Home » Business Strategy » Jurus Sritex Produksi Seragam Militer 30 Negara

Jurus Sritex Produksi Seragam Militer 30 Negara

Share :

    PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang didirikan oleh Haji Mohammad Lukminto kini telah memproduksi 30 seragam militer 30 negara. Bukan perkara mudah untuk mencapai hal tersebut. Ada strategi jitu yang dilakukan perusahaan untuk menembus pasar internasional.

    “Utamanya kami andalkan tiga poin, yaitu kualitas, delivery on-time, dan harga yang bersaing. Ini tiga aspek yang harus dipegang teguh,” tutur Iwan Setiawan Lukminto, Presiden Direktur PT Sritex, dalam konferensi pers acara peluncuran buku biografi ayahnya “Bakti Untuk Indonesia: HM Lukminto, Pendiri Sritex,” di Jakarta, pekan lalu.

    Kisah sukses HM Lukminto membangun Sritex dibukukan

    Iwan menyebutkan, perusahaan berusaha memegang teguh ketiga aspek tersebut. Awalnya, Sritex menangani seragam militer tentara Jerman, lalu merambah ke negara lain. Konsistensi menghasilkan produk yang berkualitas dan selalu berupaya untuk bisa lebih baik membuat Sritex berhasil menangani seragam militer di 30 negara. “Makanya, kami lebih dipercaya lagi oleh negara-negara lain, sekarang sudah sampai 30 negara,” tegas dia.

    Sang adik, Iwan Kurniawan Lukminto yang menjadi Direktur Garmen, mengatakan, produksi seragam militer mencapai 50 persen dari total produksi. Sementara setengahnya lagi yakni memproduksi fashion untuk merek-merek ternama, di antaranya Uniqlo, Zara, JCPenney, dan Timberland. “50 persen untuk army, 50 persen untuk yang fashion,” tutur Wawan, nama panggilannya.

    Lebih lanjut, Wawan menjelaskan bahwa 7 dari 30 negara yang dibuatkan seragam militernya oleh Sritex, adalah negara-negara Eropa, seperti Jerman, Austria, Swedia, Belanda, dan Kroasia. Sritex cukup bangga bisa membuat seragam militer negara-negara Eropa. Ini karena, terang dia, “(Seragam militer negara-negara di) Eropa merupakan salah satu pakaian seragam yang tersulit di dunia dalam memproduksinya.”

    “Dan terbukti juga, apabila kami sudah memproduksi untuk negara Jerman, misalnya, karena di dunia sudah diakui quality Jerman itu yang terbagus, maka negara-negara lain itu tinggal mengikuti saja,” lanjut Wawan.

    Selain Eropa, Sritex juga membuat seragam militer bagi sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi. Dia pun berujar Sritex akan merambah ke negara lain di kawasan Amerika Latin dan Asia. Disebutkannya, potensi pasar di kedua kawasan ini masih besar karena kondisi negara-negaranya sedang berkembang. “Jadi, memang di situ yang kita konsentrasi untuk pengembangannya. Army juga, untuk komersial juga,” tegas Wawan.

    “Asia akan berkembang lebih besar, karena kami akan ekspor ke China juga (untuk seragam) militer dan fashion juga,” tandas Iwan. (EVA)

    Share :

      SHARE SOCIAL MEDIA

      LEAVE A REPLY


      one + 3 =