Monday, February 8th, 2010
oleh : Army Meidinasari
Demi mengejar pertumbuhan 10% di tahun 2010, Hotel Aryaduta Semanggi (HAS) giat berbenah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, service quality, response time serta peningkatan kualitas makanan dan minuman menjadi pilihan strateginya.
Di bisnis kondominium hotel (kondotel), HAS sebenarnya memiliki posisi yang baik dengan tingkat hunian kamar mencapai 75% di tahun 2009. Pasalnya, dengan konsep kondotel, perusahaan ini memiliki keunggulan berupa ruangan layaknya apartemen, yakni terdapat kamar, dapur dan ruang tamu di dalam 300 unit kamar suite-nya. Selain itu, lokasinya yang terletak di pusat kota Jakarta (kawasan Semanggi), membuatnya mudah diakses dari berbagai lokasi.
Namun, tingginya tingkat persaingan, antara lain, dengan The Ascot, Puri Casablanca, dan Aston Kuningan memicu HAS untuk terus meningkatkan kualitas dan layanannya. Erwin Bernhard, General Manager HAS, mengemukakan beberapa strateginya untuk bersaing. “Pertama kami lebih kembalikan ke basic, kami mengupgrade service,” ujar lelaki yang bergabung dengan HAS sejak akhir 2009 ini. Hal tersebut akan diawali dengan training internal maupun eksternal bagi karyawan HAS.
Hasil lain yang diharapkan dari peningkatan kualitas karyawan adalah meningkatnya response time kepada pelanggan. “Kami ingin kebutuhan tamu harus sudah bisa dilayani dalam waktu 5-10 menit,” ujar Erwin. Untuk memuluskan rencana itu, Erwin juga berniat mengukur segala aktivitas pelayanan agar dapat dinilai kemajuannya. “Tidak bisa lagi segala sesuatu hanya diukur berdasarkan ‘kira-kira’ saja,” papar pehobi golf kelahiran tahun 1970 itu.
Keunggulan lainnya yang ditawarkan HAS adalah full setup breakfast. “Apartemen biasanya hanya menyediakan continental breakfast, bread, danish, terkadang hanya 4 item saja. Sementara kami ada full american breakfast, egg counter, 9 hot dishes, salad, jus, lengkap,” Erwin menguraikan. Menurutnya, keunggulan sisi food and beverages ini menjadi salah satu alasan hunian HAS mencapai 75% di tahun 2009.
Selain itu, HAS juga berniat men-generate revenue lebih besar lagi dari fasilitas meeting room. Di tunjang dengan kamar layaknya apartemen, Erwin yakin kombinasi tersebut menjadi nilai tambah yang sangat menjual. Toh hasilnya sudah terlihat di tahun 2009. “Bisnis meeting room di tahun 2009 memiliki growth yang signifikan, bahkan sampai over target 30%,” Erwin menerangkan.
Hal tersebut sejalan dengan target HAS untuk menyasar beberapa industri yang bertumbuh cukup baik di tahun 2010, di antaranya industri jaringan telekomunikasi, oil and gas, power plant serta industri perbankan. “Ini semua akan jadi hit list kami untuk bisa mengambil pangsa menjadi 85%. Ini lebih ke korporat,” ujar Erwin seraya memaparkan selama ini pasar korporat menguasai 40% lebih dari total pelanggan HAS.
Satu lagi jurus rahasia yang masih disimpan Erwin adalah layanan art and dining experience di Porta Venezia, restoran ala Italia di HAS yang pernah mendapatkan penghargaan Best Italian Restaurant dari Indonesia Tatler tahun 2008 dan 2009.
Artikel Terkait