Monthly Archives: July 2007

Dyah Ayu Mantili

Di usianya yang masih belia, Dyah Ayu Mantili mampu mendapat kepercayaan untuk mengelola cabang Oriflame terbesar di Asia. Sebagai Manajer Penjualan Area Oriflame cabang Bulungan, Jakarta Selatan, ia memang tak hanya menangani cabang itu, tapi juga membawahkan area lainnya, bahkan sampai ke luar kota. “Kami dibilang paling besar karena coverage-nya juga besar sekali,” ungkap kelahiran Jakarta 6 Oktober 1977 ini. Di cabang Bulungan, Tili – sapaan akrab lajang berperawakan mungil ini – membawahkan 45 staf, dua manajer key account, dua supervisor, serta mengelola sekitar 14.000 sales force Oriflame.

Posted in Updates | Leave a comment

Agus Sjarifuddin

Sebagai salah seorang dari generasi kedua PT Kenari Djaja Prima (KD), yang juga Direktur Pengelola, Agus Sjarifuddin punya visi mengembalikan kejayaan KD sebagai king of key, sesuai dengan slogan perusahaan. “Dulu, pemain sedikit, sekarang banyak kue yang diambil oleh kompetitor. Saya ingin mengembalikan kuenya ke Kenari Djaja zaman dulu,” tandasnya. Sebelum krisis, KD menguasai 70% pasar kunci di dalam negeri. Pascakrisis, daya beli masyarakat menurun. “Ditambah lagi dengan membanjirnya produk Cina ke Indonesia, pangsa pasar yang tersisa sekitar 50% saja,” ujar Agus.

Posted in Updates | Leave a comment

David Michum

“Tidak ada perempuan yang tidak cantik, yang ada hanyalah perempuan yang malas mempercantik diri. Itulah kesadaran yang ingin dibangun Lux bagi perempuan Indonesia,” ujar David Michum. Sebagai Manajer Merek Senior Lux, David mengemban tugas untuk menggeber penjualan Lux. Berbagai trik pun dibesutnya, antara lain lewat film pendek yang dimainkan empat bintang Lux (Tamara Blezynski, Dian Sastrowardoyo, Luna Maya, dan Mariana Renatha); dan Plays with Beauty. Dengan sisi emosional yang dibangun itu, diakuinya, Lux berhasil memberi kontribusi pertumbuhan penjualan sekitar 20%.

Posted in Updates | Leave a comment

Yeany Christanto Dahlan

Merentas karier sebagai Direktur Group Account Lowe Advertising tak menyurutkan impian Yeany menggeluti bidang mode dan fashion. Ketika hasrat tak terbendung, lahirlah Vintage Couture di bilangan Jakarta Selatan. Sesuai dengan nama yang diusung, konsep butik ini hanya menjual baju dan aksesori yang dibuat puluhan tahun silam tapi kondisinya masih bagus. “Saya ingin menggebrak dunia fashion Indonesia dengan sesuatu yang berbeda. Buat apa membuat butik yang sama dengan orang lain,” ungkap kelahiran 9 Maret 1973 yang memiliki nama lengkap Yeany Christanto Dahlan ini.

Posted in Updates | Leave a comment

Bos Baru, Tantangan Baru

Sosok Jonny bukan orang baru buat Indosat. Bahkan, sepanjang kariernya ia habiskan bersama Indosat dengan jabatan terakhir Jabotabek dan Direktur …More»

Posted in Updates | Leave a comment

Ikon Baru Urban Culture

Tak hanya Tara yang kesengsem 707, Sofie Pulungan pun menjadikan 707 sebagai tempat mencari produk fashion kesukaannya. “Kalau di outlet …More»

Posted in Updates | Leave a comment

Toshiba Agresif Berinovasi untuk Kuasai Pasar

Salah satu merek notebook yang giat melakukan strategi inovasi adalah Toshiba. Konsekuensi sebagai pemimpin pasar, dan produk yang tergolong premium …More»

Posted in Updates | Leave a comment

Mengutip Fulus dari Jasa Transaction Gateway

Menggiurkannya bisnis transaction gateway tersebut, boleh jadi, membuat BCA tak hendak bergabung dalam jaringan ATM Bersama yang dikembangkan PT Artajasa …More»

Posted in Updates | Leave a comment

Korindo Bertaruh di Bisnis Mobil Komersial

Grup Korindo adalah anak usaha Donghwa Enterprise Ltd. Co. asal Korea Selatan. Di negeri asalnya, perusahaan ini berawal dari bisnis …More»

Posted in Updates | Leave a comment

Penjualan MAP Naik 12%

MAP juga telah meluncurkan empat konsep toko baru belum lama ini: Seibu di Grand Indonseia (9 Mei 2007); Burger King …More»

Posted in Updates | Leave a comment
Page : 7 of 11 1 ... 3 4 5 6 7 8 9 10 11