Monthly Archives: April 2009
Pieter Lydian
Usia yang muda tidak menjadi soal bagi Pieter Lydian untuk memimpin salah satu perusahaan multinasional besar di bidang teknologi informasi, Dell Indonesia. Lulusan Universitas Bina Nusantara ini bahkan terlihat percaya diri memaparkan berbagai strateginya sebagai Direktur dan Country Manager Dell Indonesia yang baru sejak Januari 2009. Untuk menggenjot kinerja Dell agar di atas pertumbuhan pasar, salah satu cara yang ditempuh pria kelahiran Pontianak tahun 1973 itu adalah dengan memasuki segmen perusahaan besar. “Kami akan masuk ke sana dengan menekankan aspek kemampuan produk kami dalam menurunkan biaya investasi pelanggan, sekaligus mempercepat masa balik modal investasi,†ujar penggemar berat kopi dan travelling ke tempat-tempat bersejarah itu.
Nina Wirahadikusumah
Meski baru tiga tahun terakhir bergabung dengan PT Microsoft Indonesia (MI), Nina Wirahadikusumah mampu meningkatkan penjualan MI di segmen korporat hingga 20%-30% per tahun. “Syukur, itu semua bisa dicapai dengan kerja tim,†ujar ibu berputri satu yang menjabat Direktur Grup Partner dan Enterprise MI ini. Nina yang lulusan S-1 Teknik Elektro ITB, tugas utamanya menangani penjualan tiga produk MI, yakni aplikasi desktop dan server, aplikasi untuk produktivitas bisnis, dan aplikasi business intelligence.
Salman Aristo
Sudah menonton Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi? Salman Aristo-lah sosok di balik penulisan skenario film yang menyedot jutaan penonton itu. Aris, demikian sapaan akrabnya, adalah lulusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran, Bandung, yang memulai debutnya sebagai penulis skenario tahun 2000 saat ia mengikuti ajang Festival Film Independen SCTV. Ketika itu, film pendek Jangan Tunggu Tangan Mainnya masuk ke babak final. Namun sejatinya, Aris sudah jatuh cinta pada dunia film sejak berusia lima tahun. Karena itu, ia masuk jurusan jurnalistik untuk menyalurkan hobi menulisnya. “Saya belajar sendiri bagaimana menulis skenario,†ungkap ayah seorang putri ini.
Meilanie E. Huda
Bagi Meilanie E. Huda, bergabung di perusahaan teknokogi informasi (TI) merupakan tantangan tersendiri. Bagi Mei – sapaan akrabnya – dunia TI bukanlah hal baru. Sebelum memangku posisinya saat ini sebagai Manajer Pengembangan Bisnis PT Berca Cakra Teknologi sejak awal 2008, ia sempat bergabung dengan detikcom sebagai komunikasi pemasaran. “Bukan sesuatu yang mudah untuk mempromosikan media online ketika itu,†ungkap lulusan Fikom Universitas Prof. Dr. Moestopo ini. Menurutnya, waktu itu detikcom belum setenar sekarang. “Jangankan untuk cari iklan, saat itu orang masih bertanya bagaimana cara membuka Internet,†imbuhnya.
Coffee Toffee, Sedapnya Aroma Bisnis Kedai Kopi Lokal
Termasuk Odi Anindito, anak muda dari Surabaya yang tergerak mengusung minuman kopi lokal setara dengan merek asing. Setidaknya, ia ingin …More»
Ramesh Tainwala “Pasar Asia, Kunci Kami Bertahanâ€Â
Fakta ini mendorong Grup Samsonite, pemilik merek tas dan koper berkualitas dari AS, menjalin kerja sama dengan PT Mitra Adiperkasa …More»
Berebut Pelanggan di Jalur CDMA
Sejauh ini, Flexi merupakan pemain CDMA yang paling berkibar. Hingga awal tahun 2009 jumlah pelanggannya mencapai 13,5 juta. Prestasi yang …More»
Bisnis Sekolah Balap Para Pembalap
Bermunculannya sekolah racing tak lain karena melihat animo masyarakat terhadap dunia balap terus meningkat. Setiap kali digelar kejuaraan – baik …More»
Bertaruh di Sekolah Kuliner
Ide pendirian ChezLely, diakui Lely, muncul setelah dia belajar memasak di Le Cordon Bleu, sekolah masak tertua di Prancis. Di …More»
Emi Nuel Jatuh Hati pada Dunia Ritel
Awal karier Emi sebenarnya di dunia logistik dan sempat menjadi Manajer Perencanaan Pemasaran DHL Indonesia. Persentuhannya dengan dunia ritel diawali …More»