Wednesday, February 3rd, 2010
oleh : Army Meidinasari
Bisnis kecantikan tak pernah ada habisnya. Dari jaman ke jaman, setiap perempuan pasti sangat peduli terhadap kecantikannya. Selama perempuan masih ada di muka bumi ini, bisnis kecantikan pasti terus berjalan. Kecantikan dan perempuan memang tidak dapat dipisahkan. Mereka yang concern terhadap bisnis ini, tentunya juga memiliki passion sendiri terhadap dunia kecantikan. Tidak hanya materi yang mereka cari, melainkan juga kepuasan karena dapat membuat semua perempuan menjadi cantik dan terawat.
Begitu juga dengan Diana Roberta Rigg. Keinginan perempuan berambut panjang ini untuk membantu orang lain menjadi lebih cantik, sehat, dan lebih maju, mendorongnya untuk terjun ke bisnis kecantikan. Meskipun awalnya betul-betul buta tentang kosmetik dan kulit, dengan modal nekat, ia terus maju membangun perusahaan distributor produk kecantikan asal Amerika Serikat yang diberi nama DuraSkin.
Muda, berpenampilan menarik, bersih, dan ramah. Dari tampilan luarnya, tidak dapat disangkal bahwa perempuan penyuka warna kuning ini bergerak di bisnis kecantikan. Mulanya Diana tidak pernah berpikir bahwa ia dapat terjun ke industri ini. Sebelum di bisnis ini, Diana sempat bekerja di perusahaan multifinance sebagai analis, lalu ke perusahaan pialang saham. “Waktu itu saya masih idealis, ingin masuk ke bidang perkerjaan yang sesuai dengan ilmu di universitas yaitu di bidang finance,” katanya.
Diana kecil menghabiskan waktunya di kota Tangerang. Diakuinya, ia termasuk anak yang tidak bisa diam. Tidak seperti anak-anak sekarang yang banyak menghabiskan waktu dengan mengikuti les, Diana banyak menghabiskan waktu dengan bermain. Ketika SD ia aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah, begitu pula di SMP dan SMA. “Saya senang ikut Pramuka, Palang Merah Remaja, OSIS, dan berbagai macam organisasi,” ia mengungkapkan.
Ia pun merasa sangat beruntung karena orang tuanya termasuk moderat. Orang tua Diana tidak hanya berperan sebagai ayah dan ibu, tetapi juga seperti teman bagi anak-anaknya. Hubungan Diana dengan kakak dan adiknya pun sangat dekat. Kelahiran 20 Oktober 1973 ini mengatakan, walaupun sekarang mereka telah berkeluarga, tapi masih sering berkomunikasi dan berkunjung. Kebetulan juga sekarang ada dua adiknya bergabung di DuraSkin Health Group.
Bukan kebetulan jika Diana dapat sukses dalam bisnis yang ditekuninya. Sifatnya yang pantang menyerah dan putus asa ternyata merupakan warisan sang ayah. “Beliau adalah ayah yang penuh semangat dalam menjalankan pekerjaannya,” ujarnya. Sedangkan sang ibu berperan dalam memberikan motivasi-motivasi kepada Diana dan saudara-saudaranya. “Ibu saya sering mengajarkan kami untuk menjadi wanita yang mandiri dan tidak tergantung pada orang lain,” ujar perempuan yang juga Anggota Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) ini.
Lain dulu, lain sekarang. Setelah berumah tangga, praktis Diana harus mengabdikan dirinya pada suami dan anak. Anfa Sunardi, suami Diana sangat mendukung kariernya. Menurut Diana, sang suami adalah teman berbagi semua suka duka selama dia menjalani karirnya, teman tertawa saat ia sedang down karena pekerjaan, dan juga tempat meminta nasehat. Seringkali suami Diana juga membantu menggantikan tugasnya sebagai ibu apabila ia sedang berada di luar kota.
Sukses di Karir
“The most important single ingredient in the formula of success is knowing how to get along with people.” Tampaknya quote dari Theodore Roosevelt tersebut berlaku untuk ibu dari Aleyka dan Abhitama ini. Diana memiliki prinsip bahwa dalam berbisnis harus didasari itikad yang baik terhadap semua orang, dan berusaha untuk menciptakan win-win solution. “Jadi hubungan dengan setiap orang dapat tetap terjalin dengan baik dan dapat berjangka panjang,” ia menegaskan.
Didikan kedua orang tuanya sangat membantu Diana dalam menjalankan usaha ini. Diana pun menceritakan dengan detail bahwa di awal perjalanan karirnya, ia merasa sangat sulit untuk memperkenalkan produknya. Pasar tidak mudah diyakinkan karena ia dianggap masih muda dan minim pengalaman. Sejumlah cara dilakukannya untuk menarik para pelanggan, mulai dari demo hingga presentasi di banyak tempat. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan pun mulai tumbuh di mata para customer, sehingga produk ini dapat diterima di masyarakat.
Hampir 11 tahun umur perusahaannya, DuraSkin sudah berkembang menjadi Grup Usaha Skin Health System dengan lima anak perusahaan yang bergerak dalam bidang klinik kecantikan, supplier kosmetik, supplier mesin, bisnis MLM (multi level marketing), dan nail academy. DuraSkin sendiri saat ini adalah salah satu anak perusahaan Usaha Skin Health, Pelanggannya banyak dari kalangan artis dan pejabat.
Diana merasa bahwa ia sangat diberkahi oleh orang-orang luar biasa di sekelilingnya. Selain keluarga yang sangat mendukung dirinya, ia pun memiliki tim yang solid di bisnisnya. Dengan kerjasama tim yang hebat tersebut, penjualan Skin Health System Indonesia pernah meningkat sebesar 65% pada tahun 2006. Targetnya ke depan adalah membuat Skin Health System semakin bertumbuh dan tetap eksis untuk waktu yang lama.
Ketika ditanya apakah profesinya sekarang sesuai dengan yang dicitakan, Diana pun menjawabnya dengan terbahak. ”Hahaha..Saya termasuk orang yang banyak keinginan, jadi cita-cita saya banyak,” ujar penggemar travelling ini. Namun Diana merasa bahwa bidang yang sedang ia jalani sekarang sudah sesuai dengan dirinya. Diana mengakui bahwa pada dasarnya ia adalah orang yang senang bergaul. Selain itu, yang membuatnya juga merasa bahwa ia cocok di bisnisnya itu adalah karena ia memiliki kesempatan untuk memimpin dan mengembangkan perusahaan.
Setiap manusia pernah mengalami kegagalan. Begitu pula dengan Diana. Ia kadang-kadang merasa gagal apabila ada klien atau customer yang kecewa. Tapi semua kesulitan dan tantangan yang terjadi dalam perusahaan, selalu disikapi Diana dengan bijak. ”Yang penting jangan putus asa dan usahakan mencari solusinya untuk setiap kesulitan,” tutur Diana yang menjabat sebagai Humas Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPD DKI Jaya.
Artikel Terkait