Monthly Archives: November 2006
Check-in Tanpa Tiket? Nggak Masalah!
Beberapa maskapai penerbangan yang beroperasi di Tanah Air mulai menerapkan sistem e-ticketing, dengan harapan bisa menekan biaya operasional. Lantas, apa keuntungannya buat konsumen?
Lusyana Muljono
“Kerja itu harus dengan hati dan jangan gampang menyerah,†ujar Lusyana Muljono yang akrab dipanggil Lusy. Tampaknya, prinsip inilah yang mengantarkan kelahiran Surabaya, 27 Juli 1969 itu hingga dipercaya pemilik dan pendiri Global Putra International Group memimpin divisi nontranspor. Mantan Manajer Country Computer Associates ini sekarang mengelola PT Universal Permata International, PT Universal, PT Mandiri, PT Global Sarana Logistik dan PT Global Business Center (GBC). Ia menempatkan perusahaan tersebut sebagaimana perusahaannya sendiri. “Saya lebih suka ngomong tentang GBC karena ada haru dan bangganya,†kata Lusy. Alasannya, ia membangun bisnis ini dari nol.
Gerry Cendra
Sepanjang kariernya di bidang penjualan dan pemasaran, ayah dua putra kelahiran Pematang Siantar, 13 Juli 1969 ini telah menorehkan beberapa prestasi. Di antaranya, saat bergabung dengan PT CSSL, PMA asal Hong Kong, ia mampu menjual produk teknologi informasi Sycon Case Tool, tertinggi dibanding kompetitornya. Sekarang, ia juga mampu mengantarkan PT iForte Solusi Asia sebagai top kontributor penjualan untuk produk Microsoft Dynamics di Indonesia. Karena mampu mencapai target penjualan tertentu, iForte berhak mendapat plakat dan menjadi anggota President Club Microsft Dynamics dunia. iForte merupakan perusahaan pertama dari Indonesia yang mencapai prestasi ini.
Andreas Setiawan Santosa
Dalam berkarier, lajang kelahiran Kudus, 22 Juni 1979 ini memilih tidak menjadi spesialis. Tujuannya, agar bisa belajar banyak sebagai bekal untuk menjadi pemimpin kelak. S-1 lulusan Teknik Sipil Universitas Parahyangan dan master akuntansi dari Universitas Indonesia ini tertarik mengawali karier di bidang pemasaran. Andreas pernah menjadi Asisten Manajer Merek PT Djarum dan Manajer Merek Divisi Permen PT Ultra Prima Abadi. “Terjun bekerja di bidang pemasaran itu seperti menghadapi perang. Kompetitornya banyak, dan kami dituntut berpikir terus melakukan sesuatu untuk merebut pasar. Ini menarik bagi saya,†ungkapnya.