Laba Bersih Indopoly Meningkat 82%
Perusahaan flexible packaging film PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk di tahun 2010 telah ternyata membukukan peningkatan penjualan yang signifikan sebesar 32% menjadi Rp 1, 625 triliun dari sebelumnya dari Rp 1, 230 triliun di tahun 2009. Laba kotor perusahaan di tahun 2010 juga naik 65% dari Rp 266 miliar di 2009 menjadi Rp 440 miliar di 2010. Perusahaan juga melaporkan laba operasional dan laba bersih masing-masing sebesar Rp 278 miliar dan Rp 170 miliar, atau peningkatan masing-masing sebesar 160% dan 82%, dari tahun sebelumnya.
Adapun tingkat rata-rata margin laba kotor tahunan meningkat sebanyak 5%, dari 22% di tahun 2009 menjadi 27% di tahun 2010. Laba operasi Perusahan juga mengalami peningkatan yang diklamin berkat dukungan kemampuan manajemen untuk mempertahankan tingkat pengeluaran yang stabil sehingga margin operasional dan margin laba bersih Perusahaan masing-masing mencapai lebih dari 17% dan 10%.
Presiden Direktur PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk. Henry Halim menyebutkan, kenaikan yang signifikan dari penjualan dan laba di tahun 2010 tersebut disebabkan oleh kombinasi dari beberapa faktor positif, antara lain: penjualan selama setahun penuh dari production line BOPP kedua yang telah selesai dan telah beroperasi sejak bulan Juli 2009; kombinasi produk yang lebih baik; dan peningkatan efisiensi produksi.
Selain itu Indopoly juga melaporkan perkembangan dari ekspansi yang dilakukan untuk pabrik di Indonesia maupun Cina berupa extrusion coating unit untuk thermal lamination film di Suzhou Cina, dengan kapasitas produksi per tahun sebesar 5.700 ton, telah dipasang dan diperkirakan akan siap untuk beroperasi di bulan April 2011. Investasi baru ini mendukung komitmen Perusahaan untuk memproduksi green products yang sejalan dengan tren low carbon economy di dunia. Film yang banyak dibutuhkan ini tidak membutuhkan chemical adhesive dan bahan-bahan lainnya ketika dilaminasi ke kertas sehingga proses tersebut membantu mengurangi carbon foot print.
Produk dengan nilai tambah ini ditargetkan untuk pelanggan di Cina, Amerika Serikat dan Eropa, di mana film tersebut digunakan untuk bermacam-macam aplikasi packaging untuk high-end consumer products. Film ini juga digunakan untuk buku, majalah dan berbagai aplikasi printed material lainnya.
Selanjutnya Metalizing unit pertama di Purwakarta Indonesia, dengan kapasitas produksi per tahun sebesar 7.000 ton, commissioning telah dilakukan pada bulan Januari 2011 dan telah beroperasi pada kapasitas penuh pada akhir bulan Maret 2011. Untuk unit ke dua dengan kapasitas yang sama diperkirakan akan commissioning pada bulan September 2011. Mesin-mesin tersebut memproduksi high barrier metalized film yang digunakan untuk packaging produk makanan berkualitas tinggi.
Berikutnya investasi utama mesin produksi BOPET baru dengan teknologi canggih di Purwakarta Indonesia, dengan kapasitas produksi per tahun sebesar 20.000 ton, kini berada pada tahap akhir pemasangan dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir bulan Mei 2011. Film BOPET dan BOPP memiliki karakteristik dan kegunaan yang sifatnya saling melengkapi. Kedua jenis film adalah bahan baku utama terpenting untuk flexible packaging.
“ Sejalan dengan suksesnya IPO di tahun 2010, outlook Perusahaan di tahun 2011 mencerminkan keyakinan akan berlanjutnya momentum keberhasilan di tahun sebelumnya. Pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Cina dan Indonesia yang stabil akan menjadi faktor penggerak utama untuk kesuksesan Perusahaan di tahun 2011,” ujar Henry.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.