Polling

Menurut Anda, bagaimanakah kondisi bisnis di Indonesia jika ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) diberlakukan?


View Results

Loading ... Loading ...

Nestle Gunakan Teknologi Pengolahan Kopi Baru

Monday, February 8th, 2010
oleh : Army Meidinasari


PT Nestle Indonesia memperkenalkan kopi NESCAFE dengan standar kualitas baru, pada hari ini (8/2) di F-Cone, Senayan, Jakarta. Kualitas baru tersebut didapat dengan menggunakan sebuah inovasi pada teknologi pengolahan kopi, yang dinamakan Enhanced Recovery Aroma (ERA).

Menurut Presdir PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudhry, teknologi aroma ERA merupakan inovasi kelas dunia dari Nestle yang dipatenkan dan diekmbangkan oleh pusat pengembangan produk Nestle di Swiss. “Teknologi baru ini diterapkan di Indonesia untuk menghasilkan aroma dan rasa kopi terbaik biji Lampung,” ujarnya.

Teknologi ERA mampu menyimpan aroma kopi, yang mudah menguap saat pemrosesan biji kopi, dan memasukannya kembali dalam bubuk kopi pada tahap akhir proses produksi. “Maka minuman kopi NESCAFE kini aromanya lebih mantap dan rasanya lebih nikmat,” jelas Gilbert Sinamo, Manajer Pabrik Panjang-Lampung. Dengan adanya kualitas baru tersebut, NESCAFE mengubah desain kemasannya dan dilangkapi dengan logo bertuliskan “Inovasi Baru Rasa Lebih.”

Ditambahkan pula oleh Business Executive Manager untuk coffee & beverages PT Nestle Indonesia, Sebastian Joho, dengan teknologi ERA konsumen akan menikmati pengalaman minum kopi pada tingkat kualitas baru, dengan rasa dan aroma yang lebih nikmat. “Hal ini tidak saja memuaskan konsumen setia NESCAFE, namun kami yakin dapat memenangkan hati para penikmat kopi lainnya,” ia mengungkapkan.

Menurut Ningcy Yuliana, Category Marketing Manager NESCAFE , ERA merupakan respon Nestle terhadap konsumen di Indonesia. “Sebelumnya, Nestle cukup lama melakukan riset sebelum meluncurkan inovasi ini. Kami melihat dulu selera konsumen, ternyata banyak dari mereka yang menginginkan aroma kopi yang kuat,” paparnya. Ningcy optimis bahwa kopi NESCAFE dengan kualitas baru dapat diterima tidak hanya oleh konsumen setia NESCAFE, tetapi juga penikmat kopi yang lain. Dan terkait dengan hal itu, Ningcy pun memprediksi bahwa jumlah produksi NESCAFE akan mengalami peningkatan, namun ia tidak menyebut besarnya.

Berdasarkan penelitian, Indonesia sendiri merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia namun negara ini hanya menikmati kopi sebanyak 500 gram per kapita. Jumlah tersebut masih kalah jauh dibandingkan dengan Finlandia, dengan jumlah penikmat kopi terbesar di dunia yang mencapai 12 kg per kapita.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • TwitThis
  • Digg

Leave a Reply

Security Code: