Tuesday, February 9th, 2010
oleh : Army Meidinasari
PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero) akan mengerjakan empat proyek di Riyadh dan Jeddah, serta melakukan persiapan untuk tender proyek hotel di Madinah di tahun ini. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PT PP (Persero), Musyanif, dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta (9/2).
Nilai empat proyek di Timur Tengah tersebut sekitar Rp 800 miliar. Proyek tersebut, di antaranya membangun pusat ekonomi serta kampus King South Abdul Aziz University, bekerja sama dengan Bin Laden Group. “Sedangkan untuk proyek hotel di Madinah nanti nilainya sekitar Rp 1,2-1,3 triliun rupiah,” ujarnya. Keempat proyek itu sifatnya joint operation. PP sendiri hanya sebagai tim manajemen dan suplai tenaga kerja dengan profit sharing sebesar 30%. “Nantinya kami akan berusaha berdiri sendiri,” Musyanif menambahkan.
Selain beberapa proyek di Timur Tengah tersebut, PP juga mengerjakan banyak proyek dalam negeri di tahun ini, seperti melakukan penyertaan modal untuk proyek PLTU Cilegon 2 x 150 MW senilai Rp 3,3 triliun, yang juga dimiliki anak perusahaan Krakatau Steel. Kemudian, bekerja sama dengan Jasa Marga dan Thies, perusahaan asal Australia, PP akan membangun jalan tol Aloha-Monokromo dan Serpong-Cinere yang masing-masing bernilai Rp 1,8-2 triliun. Adapun penyertaan modal tersebut didapat dari dana hasil IPO (initial public offering) dan pendanaan eksternal dari perbankan.
Dengan diperdagangkannya saham PT PP (Persero) secara resmi pada hari ini, Musyanif optimis bahwa perusahaan konstruksi dan investasi tersebut mampu meningkatkan pendapatan sebesar empat kali lipat dalam empat tahun mendatang. Dana hasil IPO (initial public offering) sebesar Rp 581,8 miliar akan dialokasikan untuk ekspansi dan mendorong pendapatan berkelanjutan. Sebesar 59% dari dana tersebut untuk investasi dan sisanya sebagai tambahan modal kerja.
Di 2010, perseroan menargetkan pertumbuhan revenue lebih dari 50% dan laba bersih 120%. Uapa yang dilakukan untuk mendorong peningkatan revenue dan laba bersih itu, antara lain, membuat structure cost perusahaan yang efisien, serta beberapa proyek baru dan proyek lama yang saat ini sedang dikerjakan. “Kami menargetkan, pasar domestik dan luar negeri sebagai sumber pendapatan kami di masa mendatang baik itu sebagai perusahaan konstruksi maupun sebagai perusahaan investasi,” paparnya.
Artikel Terkait