XL 3G Jangkau 20 Propinsi dan 30 Negara
“Pelanggan XL dapat tetap menggunakan XL 3G baik untuk keperluan akes internet maupun video call saat berada di luar negeri. Kami telah menjalin kemitraan dengan 46 operator di 30 negara di Australia, Asia Pasific, Eropa dan Amerika. Layanan ini akan membuat pelanggan XL dapat tetap terhubung dimanapun mereka,” ujar Dian Siswarini, Direktur Network PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL).
Kemitraan dengan operator tersebut, selain memberikan manfaat bagi pelanggan XL yang berada di luar negeri, juga pelanggan XL yang berada di Indonesia. Para pelanggan XL tersebut dapat melakukan video call dengan kerabat atau relasi di negara-negara dimana operator di negara tersebut telah bekerja sama dengan XL. Terdapat 4 mitra operator masing-masing di Australia dan Taiwan, 3 operator di Belgia, 2 operator masing-masing di Prancis, Korea, Malaysia, Saudi Arabia, Singapur, Belanda dan Prancis. Juga 4 operator masing-masing di Hong Kong dan Taiwan, 1 operator masing-masing di Jerman, Italia, Israel, Jepang, Kuwait, Selandia Baru, Pilipina, Polandia, Portugal, Qatar, Slovenia, Spanyol, Sri Lanka, Swis, UAE, Inggris, Macau, Iceland, Hungaria dan Amerika.
Jelajah internasional dengan XL 3G merupakan salah satu dari layanan XL berbasis 3G yang mendukung komitmen XL untuk menghadirkan XL 3G berjangkauan luas. Sementara cakupan XL 3G secara nasional telah ada di 20 provinsi di Pulau Jawa (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogya dan Jawa Timur), Sumatera (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Bangka Belitung, Lampung), Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan (Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur) dan Sulawesi (Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah). Area cakupan tersebut tidak hanya di kota besar tetapi juga dibeberapa kota kecil. Selain XL 3G, XL juga telah melengkapi teknologi HSDPA di beberapa kota besar yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bali dan Lombok. Sehingga pelanggan XL di area tersebut dapat menikmati teknologi generasi 3,5 HSDPA yang mampu memberikan kecepatan akses hingga 3,6 Mbps.
Diklaim Dian, saat ini XL 3G telah diperkuat dengan lebih dari 1300 node B yang sudah dilengkapi dengan teknologi HSDPA. Jumlah pengguna XL 3G hingga akhir Desember 2007 tercatat lebih dari 1 juta pelanggan, meliputi pengguna video call, data 3G dan pengunjung portal WAP XL 3G. “XL tidak memberlakukan registrasi dan mewajibkan penggantian kartu untuk dapat menggunakan aplikasi atau layanan XL 3G. Yang terpenting mereka adalah pelanggan bebas, jempol dan Xplor, menggunakan ponsel 3G dan berada di jangkauan XL 3G maka dapat menggunakan XL 3G,” kata Dian.
Menurut Dian, dari sisi trafik, video call tenyata memiliki tingkat trafik tinggi. Hal ini terjadi disebabkan kecendrungan pelanggan yang baru memiliki ponsel 3G selalu mencoba video call 2-3 kali. Sementara dari sisi konten, Mobile TV saat ini menjadi layanan 3G favorit. Pada akhir Desember 2007, trafik rata-rata lebih dari 6.000 nomor XL per hari melakukan steraming mobile TV. Konten tentang musik menduduki urutan kedua dengan tarif rata-rata 700 nomor /hari. Menanggapi animo pelanggan dan prospek 3G HSDPA di beberapa tahun ke depan maka fokus XL 3G dari sisi jaringan di tahun 2008 XL pada pengembangan dan peningkatan mutu jaringan 3G dan HSDPA.
Untuk pengembangan konten XL 3G di tahun 2008, seperti dikemukakan I Made Harta Wijaya, VP VAS and New Services XL, XL 3G akan fokus pada pengembangan konten yang bisa memberikan manfaat lebih bagi pelanggan. Untuk itu, XL akan mengoptimalkan kerja sama dengan penyedia konten untuk lebih inovatif dan kreatif. Selain membidik pasar ritel dengan pendekatan VAS, XL 3G juga membidik pengguna data kapasitas besar berbasis 3G HSDPA, untuk kebutuha ritel maupun korporat. XL 3G dapat membidik pengguna XL bebas dan pelanggan XL Xplor yang inovatif dan menggemari konten. Sementara XL 3G HSDPA diharapkan dapat membidik juga para pengguna internet yang memiliki potensi menggunakan akses internet secara mobile.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.