Monthly Archives: December 2008
Denia A. Samad
Bagi Denia A. Samad, cita-cita besar harus dimulai dari yang kecil. “Mulai dengan jualan sepatu kepada teman-teman, ternyata mereka suka. Saya pikir, mengapa tidak dijadikan bisnis saja,†tutur Denia mengisahkan awal kiprahnya sebagai pengusaha. Dengan modal terbatas, ia pun memberanikan diri menjadi produsen sepatu sekaligus memasarkannya dengan membuka gerai di ITC Kuningan. Sambutan pasar yang positif pada produk sepatunya yang diberi label Denia Ponti membuat mantan finalis Miss Indonesia 2006 ini membuka gerai yang lebih besar di Pasar Blok A Tanah Abang.
Nanang Qosim Yusuf
Menjadi trainer dengan mengusung tema The 7 Awareness (T7A) sejatinya muara dari pencarian Nanang Qosim Yusuf akan makna hidup. Tahun 2004, sembari menjadi asisten dosen di Universitas Paramadina, Naqoy — panggilan akrabnya– membuat pelatihan yang berjudul Contemplation yang menjadi cikal bakal T7A. Sampai sekarang, sekitar 4 ribu orang dari berbagai korporasi seperti Pertamina, PLN, Pelni dan Telkom telah mengikuti pelatihan ini. Lulusan Jurusan Pendidikan Agama UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini menawarkan solusi bagaimana menjadi orang dengan pribadi yang lebih baik dan lebih ikhlas lewat 7 poin kesadaran.
Ardian Trisura
Terjun ke dunia bisnis adalah pilihan hidup Ardian Trisura. Usai menyelesaikan kuliah di Jurusan Bisnis National American University, Denver, Colorado, AS (1993), ia mengibarkan bendera PT Panca Wahana Mandiri. Bersama empat rekannya, ia merintis usaha perdagangan batu bara. “Indonesia merupakan salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia, namun kelemahannya kurang penetrasi ke pasar global,†ujarnya. Salah satu titik lemahnya, karena rata-rata pengusaha kita kurang lihai berbahasa Inggris. Bagi Ardian, berhadapan dengan orang asing adalah hal biasa karena 8 tahun ia tinggal di AS.
Hesti Diyahanita Priamsari
Perang harga antaroperator seluler yang memicu pelanggan melakukan aksi gonta-ganti kartu membuat para operator, termasuk PT Indosat Tbk., berputar otak agar turn rate bisa ditekan sedikit mungkin. Adalah Hesti Diyahanita Priamsari yang didapuk Indosat sebagai Head of Loyalty & Retention. “Targetnya, harus bisa me-reduce turn rate yang 11%-12% per bulan menjadi sekecil mungkin. Caranya dengan program-program retensi,†kata lulusan Teknik Elektro Universitas Indonesia ini.
Kecanggihan di Balik Dagangan Barang Canggih
Belanja ataupun sekadar melihat-lihat di toko ritel elektronik modern selalu menyenangkan. Apalagi, barangnya lengkap dan ada program cash reward segala. Tapi, tahukah Anda bagaimana bisnis yang ternyata kompleks ini bisa terlihat mudah dan bisa menyenangkan pengunjung?
Fanly Tanto
Jabatan keren sebagai sales executive sebenarnya bermakna merangkak dari bawah. “Pekerjaan saya awalnya seperti pesuruh, mengambilkan makanan untuk klien, ha-ha-ha…,†ujar Fanly Tanto, mengenang awal persentuhannya dengan dunia penjualan produk teknologi informasi. Namun, proses tersebut juga yang mengantarkan gadis lajang nan humoris ini menjadi salah satu manajer penjualan terbaik produk fusion middleware Oracle Indonesia.
Hendri Syamsul
Saat menjadi mahasiswa STIE Pariwisata Yapari-Aktripa (Akademi Industri Pariwisata), Bandung, Hendri Syamsul sebetulnya tidak menyukai dapur. Saat praktik di dapur, ia pernah membuat gosong roti yang sedang dibakar. Bahkan, ia pernah memecahkan 259 piring. Namun, pada tahun kedua kuliahnya, kecintaan pada dunia memasak mulai tumbuh. Terlebih saat praktik kerja di sebuah hotel di Jakarta, ia diberi kesempatan berkecimpung di dapur sehingga bisa belajar banyak. “Malah saya diminta jadi day worker, dibayar, untuk siap-siap jadi karyawan,†kata Hendri, yang kini menjadi Ketua Asosiasi Ahli Kuliner Indonesia DKI Jakarta.
Astri Sungkono
Astri Sungkono menyadari, kini zamannya pemasaran komunitas. Karena itu, Manajer Humas dan Pemasaran PT Boga Rahardjo Utama (BRU) yang mengelola Kafe Pisa Menteng dan Kafe Pisa Karawaci ini pun menggaet komunitas film dengan menggelar The Movie, ajang diskusi dan pemutaran film independen bulanan di kafenya. “Kami tidak bisa lagi mengandalkan pentas musik. Karena hanya akan meramaikan Kafe semalam,†ujar putri pemilik BRU, Ani Sungkono, yang bisnisnya beken dengan sebutan Pisa Group ini.