BMW Donasikan US$ 30 Ribu untuk Kegiatan Anak di DKI
Â
 Â
PT BMW Indonesia mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar US$ 30 ribu untuk mendirikan tiga sanggar yang ditujukan bagi anak-anak kurang mampu di Jakarta. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan otomotif tersebut di Indonesia.
Â
“Sejalan dengan pemahaman BMW Group tentang komitmen sosial yang berkelanjutan, kami bantu generasi muda. Hal itu sebagai bagian dari upaya kami mendukung masyarakat, dimana kami melakukan kegiatan bisnis,” kata Ramesh Divyanathan, Predir BMW seusai penandatanganan kerja sama perusahaannya dengan Indonesia Street Children Organisation (ISCO).
Â
Dia mengungkapkan BMW Indonesia selama ini telah mengamati dan menelaah kondisi masyarakat di Jakarta, dan memahami kebutuhan apa yang paling mendesak. “Kami memutuskan untuk menyediakan dukungan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di wilayah DKI Jakarta,” tambah Ramesh.
Â
Dijelaskannya, Sanggar Kegiatan Anak tersebut didirikan di wilayah padat penduduk. Sebagian besar masyarakatnya mencari nafkah sebagai pemungut sampah, buruh angkut, penjual barang bekas, peminta-minta, dan pedagang asongan.
Â
Ada tiga lokasi yang dipilih untuk mendirikan sangar tersebut yaitu di Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, Pademangan di Jakarta Utara, dan Kampung Gege di Jakarta Barat. Untuk tahap pertama, kata Ramesh, sanggar tersebut akan dibuka di Pademangan pada April 2010. Dua tempat lainnya akan dibuka pada bulan berikutnya.
Â
Menurut Ramesh, berbagai kelas pendidikan ekstra kurikuler akan disediakan bagi anak-anak usia 6-18 tahun. Seleksi penerimaan siswa akan didasarkan pada kebutuhan dan minat akademik, yang ditunjukkan oleh masing-masing anak.
Â
Josef Fuchs, Presiden ISCO, menuturkan, murid yang akan diterima di sanggar tersebut adalah anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Orangtua mereka masuk dalam kategori batas pendapatan tertentu. “Selain itu secara jelas menunjukkan niat mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.”
Â
Menurut Fuchs, kelas-kelas yang merangsang kreativitas anak akan diadakan untuk menstimulasikan dan memotivasi minat anak-anak untuk belajar. Vitamin, susu, dan makanan bergizi, juga akan diberikan saat murid istirahat. “Dengan pemberian fasilitas penunjang kesehatan tersebut, anak-anak akan dijauhkan dari bahaya kejahatan dan obat-obatan terlarang di jalanan,” ujar Josef.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.