Monday, February 8th, 2010
oleh : Eva Martha Rahayu
Masa penawaran saham PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero) Tbk. telah usai. Pada sesi penawaran yang berlangsung selama tiga hari, yaitu sejak tanggal 1 – 3 Februari 2010, jumlah pemesanan saham oleh publik mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 1,7 kali.
Penawaran saham perdana PP mendapat respons positif dari investor ritel dan institusi. “Dengan tingginya animo dan antusiasme investor, seperti yang diperlihatkan selama masa penawaran berlangsung, maka kami semakin yakin dan optimistis bahwa pada pencatatan perdana saham (listing) pada Selasa (9 Peb) akan berjalan dengan sukses”, uja Iman Rachman, Director-Head of Investment Bank PT Mandiri Sekuritas.
Kendati banyak diminati pemodal, Iman menegaskan, saat ini saham PP mayoritas ditujukan untuk pasar domestik. Tingginya permintaan dari investor domestik merupakan salah satu bukti kepercayaan para investor lokal dalam program privatisasi, termasuk sektor konstruksi yang dinilai masih menjanjikan, karena merupakan representasi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin membaik.
Dengan arah pembangunan nasional yang berfokus pada sektor infrastruktur, energi dan konstruksi, manajemen PP berharap, IPO-nya akan berdampak positif terhadap prospek bisnis BUMN itu di masa depan.
Lebih jauh Iman menguraikan, PP sudah menerima pernyataan efektif dari Bapepam pada tanggal 29 Januari 2010. Perseroan telah menggelar masa penawaran mulai tanggal 1 hingga 3 Pebruari 2010, dan akan dilanjutkan dengan listing atau pencatatan saham perdana pada 9 Februari 2010.
Menurut Iman, dengan harga penawaran saham IPO PP Rp 560 per saham dan jumlah saham yang ditawarkan sekitar 1,04 miliar saham, diperkirakan PP bakal meraih dana segar Rp 581 miliar.
Dana hasil IPO PP akan digunakan untuk melakukan investasi di bidang-bidang yang menjanjikan, seperti energi, konstruksi dan properti, dan memperkuat modal kerja, termasuk untuk kebutuhan pembiayaan proyek yang sedang berjalan dan yang akan dikerjakan perusahaan itu.
Bertindak sebagai penjamin emisi, PP telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas, yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan DBS Vickers Securities Indonesia sebagai lead underwriter.
Iman mengklaim, kinerja keuangan PP selama ini mantap. Sebagai gambaran, pertumbuhan laba bersih mencapai 20-30% tiap tahun selama tiga tahun berturut-turut. PP juga berhasil mendapatkan kontrak baru senilai Rp 6 triliun di tahun 2009 dan mencatat carry over tahun 2010 sekitar Rp 4 triliun yang akan memperkuat pertumbuhan PP di tahun 2010.
Untuk pendapatan PP, tahun 2007 tercatat Rp 3,2 triliun, setahun kemudian naik menjadi Rp 3,9 triliun dan akhir tahun 2009 diperkirakan mencapai Rp 4,2 triliun. Selain itu laba bersih PP juga menunjukan pertumbuhan yang mengesankan. Pada tahun 2007 tercatat Rp 92,98 miliar, sedangkan 2008 naik menjadi Rp 121,61 miliar atau tumbuh 31% dan tahun 2009 diperkirakan menjadi Rp 163 miliar atau tumbuh 40%.
Mencermati jenis pekerjaan yang ditangani PP selama ini, proyek bangunan gedung menjadi kontributor pendapatan terbesar di tahun 2008 yaitu sebanyak 73,72% dengan nilai sebesar Rp 2,8 triliun menyusul pekerjaan jalan/jembatan sebanyak 10,44% dengan nilai Rp 410 miliar. Sedangkan kontribusi pengairan sebanyak 5,39% senilai Rp 212,08 miliar, pekerjaan pelabuhan sebanyak 5,1% dengan nilai sebesar Rp 199 miliar.
Artikel Terkait