Polling

Optimiskah Anda terhadap perekonomian Indonesia ke depan di bawah Menteri Keuangan yang baru, Agus Martowardojo.


View Results

Loading ... Loading ...

Internet Strategy

Investor Asing Tunggu Indonesia Benahi Infrastruktur dan Regulasi

Friday, February 19th, 2010
oleh : Army Meidinasari


European Business Chamber of Commerce (EuroCham / Kamar Dagang Eropa) di Indonesia menyatakan bahwa Indonesia adalah negara tujuan investasi yang stabil, karena Indonesia menjadi contoh demokratisasi yang utama dalam jangka waktu yang singkat serta stabilitas ekonomi dan keuangan pasca krisis global.

“Indonesia harus menciptakan iklim investasi yang bersahabat supaya dapat bersaing secara regional dalam hal penanaman modal asing,” ujar Clifford D. Rees, Ketua EuroCham, dalam acara “Launch Seminar Eurocham Annual Position Papers 2009-2010” hari ini (19/2) di Jakarta.

Pertumbuhan Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di G20 dan satu dari sedikit negara di dunia dengan pertumbuhan yang positif. Negara Asia yang termasuk di dalam kelompok ini adalah Cina, India, dan Vietnam. Pemerintah Indonesia pun semakin percaya diri dengan pernyataan Menteri Keuangan bahwa pertumbuhan sebesar 7% yang dimulai pada 2011 merupakan hal yang dapat dicapai. “Kami yakin bahwa apabila iklim yang kondusif bagi investasi tersedia dengan peraturan-peraturan yang memihak usaha dan semakin berkurangnya beberapa ketidakpastian, tingkat pertumbuhan Indonesia dapat lebih tinggi,” Rees mengungkapkan.

Dalam laporan tahunan tersebut EuroCham menyoroti bahwa belum percayanya investor asing untuk menanamkan modalnya di sini disebabkan pada sejumlah sektor terdapat situasi yang memburuk karena bertambahnya intervensi kebijakan, seperti wajib divestasi dan larangan investasi-investasi asing. Kurangnya kejelasan mendasar seperti persentase Daftar Bidang Usaha Tertutup dan Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal juga sebagai salah satu faktor sulitnya investor asing masuk ke Indonesia.

EuroCham juga mengadakan diskusi panel yang membahas mengenai cara menaikkan tingkat kompetisi Indonesia di dunia internasional melalui connectivity dengan cara fokus pada infrastruktur perhubungan, logistik, dan fasilitas ekspor impor. Dalam diskusi tersebut, Jakob Sorensen, Ketua Kelompok Kerja Transportasi dan Logistik EuroCham, mengatakan, dalam sejumlah sektor transportasi di Indonesia, jumlah biaya end to end pengangkutan barang telah mencapai tingkat yang tidak wajar. “Pada sektor ekspor, terdapat lebih dari 40% jumlah biaya pra-pengiriman dan transportasi darat ditimbulkan di Indonesia sebelum pengiriman nasional,” ungkapnya. Namun pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Perekonomian memiliki dorongan kuat untuk mengembangkan dan melaksanakan cetak biru logistik yang bertujuan untuk menciptakan kesatuan kebijakan dalam bidang perhubungan dan logistik.

Mengenai kelebihan Indonesia dibandingkan dengan Cina, Vietnam, dan India sebagai tempat berinvestasi, dikemukakan oleh Shafie Shamsuddin, Presiden Direktur Carrefour Indonesia, regulasi dan kultur di Indonesia yang cenderung hati-hati dan terbuka sedikit demi sedikit membuat bisnis berjalan dengan baik. “Di Cina semuanya serba langsung. Jika diandaikan sebuah pintu, Cina membuka pintunya langsung lebar-lebar untuk bisnis asing, sedangkan di Indonesia membuka pintunya sedikit demi sedikit,” tuturnya. Dengan kehati-hatian Indonesia, pihak asing dapat melakukan riset terlebih dahulu terhadap kondisi dan situasi di Indonesia.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • Digg

One Response to “Investor Asing Tunggu Indonesia Benahi Infrastruktur dan Regulasi”

  1. Nyoman Guna Adnyana says:

    Stop terjebak pada pobio mendatangkan investasi dari luar. Care dan beri iklim yang baik pada pengusaha dalam negeri saudara sebangsa sendiri. Dominan bisnis pariwisata di bali sudah dikuasai asing,segera setelah itu lombok. Pertambangan juga sudah lama banyak dikuasai asing. Bangsa ini mayoritas mau jadi kuli di negeri sendiri. Berjuang lah dalam competisi global mulai sekarang. Kalau tidak jangan salahkan pihak lain.

Leave a Reply

Security Code: