Wednesday, February 3rd, 2010
oleh : Army Meidinasari
Perusahaan Konsultan Properti, PT Procon Internasional, memprediksi bahwa pasar perkantoran merupakan sektor properti paling prospektif di 2010. “Office dan ritel itu cukup prospektif di tahun ini, hanya untuk ritel sendiri sudah terlalu banyak. Sedangkan untuk office, banyak industri-industri baru bermunculan,” ujar Hendra Hartono, Direktur Pengelola Prcon. Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir terdapat kecenderungan arah bisnis properti mulai membelok ke bisnis perkantoran. Begitu juga dengan masuknya kepemilikan asing nanti, sektor perkantoran akan lebih banyak diminati.
Krisis ekonomi yang terjadi di pertengahan 1997 membawa perubahan yang sangat berarti bagi pasar perkantoran di Jakarta. Namun, setelah krisis berlalu, pasar perkantoran perlahan-lahan terus membaik sejak 2003 dan kembali mencapai puncaknya di 2008 dengan tingkat permintaan mencapai 280.000 m2.
Hendra menambahkan, wilayah yang masih akan menjadi primadona dalam pasar perkantoran adalah wilayah Central Business District (CBD) serta TB Simatupang. “Selain itu, pasar perkantoran juga akan berkembang di wilayah outer ring road Jakarta,” jelasnya.
Pada kuartal IV tahun lalu, total pasokan di kawasan CBD berada pada 4,03 juta m2. Total tingkat penyerapan mencapai 186.200 m2 atau sebesar 65% dari total penyerapan di 2008. Rata-rata tingkat hunian di CBD mencapai 87% atau naik 1,4% dari kuartal sebelumnya.
Di luar kawasan CBD, di akhir 2009 lalu total pasokan mengalami peningkatan sebesar 1,7% menjadi 2,35 juta meter persegi. Penyerapan ruang perkantoran mencapai 21.500 m2 dengan tingkat hunian turun sebesar 0,6% menjadi 89,6%.
Pasokan baru di kawasan CBD sampai 2011 diperkirakan mencapai 389.300 m2 sedangkan di luar CBD total pasokan yang akan masuk ke pasar diprediksi mencapai 322.400 m2. Sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi, kinerja pasar perkantoran diperkirakan akan terus meningkat dalam dua tahun mendatang. Di sisi lain, tambahan pasokan yang cukup besar dalam dua tahun mendatang akan menjaga tingkat hunian tetap berada pada kisaran 86%-87%.
Artikel Terkait