Tuesday, February 9th, 2010
oleh : Army Meidinasari
PT Jasa Marga Tbk menginvestasikan dana sebesar Rp 25 triliun untuk membangun lebih dari 250 km jalan tol untuk jangka waktu 3-4 tahun ke depan. Sumber dananya berasal dari dari pendanaan internal serta perbankan. Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Jasa Marga, Frans S Sunito, di sela acara peresmian IPO (initial public offering) PT Pembangunan Perumahan (Persero) di Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/2).
Frans mengatakan bahwa struktur keuangan yang kuat di perusahaannya dapat menjadi sumber pendanaan. “Equity yang kami miliki sekarang lebih dari 6 triliun,” ujarnya. Saat ini proyek jalan tol 250 km tersebut sudah terealisasi sepanjang 20 km. “Namun, ini tidak proporsional, semuanya bergantung pada pembebasan lahan yang saat ini sedang gencar dilakukan pemerintah. Jika pembebasan lahan di 2010 selesai, hanya diperlukan waku maksimum dua tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut,” Frans mengungkapkan. Adapun jalanan yang sudah terealisasi, yakni jalan tol Semarang-Ungaran sepanjang 14 km, Bogor Ring Road 4 km, dan Surabaya-Mojokerto 3-4 km.
Dari proyek tol 250 km ini, Jasa Marga melakukan joint venture dengan mitra-mitranya, mayoritas adalah BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Sementara, di JORR 2 bermitra dengan BUMN Karya (Adhi Karya, Waskita Karya, Hutama Karya, Wijaya Karya, dan Istaka Karya), Astratel, Kelompok Kompas Gramedia, serta sebuah perusahaan asal Malaysia yaitu Cahaya Mata Sarawak (CMS). Jasa Marga sendiri akan meningkatkan kepemilikan hingga 60% di JORR 2 dan JORR Timur setelah berhasil melakukan take over dari investor.
Di tahun ini, Jasa Marga telah menyiapkan belanja modal sekitar Rp3 triliun yang dialokasikan dari pinjaman dan kas internal serta sisa IPO Jasa Marga yang masih sekitar Rp 3,4 triliun. Selain itu, pada semester II 2010 Jasa Marga akan menerbitkan obligasi.
Diungkapkan pula oleh Frans, Jasa Marga tidak menutup kemungkinan untuk membangun jalan tol di luar pulau Jawa asalkan kondisinya memang layak. Menurutnya, sampai saat ini Jasa Marga masih berfokus pada pembangunan di Pulau Jawa. Sedangkan untuk ekspansi ke luar negeri Frans mengatakan mereka tidak tertarik karena Indonesia sendiri masih memerlukan pembangunan infrastruktur.
Artikel Terkait