Zalora Batasi 1.000 Brand | SWA.co.id

Zalora Batasi 1.000 Brand

Semakin banyak brand yang dijual, pelanggan akan lebih mudah mencari barang yang menjadi kebutuhannya. Zalora juga tengah menambah pilihan produk dan brand yang bisa dipilih konsumen. Hanya saja, mereka akan membatasi jumlah brand di angka 1.000 karena satu brand yang bagus telah mewakili ratusan brand yang lain sebagaimana dituturkan Anthony Fung, CEO Zalora.

Menurut dia, ada dua hal yang harus diperhatikan untuk untuk menjaga loyalitas pelanggan, yakni produk dan customer experience. Zalora berusaha menjadi lebih baik dengan memberikan produk yang tepat kepada konsumen. Kami ingin memperbanyak produk dan brand. Saat ini, kami sudah memasukkan brand seperti Adisa, Cotton On, Quick Silver, dan beberapa yang lainnya.

zalora

“Karena satu brand yang tepat sudah mewakili 500 brand. Kami harus memiliki kerjasama yang kuat dengan partner-partner kami. Target market kami adalah kalangan kelas menengah-atas yang biasa mencari produk branded. Biasanya mereka juga menginginkan produk yang otentik dan asli. Oleh karena itu, semua produk yang kami pasarkan berasal dari para pemilik brand,” kata dia.

Dia menjelaskan, strategi untuk fokus pada brand dan positioning di mata konsumen adalah strategi lanjutan setelah sebelumnya mereka fokus melakukan edukasi pasar tentang kemudahan berbelanja online lewat iklan di TV, membuka Pop Up Store di Mal Kota Kasablanka, dan lainnya. Tak hanya menyediakan produk yang tepat, kemudahan konsumen mencari produk di website Zalora juga menjadi perhatian utama.

“Kami selalu berfokus pada brand dan kategorinya, misalnya sport. Kata kunci apa saja yang paling sering dicari oleh konsumen di Indonesia, brand apa yang mereka suka,” kata dia.

Untuk menarik minat konsumen, Zalora bekerjasama dengan Google karena pola konsumen yang selalu mencari produk menggunakan mesin pencari Google. Dari sana bisa diketahui brand apa saja yang dicari konsumen. Sehingga, mereka bisa memberikan produk yang tepat sesuai kebutuhan konsumen. Zalora juga harus mengetahui lebih dalam dan luas tentang fesyen dibanding kompetitornya yang juga bergerak di toko online fesyen dan lifestyle branded.

“Kami harus merekrut orang-orang yang memiliki pemahaman ini. Bisa jadi, mereka adalah pemain lama di market fesyen dan lifestyle. Ini strategi dalam memahami apa yang dicari konsumen” katanya.

Saat ini, brand olahraga sangat populer di Indonesia seperti Adidas, Nike, New Balance, Vans, Ivy Park. Brand lain seperti Cotton On dan Mango, juga cukup populer di pasaran. Banyak orang di luar Jakarta yang ingin memiliki produk-produk tersebut. Mereka bisa lebih mudah mendapatkannya dengan berbelanja online, seperti halnya konsumen di kota-kota besar. “Kategori sport tahun 2015 tumbuh 220% dari tahun sebelumnya, dengan 70% konsumen adalah wanita,” kata dia.

Zalora masuk masuk ke Indonesia pada 2012 lalu. Mereka mengusung visi sebagai destinasi belanja fesyen online terbaik di Asia Tenggara. Mereka ingin menjadi top of mind saat konsumen ingin membeli produk fashion misalnya sepatu, pakaian, tas baju, perlengkapan olahraga dan kebutuhan lifestyle yang branded secara online. Indonesia adalah pasar terbesar kedua di dunia seiring banyaknya jumlah penduduk. Seiring penetrasi online yang terus naik, masyarakatnya juga semakin suka berbelanja online.

“Ini akan terus berlanjut. Potensinya masih sangat besar. Konsumen kami berasal dari kota-kota besar di Indonesia, seperti Surabaya, Makasar, Medan, dan Jakarta yang paling besar yaitu 30% dari total seluruh konsumen,” ujar dia. (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
4 Strategi Bisnis KPBN di 2017

Tahun ini, anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), akan fokus menggarap pasar ekspor teh...

Close