Home » Business Strategy » Marketing » Kini Harga Ayam Tertinggi dalam Sejarah

Kini Harga Ayam Tertinggi dalam Sejarah

PT Sierad Produce Tbk. mencatat harga ayam di Indonesia saat ini sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. Dari harga normal Rp 8 ribu per kg pada 2011, di bulan Juli 2012 ini telah naik hingga Rp 20 ribu.

“Harga ayam ini bukan naik lagi, tapi ganti harga,” ujar Elies Lestari, Head Corporate Secretary, Corporate Finance & Investor Relation PT Sierad Produce. Kenaikan harga ayam ini disebabkan oleh demand yang naik. Kenaikan demand ini dipengaruhi oleh harga sapi yang juga meningkat, maka konsumen lari ke ayam.

Selain karena adanya subsitusi daging sapi, kenaikan harga ayam juga disebabkan adanya melonjaknya harga pakan yakni kedelai. Komoditi trennya sedang naik terkait kekeringan yang terjadi di ladang-ladang kedelai di Amerika yang menyebabkan penurunan produksi.

Untuk Sierad Produce, yang merupakan perusahaan perunggasan (rumah potong ayam), sudah mengamankan stock pakan ternak ayam hingga akhir tahun. “Jadi ini tergantung pinter-pinternya kami agar saat harga ayam naik, maka kami bisa menikmati keuntungan,” katanya.

Menurut Elies, harga cost ayam saat ini sekitar Rp 12 ribu per kg jika harga ayam Rp 20 ribu per kg maka untung yang didapat perseroan juga meningkat.

Sedangkan untuk supply dalam sebulan ini tidak mengalami kenaikan. Sebab untuk menaikkan supply ayam tidak seperti membuat barang, paling tidak dibutuhkan waktu sekitar enam bulan sampai ayam siap potong. Kondisi ini membuat harga ayam mendekati Lebaran akan terus mengalami peningkatan.

Sierad Produce hingga semester I 2012 ini mencatata produksi 1 juta ayam dari seluruh farm-ya. Untuk penjualan, perseroan menargetkan Rp 4,5 triliun hingga akhir tahun. Perseroan juga menargetkan laba bersih sebesar Rp 80 miliar

Guna mendukung target tersebut, pada 2012 perseroan menganggarkan dana Rp 500 miliar untuk memenuhi kebutuhan investasinya.Proyek-proyek perseroan yang akan dilakukan sepanjang 2012 adalah pembangunan lima farm dan satu hatchery di daerah Lebak, Banten yang memiliki area 250 hektare .

Selain peternakan yang terdapat di Lebak, perseroan juga mencatat jika farm yang berlokasi di Bogor sedang dalam konstruksi dan akan selesai pada kuartal IV-2012 dengan kapasitas 400 ekor.Kemudian untuk rumah potong di Mojokerto telah selesai pembangunan dan sudah beroperasi.

Sementara itu, hingga semester I 2012 Sierad Produce yang juga merupakan pemilik minimarket Belmart mencatat jumlah outlet sebanyak 47 di Jabodetabek. Perseroan menargetkan 50 minimarket Belmart akan ada hingga akhir tahun, dimana outlet baru akan dibangun di Surabaya. “Tahun depan kami juga berencana membangun rumah potong ayam di Jawa Tengah. Kalau sudah ada rumah potong ayam, maka bisa dibangun outlet Belmart baru di sana,” katanya.

Untuk investasi satu farm dan rumah potong ayam diperlukan sekitar Rp 80 miliar, sedangkan untuk outlet Belmart dibutuhkan investasi Rp 400 juta dimana sebanyak Rp 150 jutanya untuk membeli genset. (EVA)

SHARE SOCIAL MEDIA

LEAVE A REPLY


4 − = one