dibangun di atas suatu lingkungan runtime yang memfasilitasi pengembangan robot dengan memberikan lingkungan fault-tolerant untuk eksekusi aplikasi dalam suatu sistem terdistribusi. Arsitektur dari aplikasi berbasis Robotics Studio didukung oleh sekumpulan services yang diberikan oleh DSS (Desentrealized System Service). Interaksi antara robot node dengan DSS difasilitasi oleh suatu mekanisme transport berbasis messaging.
“Aplikasi berbasis Robotics Studio tidak hanya mengirim message sederhana untuk berkomunikasi dengan sistem eksternal, tetapi jauh lebih terstruktur karena memiliki mekanisme yang menjamin reliability dan parallelism dalam interaksi messaging antara aplikasi dan robot,” ujar Zeddy Iskandar, Academics Developer Evangelist PT Microsoft Indonesia.
Ia menambahkan, Robotics Studio dilengkapi dengan WSAP (Web Service Application Protocol), memungkinkan robot dikontrol melalui aplikasi Web Services (SOAP) dalam jaringan Bluetooth. Dengan WSAP, pengembang dapat merancang robot yang dikontrol melalui any device, mulai dari PC sampai mobile device seperti Pocket PC.
Saat ini sudah banyak Universitas di AS yang menggunakan Microsoft Robotics Studio, baik untuk riset maupun dalam kurikulum seperti human computer interaction. Beberapa di antaranya, Carnegic Melon, Cornell, Georgia Technology, MIT dan Stanford. Di dalam negeri, komunitas pengembang robot di Universitas Indonesia sudah mengembangkan banyak robot.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.