Garuda Indonesia Raup Laba Bersih Rp 515,5 Miliar
Garuda Indonesia pada tahun 2010 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 515,5 miliar. Adapun pendapatan usahanya di tahun lalu mencapai Rp 19,534 triliun, meningkat sebesar 9,4 persen dibanding tahun 2009 yang sebesar Rp 17,860 triliun. Jumlah penumpang meningkat pun mencapai 13 juta penumpang dibanding tahun 2009 yang sebesar 10,3 juta penumpang.
Sementara itu kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) meningkat menjadi 25,7 dari 21,7 miliar seat kilometer pada tahun 2009. Selain itu, yield penumpang meningkat sebesar 13,7 persen menjadi USC 8.6 dibanding tahun 2009, yang sebesar USC 7,5. Tingkat isian penumpang pada tahun 2010 sebesar 71,7 persen atau menurun 1,5 persen dibanding tahun 2009 sebesar 73,1 persen, sementara tingkat ketepatan penerbangan (OTP) sebesar 80.2 persen.
Pada tahun 2010 Garuda Indonesia mendatangkan 24 pesawat baru terdiri dari 23 pesawat Boeing 737-800 Next Generation dan satu Airbus A330-200. “ Dengan kedatangan pesawat – pesawat baru tersebut selain mendukung pengembangan rute/network dan peningkatan pelayanan yang dilaksanakan, rata – rata usia pesawat Garuda Indonesia juga menjadi semakin muda dari 10,4 menjadi 8,2 tahun,” ujar Pujobroto, VP. Corporate Communications Garuda Indonesia dalam siaran persnya hari ini (31/3).
Dengan pesawat – pesawat baru tersebut, pada tahun 2010 Garuda Indonesia melaksanakan penambahan dan pembukaan rute – rute penerbangan baru baik di dalam dan luar negeri, antara lain penerbangan langsung dari Jakarta – Tokyo, Jakarta – Sydney, Jakarta – Melbourne; Jakarta – Palu, Jakarta – Ambon, Jakarta – Ternate; disamping melaksanakan kembali penerbangan ke Eropa/Amsterdam mulai bulan Juni 2010.
Melalui program pengembangan pelayanan yang dilaksanakan, pada tahun 2010 Garuda Indonesia juga berhasil menjadi airline bintang empat, dan mendapat penghargaan sebagai “The World’s Most Improved Airline” dari Sky Trax, Inggris dan “Airline Turn Around of The Year” dari Center for Asia Pacific Aviation (CAPA), Australia.
Pada tahun lalu pula 2010 Garuda Indonesia menuntaskan program restrukturisasi hutangnya, dan dalam empat tahun terakhir ini Garuda Indonesia berhasil menurunkan jumlah hutangnya dari USD 868 juta (termasuk kewajiban kepada ECA / European Credit Agency) menjadi USD 436 juta.
Pelaksanaan program pengembangan dalam seluruh aspek kegiatan operasional yang dilaksanakan Garuda Indonesia memiliki arti yang sangat penting, dalam kaitan menyiapkan fundamental Garuda Indonesia agar siap menghadapi tantangan bisnis ke depan.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.