Friday, July 30th, 2010
oleh : Eddy Dwinanto Iskandar
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) meluncurkan program berslogan “productivity for everyone” untuk memotivasi seluruh karyawannya agar semakin meningkatkan produktivitas kerja. ke tahap yang lebih tinggi. “Tantangan terbesar sebuah manajemen dan terlebih korporasi adalah upaya menyamakan persepsi dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) atas tujuan perusahaan yang harus dikelola dengan prinsip transparansi dan azas kelola perusahaan sesuai prinsip good corporate governance,” ujar R.J Lino, Direktur Utama Pelindo II.
Lino juga mengungkapkan, Pelindo II meyakini bahwa kecakapan individu di balik pengoperasian alat, kualitas layanan serta tingkat produktivitas individu yang tinggi menjadi syarat utama setelah penambahan fasilitas kelas dunia serta biaya yang bersaing dengan operator lain di negara kawasan akan menjadi cermin dari Indonesia Corporation secara makro.
Berkaitan dengan hal ini, Pelindo II juga telah mengirimkan 25 karyawan terbaik untuk melanjutkan pendidikan tingkat pasca sarjana ke luar negeri. Hal ini dilakukan tidak hanya dalam kapasitas mendukung kebutuhan software perusahaan di masa depan, tapi juga memberikan pengalaman internasional. Program beasiswa pendidikan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan produktivitas SDM perusahaan yang akan dijalankan setiap tahun. ” Tahun lalu dikirim 24 orang ke Amsterdam, Cina, Melbourne dan sebagainya. Mereka juga magang 6 bulan di shipping company jadi saat kembali mereka bisa melihat dari sisi customer. Tahun ini akan 25 karyawan yang disekolahkan, separuh ke Cina. Dan sebelumnya mereka akan belajar bahasa Mandarin 6 bulan, karena perekonomian Cina sangat pesat perkembangannya, jadi mereka harus mengerti,” ujar Lino di sela-sela acara di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
Di luar bidang SDM, salah satu terobosan yang telah dilakukan oleh Pelindo II dalam bidang operasional adalah penerapan layanan 24/7 yang menggabungkan antara kesiapan pelabuhan (pembelian fasilitas baru dan pembukaan akses pelabuhan) dengan institusi pendukung sehingga baik eksportir maupun importir dapat terus beraktivitas selama 24 jam sehari tujuh hari seminggu.
Dengan demikian, Pelindo II dapat menaikkan mutu pelayanan dengan menjanjikan pengguna jasa akan ‘Nearly Zero Waiting Time’ (waktu tunggu kapal di pelabuhan yang sangat singkat) yang diharapkan kedepannya dapat menekan biaya logistik pada distribusi barang.
Demikian pula dengan pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok. Proyek pengembangan di utara dermaga pelabuhan ini telah mendapat dukungan dari pemerintah. Proyek yang akan dilakukan dengan cara reklamasi ini dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama dilakukan reklamasi pantai sepanjang 1 km dengan luas lahan 96 hektar dan diperkirakan selesai pada tahun 2013. Selanjutnya, akan dibangun tambahan dermaga sepanjang 1 km dengan reklamasi pantai seluas 60 hektar dan ditargetkan selesai pada 2015. Kemudian untuk tahap ketiga, penambahan dermaga sepanjang 1,5 km dengan reklamasi lahan seluas 90 hektar yang ditargetkan selesai pada 2018.
Dengan skema pembiayaan 50-50 antara Pelindo II dengan partner strategis, diharapkan pada tahun 2020 mendatang, Pelabuhan Tanjung Priok akan mampu menampung arus peti kemas sebanyak 9,5 juta TEUs di mana saat ini kapasitas maksimal pelabuhan tersebut hanya empat juta TEUs.
Secara keseluruhan, perusahaan telah menganggarkan investasi sebesar Rp 12 trilliun untuk periode 2010-2013, di mana Rp 2,7 triliun telah dialokasikan untuk pembelian fasilitas bongkar muat peti kemas di tahun 2010. Investasi lain yang telah dilakukan oleh Pelindo II adalah di bidang Information and Communication Technology (ICT). Terhitung sejak 8 Juni 2010, bekerjasama dengan PT Telkom, Pelindo II kini telah mengaplikasikan sistem ICT sehingga laju informasi bisnis dapat termonitor secara online dan terbuka untuk diakses bagi divisi terkait di seluruh pelabuhan Pelindo II.
Artikel Terkait