Bikin Produk Laris, Begini Caranya | SWA.co.id

Bikin Produk Laris, Begini Caranya

Konsumen kian menjadi raja. Pelanggan semakin menuntut produk berkualitas. Pemilik merek mesti jeli membaca kebutuhan pasar agar produknya laris-manis. Merek-merek juara, seperti Yamaha Mio, Samsung, Xiaomi, Macbook, Garuda, dan Susu Ultra terbukti mampu menjawab hal ini.

“Kuncinya adalah produk tersebut harus punya nilai yang superior dibanding para pesaingnya. Nilai itu diperoleh karena perusahaan mempunyai pengertian yang mendalam terkait dengan target pasarnya. Sehingga, fitur-fitur yang diberikan dianggap penting oleh pelanggannya,” kata Agus Soehadi, Pengamat Pemasaran Universitas Prasetiya Mulya.

Agus W. Soehadi

Dia mencontohkan, Macbook menawarkan harga yang premium dibanding dengan merek-merek lainnya. Akan tetapi, fitur-fitur yang ditawarkan memiliki keunikan tersendiri yang tidak dapat dibandingkan dengan merek pesaing. Dengan demikian, Mac memiliki kelenturan dalam menentukan harga produk. Sementara itu, Xiaomi menggunakan pendekatan berbeda. Kualitas dan fitur-fitur yang ditawarkan dapat dibandingkan dengan merek-merek lainnya.

“Hanya saja, mereka menawarkan harga yang lebih kompetitif. Walaupun strategi harganya berbeda, kedua merek tersebut memiliki value yang superior menurut target marketnya,” kata dia.

Faktor lainnya adalah value delivery yaitu seberapa jauh perusahaan lebih efisien dan efektif dalam menghasilkan/memproduksi value yang dijanjikan kepada konsumen. Kemampuan dalam mengembangkan produk baru menjadi kunci. Bagaimana mengembangkan produk/layanan prototype dari value creation yang dirumuskan sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan alpha test (uji produk), lalu beta test (uji pasar) kemudian dilanjutkan dengan peluncuran produk tersebut di pasar.

“Tentu kajian komersialnya sudah lebih dulu dilakukan. Disiplin ini perlu dijalankan perusahaan agar value yang diproduksi lebih efisien dan efektif dibanding perusahaan lainnya,” katanya.

Agus menjelaskan, perilaku dan strategi bersaing yang digunakan para pesaing serta pemangku kepentingan lain yang terkait dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan juga sangat penting. Informasi ini dibutuhkan untuk menentukan ruang/arena persaingan yang akan dipilih. Keputusan pemilihan arena bersaing sangat penting, karena menyangkut seberapa jauh perusahaan mampu bersaing dalam melayani segmen tersebut atau seberapa peka konsumen terhadap fitur-fitur yang menjadi kekuatan perusahaan.

Pilihan Wardah untuk melayani segmen muslimah menjadikannya unggul dibanding pesaingnya. Kedekatan perusahaan dengan berbagai komunitas hijabers membuat perusahaan memiliki pengertian yang jauh lebih baik dibanding pesaingnya terkait dengan permasalahan maupun apa yang dibutuhkan oleh para hijabers terkait produk personal care.

“Ada tiga poin penting yaitu value creation, value delivery dan value capture. Agar semua dapat dijalankan dengan baik maka pengertian terhadap pasar dan ekosistem usaha menjadi penting,” kata dia. (Reportase : Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Laba Naik 10%, QNB Siap Bagi Dividen

Kinerja keuangan QNB Group selama tahun 2016 membukukan peningkatan laba bersih sebesar 10% dibandingkan tahun lalu dengan nilai QAR12,4 miliar...

Close