Monthly Archives: October 2008

"Cumi” pun Bisa Bergaya

Delapan tahun lalu Zipcar merintis jasa car-sharing sebagai model alternatif kepemilikan dan penggunaan mobil. Sekarang, layanan pinjam mobil seperti ini makin populer. Raja-raja rental mobil konvensional saja sampai tergoda ikut menggarapnya.

Posted in Technology | Leave a comment

Winy Marjani

Meski awalnya enggan berkarier di bidang penjualan, Winy Marjani terperosok juga. Malahan, profesi tersebut menjadi modal bagi Kepala Divisi Merchandising Electronic Solution (ES) ini untuk berkarier sebagai merchandiser di berbagai perusahaan ritel di Indonesia. “Saya jadi tahu perilaku sales (-person) saat menghadapi konsumen, sehingga bisa menyusun pola promosi dan pricing yang tepat,” ujar mantan tenaga penjualan Sony Indonesia dan Sharp Indonesia ini.

Posted in Profile | Leave a comment

Warman Nasution

Industri kreatif yang makin menggeliat membuat Warman Nasution memberanikan diri meninggalkan kursi General Manager PT Masima Media Investindo, salah satu anak perusahaan PT Radionet Cipta Karya. “Saya mendirikan Right Brain sebagai konsultan dan manajer investasi khusus untuk industri kreatif di Indonesia,” ujar pehobi bermain gitar ini. Dibesut sejak Juli lalu, ia kini menawarkan dana pinjaman bagi tiap proyek yang berbasis industri kreatif, terutama periklanan, dengan nilai di bawah Rp 10 miliar. “Kami meminjamkan modal kerja dari investor kepada sebuah proyek, bukan ke perusahaannya,” ujar Direktur Pengelola Right Brain ini.

Posted in Profile | Leave a comment

Simon Tan Kian Bing

“Pemasaran itu sebuah seni,” ujar Simon Tan Kian Bing, Direktur Pemasaran PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance). Di mata kolektor lukisan ini, pemasaran adalah bidang yang dinamis yang tiap saat berubah. “Ini sesuai dengan karakter saya yang senang perubahan dan tantangan,” ungkapnya. Setelah 15 tahun menggeluti penjualan motor, kini ia dipercaya menjalankan sisi pemasaran perusahaan pembiayaan sepeda motor. “Bisnis pembiayaan motor jauh lebih ketat persaingannya karena kami tidak hanya menjual satu merek,” kata kelahiran Yogyakarta 19 Oktober 1970 ini.

Posted in Profile | Leave a comment

Kathryn Monika Parapak

Sejak didapuk menjadi Manajer Merek Senior Buavita – setelah produk unggulan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. ini diakuisisi oleh PT Unilever Indonesia Tbk. – Kathryn Monika Parapak jadi fasih membeberkan kualitas sari buah. “Ketika sahur, sebaiknya mengonsumsi buah asli yang kaya serat. Tapi, ketika buka puasa sebaiknya mengonsumsi jus,” ucap lulusan Jurusan Pemasaran Universitas Tasmania, Australia ini.

Posted in Profile | Leave a comment

Dari Indonesia Melayani Dunia

Sebagai penyedia jasa outsourcing terpadu yang memiliki banyak klien dan anak usaha, baik di dalam maupun luar negeri, Valdo International dituntut memiliki sistem pendukung yang andal. Bagaimana perusahaan lokal berwajah modern ini bekerja?

Posted in Technology | Leave a comment

Winy Marjani

Meski awalnya enggan berkarier di bidang penjualan, Winy Marjani terperosok juga. Malahan, profesi tersebut menjadi modal bagi Kepala Divisi Merchandising Electronic Solution (ES) ini untuk berkarier sebagai merchandiser di berbagai perusahaan ritel di Indonesia. “Saya jadi tahu perilaku sales (-person) saat menghadapi konsumen, sehingga bisa menyusun pola promosi dan pricing yang tepat,” ujar mantan tenaga penjualan Sony Indonesia dan Sharp Indonesia ini.

Posted in Profile | Leave a comment

Dina Saptanti

Ide bisnis memang bisa bergulir dari mana saja, termasuk kekecewaan. Kurang puas terhadap lembaga pendidikan tempat anaknya bersekolah, Dina Saptani, yang sempat menjadi pengurus Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG), akhirnya membangun An Nahl Islamic School. Lewat bendera Yayasan Generasi Cendekia An Nahl, alumni Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Indonesia ini ingin menawarkan sekolah Islam yang representatif, memiliki fasilitas dan metode belajar mengajar yang lebih modern, serta biayanya relatif terjangkau. “Jadi, mahal tidak hanya sekadar mahal jual nama besar, tapi juga berkualitas,” papar pehobi baca buku-buku motivasi, traveling dan wisata kuliner ini.

Posted in Profile | Leave a comment

Teddy Susanto

Tak salah rupanya Fuji Xerox Asia Pacific Pte. Ltd. (Xerox) mendapuk Teddy Susanto untuk mengembangkan produk printer lasernya di Indonesia. Terbukti, kelahiran Bandar Lampung, 28 Februari 1970, ini mampu meningkatkan penjualan hingga 70% di tahun pertamanya (April 2006-Maret 2007) — tahun sebelumnya “cuma” tumbuh 30%. Ini pertumbuhan terbesar untuk kawasan Asia Pasifik pada tahun itu. Atas prestasinya ini, Teddy pun diganjar Managing Directors Award – Diamond Club Program, penghargaan paling prestisius di kalangan manajer penjualan & country manager di Asia Pasifik.

Posted in Profile | Leave a comment