Home » Business Strategy » Marketing » MNC Shop Ramaikan Bisnis TV Home Shopping

MNC Shop Ramaikan Bisnis TV Home Shopping

Acara grand launching MNC Shop, di Jakarta, Senin (10/12/2012). Dalam foto, Jimmy Djunaidi Chief Commercial Officer MNC Shop (paling kiri), Reino R Barack CEO MNC Shop (kedua dari kiri), dan Yuli Susiyanto Chief Financial Officer MNC Shop (paling kanan).

 

Terkait dengan kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan, Reino R Barack, CEO MNC Shop, berujar bahwa media yang paling bisa diterima oleh masyarakat Indonesia adalah internet dan televisi. Akan tetapi, televisi lebih diunggulkan mengingat penetrasi internet yang masih tergolong rendah.

Bahkan, dia menuturkan, Indonesia adalah negara yang berada di peringkat kedua yang masyarakatnya paling sering menonton televisi dengan durasi sekitar 5 jam sehari. Atau, beda tipis dengan Brasil di peringkat pertama dengan durasi 5,5 jam. “Jadi, terbukti sekali dari iklan spending jatuhnya ke tv karena itu medium yang paling optimal di Indonesia,” sebut Reino, kepada para wartawan di acara peluncuran akbar MNC Shop, di Jakarta, Senin (10/12/2012).

Pengaruh televisi yang besar inilah yang menjadi salah satu pendorong didirikannya MNC Shop sebagai TV home shopping yang bisa ditonton di saluran televisi nomor 88 Indovision, Top TV dan Oke Vision. Jimmy Djunaidi, Chief Commercial Officer MNC Shop pun menambahkan, keberadaan usaha ini juga didorong oleh adanya pangsa pasar yang besar di Tanah Air.

Market-nya besar, populasi besar, pertumbuhan ekonomi kita bagus. Maka MNC memutuskan untuk masuk ke TV home shopping karena itu juga,” dia menambahkan.

Apa saja yang menjadi senjata dari MNC Shop untuk menggaet konsumen? Jimmy menyebutkan, pertama adalah MNC Shop ini bersifat lokal. Maksudnya, bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Sekalipun menggandeng perusahaan asal Korea Selatan untuk membentuk perusahaan ini, MNC Shop pun tak serta merta menggunakan pembawa acara asing, melainkan tetap orang Indonesia.

“Kedua, yang buat beda adalah yang saya sebut sebagai home shopping adalah barang-barangnya. Saya rasa saat ini di market yang punya lebih dari 10 SKU (stock keeping unit) mungkin nggak ada ya, baru kita,” jelas dia.

Tampilan di televisi yang berbeda pun menjadi keunggulan tersendiri. Apalagi, MNC Shop yang telah mengudara sejak awal Agustus lalu ini tayang selama 24 jam. Menurut Jimmy, inilah kondisi yang tidak bisa diikuti oleh perusahaan lain atau kompetitornya. Setelah melihat tayangan produk di televisi, konsumen pun bisa memesan melalui call center yang juga beroperasi 24 jam. Pesanan pun akan diantar melalui layanan “Next Day& Free Delivery Service” untuk 8 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Medan, Lampung, dan Makassar. Di kota-kota ini juga MNC Shop meletakkan Regional Distribution Center-nya. “Tapi yang paling tidak bisa diikutin (oleh kompetitor) adalah 24 jamnya,” sambung Jimmy.

“Kami ini 24 jam yang pertama dan yang terlengkap,” dia menegaskan.

Pembayaran pun bisa melalui beberapa cara, yakni transfer bank, cash on delivery, atau pembayaran melalui kartu kredit saat diantarkan. Dengan demikian, petugas yang mengantarkan dilengkapi dengan mesin electronic data capture (EDC). Bila pembayaran dicicil, perusahaan pun mengklaim tidak mengenakan bunga.

Untuk menggenjot bisnisnya ini, MNC Shop menggelontorkan belanja modal sebesar US$ 3,5 juta. Belanja modal ini ditargetkan akan terserap habis sampai semester I 2013. Dengan segala peluang dan kelebihan yang dipunyai, perusahaan pun optimistis akan balik modal dengan cepat. “Tiga tahun ke depan sudah break even point,” kata Yuli Susiyanto, Chief Financial Officer MNC Shop. (EVA)

SHARE SOCIAL MEDIA

LEAVE A REPLY


× 9 = nine