<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana meningkatkan omzet penjualan</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/2010/01/bagaimana-meningkatkan-omzet-penjualan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id/2010/01/bagaimana-meningkatkan-omzet-penjualan/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 14:33:40 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: MK</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/01/bagaimana-meningkatkan-omzet-penjualan/comment-page-1/#comment-23</link>
		<dc:creator>MK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 16:13:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://122.200.48.77/swa_baru/?p=10985#comment-23</guid>
		<description>Kasusnya &quot;Bagaimana Meningkatkan Penjualan&quot; sama dg saya, Pak. Saya juga bingung, saya mengambil alih bisnis perlengkapan bayi karena tetangga saya (samping ruko) tutup &amp; pulang kampung krn pemilik ruko yg disewanya menaikkan sewa 100%. Dulu saat dia pindah &amp; buka (disamping ruko saya), dia selalu ramai dikunjungi pembeli, omsetnya juga bagus. Saat dia tutup bisnisnya, saya menggantikannya dg menjual perlengkapan bayi yg bahkan lebih lengkap daripada dia. Harga saya juga bahkan lebih murah &amp; fasilitas free gift wrapping + bonus. Sudah hampir 1,5 thn namun omset saya tidak bisa sebesar dia -- cuma separuhnya saja. Ini saya yakin, krn pernah lihat grafik penjualannya dulu. Padahal modal saya 3x lipat dibanding dia. Ada juga toko2 saingan yg menaruh harga tinggi, kemudian didiskon 50% agar kelihatan murah, didekat kami. Padahal kami lebih murah krn margin kami sedikit, tp org2 suka minta diskon 30-50%.... jd kami gak bs dong. Masa kemakan modal! Bangunan ruko udah dicat baru, papan nama udah diperbaharui, barang2 semakin lengkap tapi omset gak naik2... Malah ada yg gak jadi masuk setelah masuk toko karena melihat kami bukan warga pribumi. Yah, ada juga yg berkomentar berbau SARA &amp; gak jadi beli. Padahal pelayan2 kami warga pribumi, ramah2 juga. Heran, pokoknya saya pusing banget... udah lengkap mulai boneka bulu, remote toys, baby clothes, dll tp perputaran omset lambaaatt. Selama ini saya pernah kerja belasan tahun dibidang food service, jd udah biasa jualan dgn turnover yg cepat. Pusing lihat lambannya kemajuan usaha ini. Gimana usulan Bapak? Siapa tau Bapak bisa memberi usulan baru yg bs buka mata saya? Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kasusnya &#8220;Bagaimana Meningkatkan Penjualan&#8221; sama dg saya, Pak. Saya juga bingung, saya mengambil alih bisnis perlengkapan bayi karena tetangga saya (samping ruko) tutup &amp; pulang kampung krn pemilik ruko yg disewanya menaikkan sewa 100%. Dulu saat dia pindah &amp; buka (disamping ruko saya), dia selalu ramai dikunjungi pembeli, omsetnya juga bagus. Saat dia tutup bisnisnya, saya menggantikannya dg menjual perlengkapan bayi yg bahkan lebih lengkap daripada dia. Harga saya juga bahkan lebih murah &amp; fasilitas free gift wrapping + bonus. Sudah hampir 1,5 thn namun omset saya tidak bisa sebesar dia &#8212; cuma separuhnya saja. Ini saya yakin, krn pernah lihat grafik penjualannya dulu. Padahal modal saya 3x lipat dibanding dia. Ada juga toko2 saingan yg menaruh harga tinggi, kemudian didiskon 50% agar kelihatan murah, didekat kami. Padahal kami lebih murah krn margin kami sedikit, tp org2 suka minta diskon 30-50%&#8230;. jd kami gak bs dong. Masa kemakan modal! Bangunan ruko udah dicat baru, papan nama udah diperbaharui, barang2 semakin lengkap tapi omset gak naik2&#8230; Malah ada yg gak jadi masuk setelah masuk toko karena melihat kami bukan warga pribumi. Yah, ada juga yg berkomentar berbau SARA &amp; gak jadi beli. Padahal pelayan2 kami warga pribumi, ramah2 juga. Heran, pokoknya saya pusing banget&#8230; udah lengkap mulai boneka bulu, remote toys, baby clothes, dll tp perputaran omset lambaaatt. Selama ini saya pernah kerja belasan tahun dibidang food service, jd udah biasa jualan dgn turnover yg cepat. Pusing lihat lambannya kemajuan usaha ini. Gimana usulan Bapak? Siapa tau Bapak bisa memberi usulan baru yg bs buka mata saya? Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dika</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/01/bagaimana-meningkatkan-omzet-penjualan/comment-page-1/#comment-21</link>
		<dc:creator>dika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 04:26:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://122.200.48.77/swa_baru/?p=10985#comment-21</guid>
		<description>Selamat Pagi

saya bekerja sebagai marketing,kebetulan menjual produk bahan banguanan,dimana anda tahu konsumen Indonesia selalu menginginkan harga yang murah.disisi lain sudah berbenah dengan promosi secara ATL dan BTL yang continue.... serta kualitas yang bagus.tapi di lapangan selalu ujung-ujungnya harga yang murah sehingga toko selalu menjual merek kompetitor.adakah panduan marketing yang cocok untuk konsumen yang selalu prefer harga yang murah...selain metode customer service yang baik atau ada gabungan metode yang tokcer.untuk bisa survive dan produk laku dipasaran.
Semoga Bapak Istijanto Oei,memberikan pencerahan.
atas perhatian-nya,saya ucapkan terima kasih.


salam 

dika</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Pagi</p>
<p>saya bekerja sebagai marketing,kebetulan menjual produk bahan banguanan,dimana anda tahu konsumen Indonesia selalu menginginkan harga yang murah.disisi lain sudah berbenah dengan promosi secara ATL dan BTL yang continue&#8230;. serta kualitas yang bagus.tapi di lapangan selalu ujung-ujungnya harga yang murah sehingga toko selalu menjual merek kompetitor.adakah panduan marketing yang cocok untuk konsumen yang selalu prefer harga yang murah&#8230;selain metode customer service yang baik atau ada gabungan metode yang tokcer.untuk bisa survive dan produk laku dipasaran.<br />
Semoga Bapak Istijanto Oei,memberikan pencerahan.<br />
atas perhatian-nya,saya ucapkan terima kasih.</p>
<p>salam </p>
<p>dika</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
