Medical Check-Up Bisa di Mataharimall

Kebutuhan akan layanan kesehatan berkualitas terus meningkat kesejahteraan masyarakat. Salah satunya, medical check-up. Mataharimall menawarkan layanan tersebut dengan dukungan jaringan Rumah Sakit Siloam di Grup Lippo. “Kami juga menawarkan properti yang menguntungkan dengan menggandeng Urban Homes. Ini salah satu inovasi yang kami luncurkan,” kata Hadi Wenas, CEO Mataharimall.com.

Menurut dia, pesatnya perkembangan bisnis Mataharimall juga berkat sinergi dengan Grup Lippo. Kerajaan bisnis yang didirikan Mochtar Riady ini sarat pengetahuan dan pengalaman di sektor ritel. Jaringan Lippo Mall mereka juga paling banyak di Indonesia yakni hampir 80-an.

“Kalau laku, mereka tinggal bayar komisi ke kami. Partner rumah sakit kami memberikan layanan untuk weekdays karena yang weekend penuh. Jadi, kami bisa memenuhi kapasitas mereka,” kata dia.

Hadi menjelaskan, skema O2O masih menjadi andalan Mataharimall. Hal ini sejalan dengan tren di luar negeri yakni toko offline yang kuat membuka toko online dan sebaliknya. Contohnya, Amazon membuka Amazon Store dan Amazon Convenient Store. Alibaba membuka Alibaba Store dan mengambil saham retailer offline.

Indonesia, lanjut dia, belum memiliki pemain yang tergolong besar. Ia melihat ini sebagai peluang bisnis. Pasar yang digarap juga masih kecil. Masyarakat di Indonesia baru mulai berbelanja online. Sehingga, ke depannya, akan meledak. Riset dari Google dan Temasek, pertumbuhan e-commerce paling tinggi hingga 2025 dibandingkan travel online dan ojek & taksi online.

“Persentase e-commerce dari total ritel masih di bawah 1%. Negara maju seperti Amerika sudah 10%. Sementara, Cina di atas itu. Untuk Indonesia pasarnya masih baru dan akan bergerak kesana,” kata dia.

Hadi menambahkan, skema O2O sangat membantu perkembangan Mataharimall. Skema ini bisa berjalan dengan dukungan Grup Lippo, seperti Matahari Departement Store, Siloam, Hypermarket, Book & Beyond, Lippo Properties, Lippo Mall, sampai Diego Hills.

“Di Indonesia ada peluang online dan offline berjalan bersama, dan ini yang menjadi kepercayaan kami. Jadi kami membuat bisnis online dengan tidak membunuh offline,” ujar dia.

Skema tersebut membantu pelanggan untuk mengambil barang belanjaan dari Mataharimall di boks-boks yang disebar di jaringan Matahari Dept Store atau kantor pos. Saat ini, mereka sudah memiliki 649 O2O pick-up point. (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Reliance Group Ambil Alih WOM Finance

PT Reliance Capital Management (Reliance Group) telah menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (PPSB) dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank...

Close