Cara Mayora Kelola Deretan Produknya

Inovasi adalah keharusan untuk para pemain di industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Tanpa itu, mereka hanya tinggal menunggu waktu ajal datang menjemput. Lalu, kapan sebaiknya produk baru itu dilempar ke pasar?

“Kami melihat keadaan pasar, sebelum atau ketika mulai muncul gejala saturated, kami sudah siap dengan produk baru. Kuncinya, cepat bergerak kalau ada perubahan perilaku konsumen,” kata Vienno Monintja, Direktur Pemasaran PT Mayora Indah Tbk (Mayora).

Mayora setidaknya memiliki 15 merek di kategori biskuit, di antaranya Roma, Better, Slai O’lai, Royal Choice, Wafer Superkeju, Beng Beng, Twice, Cokelat Superman yang sekarang bernama Superstar. Rata-rata merek biskuit Mayora ini sudah dikenal di pasar dan menguasai pasar. Ini belum termasuk deretan merek lainnya di kategori permen, sandwich, dan biskuit kaleng.

Vienno Monintja Marketing Director PT. Mayora Indah Tbk Vienno Monintja, Marketing Director PT. Mayora Indah Tbk

Untuk menjaga produknya tetap ada di benak konsumen, lanjut dia, perseroan tak berhenti beriklan di media, baik cetak maupun elektronik. Tujuannya untuk menggugah orang untuk membeli lewat available dan visibility di pasar.

“Kami harus disiplin di eksekusi. Kami juga selalu monitor visibility dan availability. Misalnya, di kategori permen, kami ada Kopiko. Ternyata, 2-3 tahun belakangan turun karena kurang beriklan,” kata dia.

Solusinya, Mayora meluncurkan kemasan Kopiko dalam stoples bening berukuran lebih besar. Dengan begitu, masyarakat bisa langsung melihat dari jarak jauh. Perseroan juga membuat occasion baru, yakni orang yang sibuk, mobile sehingga tidak sempat membeli apalagi membuat kopi sendiri.

“Di iklan, occasion-nya orang ngantuk saat sedang menyetir. Di lampu merah, dia makan Kopiko agar kantuk hilang. Jadi, visibility diperbaiki, create occasion di iklan agar lebih mengena ke konsumen, dan belanja iklan ditambah,” kata dia.

Baca juga: Mayora Makin Digdaya, Ini Sebabnya

Dia menjelaskan, belanja iklan ditambah 1,5-2 kali lipat untuk menyiasai perlambatan ekonomi. Hasilnya, penjualan tetap bertumbuh di tengah situasi ekonomi yang kurang kondusif. Jika tidak melakukan sesuatu untuk menjaga relevansi produk, konsumen akan mudah lupa.

Di kategori malkist, Mayora rutin berinovasi dengan mengeluarkan sederet produk seperti Roma Malkist Cokelat dan Abon. Untuk menjaga relevansi produk di kategori permen, mereka juga baru saja meluncurkan permen Kis Chewy-chewy empuk dan isi dua.

Berita terkait: Mau Tau Cara Mayora "Ngobrol" Dengan Pelanggan

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)