Home » Business Strategy » Pandu Logistics: Fokus pada Klien Perusahaan Multinasional

Pandu Logistics: Fokus pada Klien Perusahaan Multinasional

Pandu Logistics adalah pemain lokal di bisnis kurir dan jasa logistik. Setiap hari Pandu Logistics mendapatkan 30.000 transaksi, dengan klien utama, sekitar 90% adalah perusahaan multinasional. Bagaimana lika-liku bisnis Pandu Logistics? Wartawan SWA Rangga Wiraspati mewawancari dua eksekutif Pandu Logistics: Adnan Fadjar (AF), Sales & Marketing Vice President dan Jimmi Krismiardhi (JK), Area & Service Vice President. Berikut ini wawancaranya:

Bidang logistik apa yang digeluti Pandu Logistics?

JK: Pandu Logistics merupakan total logistic provider. Kami awalnya penyedia jasa kiriman ekspres. Seiring perkembangan bisnis dan permintaan konsumen, kami menambah daya servis dengan menyiapkan gudang dan juga memeperkuat jalur pengiriman melalui air, darat, dan udara. Saat ini kami sudah melangkah lebih jauh, karena tidak hanya sebagai transporter, kami juga berperan sebagai konsultan dalam jasa logistik. Kami memberikan konsultasi pada klien perusahaan kami agar dapat melakukan aktivitas logistiknya secara lebih efisien. Kami melakukan pengukuran jarak dan waktu pengiriman barang dan juga estimasi biaya kepada klien yang berkonsultasi dengan kami. Kami juga mengusulkan moda transportasi yang cocok bagi klien, sesuai dengan order yang diminta.

Siapa saja target pasar Pandu Logistik?

AF: Saat ini klien kami antara lain perusahaan-perusahaan seperti telekomunikasi, farmasi, dan FMCG (fast moving consumer goods) misalnya. Akan tetapi kami saat ini tidak melayani pengiriman produk-produk perusahaan, lebih kepada kebutuhan suku cadang dan alat berat (heavy equipment) perusahaan-perusahaan tersebut. Kami lebih fokus kepada klien perusahaan, terutama multinational companies.

Dalam sebulan ada berapa transaksi yang ditangani Pandu Logistik?

Adnan Fadjar, Pandu Logistics, logistik, kurir

Adnan Fadjar

JK: Untuk keseluruhan Indonesia, dalam sehari kami bisa sampai 30.000 transaksi. Range harganya tergantung kebutuhan konsumen, faktor-faktor yang mempengaruhinya, antara lain, moda transportasi yang digunakan dan jarak tempuh tujuannya. Pandu Logistic itu 90% melayani kebutuhan untuk perusahaan, sementara untuk ritel hanya kurang dari 5%, sehingga kami sulit untuk menyebutkan patokan harganya. Sangat relatif dan bervariasi karena tergantung saat kami memberikan saran dan konsultasi kepada klien.

AF: Untuk harga, hitungan muatannya bermacam-macam, bisa per kilogram, per container, ataupun per kubik. Untuk pengiriman lewat udara, patokan kami per kilogram. Untuk semua moda transportasi, harga tetap fleksibel tergantung klien menginginkan berapa lama waktu pengiriman. Area yang dituju pun mempengaruhi. Semua sesuai konsultasi dan negosiasinya dengan klien.

Berapa pertumbuhan volume dan nilai omset per tahun?

JK: Rata-rata pertumbuhan volume kami 20-25% per tahun. Untuk nilai omset maaf kita tidak bisa share, karena kami agak sensitif mengenai hal ini.

AF: Dalam sehari kita ada kurang lebih 30.000 transaksi, tetapi jumlah omset kami per tahun belum mencapai angka triliun.

Apa kekuatan Pandu sebagai perusahaan logistik?

JK: Kami memiliki jaringan domestik yang kuat, sampai saat ini kami memiliki kurang lebih 350 sales point di seluruh Indonesia. Selain itu kami unggul dalam keahlian dan pengalaman pengiriman barang bagi berbagai jenis industri. Kami juga didukung oleh sistem IT yang baik sehingga pelayanan kami sangat visible bagi konsumen.

AF: Perkembangan perusahaan kami berjalan seiring dengan tumbuhnya kepercayaan konsumen terhadap pelayanan kami. Salah satu faktor yang dapat membuat kami bertahan terus sampai sekarang adalah dukungan dan kepercayaan dari asosiasi procurement perusahaan-perusahaan multinasional.

Bagaimana Pandu Logistic memanfaatkan sistem IT untuk pelayanan?

Jimmi Krismiyardhi

Apa strategi Pandu Logistic untuk meningkatkan pelayanan dan bersaing dengan pemain lain?

JK: SDM adalah kunci bagi pelayanan kami, maka kami wajib mengembangkan mereka melalui serangkaian pelatihan internal maupun eksternal dan juga kami menyiapkan mekanisme jenjang karier yang manusiawi untuk mereka. Kemudian pengembangan teknologi IT akan terus dilaksankan demi kenyamanan dan kepastian pelayanan bagi konsumen. Kami juga akan berekspansi. Saat ini kami terus melakukan riset terhadap daerah-daerah yang terpencil atau infrastrukturnya belum maju. Riset kami lakukan agar kami dapat menemukan metode-metode pengiriman barang yang efektif bagi daerah-daerah tersebut dan juga agar kami dapat memperbanyak sales point kami.

Bagaimana peluang bisnis logistik di Indonesia dari sudut pandang Pandu?

JK: Besar sekali. Pemerintah Indonesia memiliki program yang bernama pengembangan SISLOGNAS (Sistem Logistik Nasional). Program pengembangan SISLOGNAS ini bertema ‘locally integrated, globally connected’. Di tahun 2025 nanti akan tercipta Integrasi Jejaring Logistik Global. Pada tahapan implementasinya, sekarang pemerintah berfokus pada penguatan sistem logistik domestik pada periode 2011-2015. Maka sampai tahun 2015 pemerintah akan mempersiapkan berbagai infrastruktur seperti jembatan, jalan-jalan besar, jalan tol, dsb. Pada periode tersebut pelaku penyedia jasa logistik lokal dan nasional dituntut untuk menjadi pemain andal dan berdaya saing global. Wilayah Indonesia sangat luas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi, maka peluang pertumbuhan bisnis logistik Indonesia sangat besar. Pertumbuhan bisnis logistik linear dengan booming-nya ekonomi Indonesia. Pemicu bagi pertumbuhan bisnis logistik adalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang ada di Indonesia. Untuk mengejar target tersebut kami perlu mengasah SDM kami dan mengembangkan kapasitas. Kami berharap pemerintah akan mendukung pemain lokal dengan membangun infrastruktur yang memadai. Pembangunan infrastruktur akan menekan biaya operasional kami, sehingga harga kepada klien akan lebih efisien.

Apa rencana Pandu Logistic untuk menangkap peluang itu?

JK: Pengembangan SDM, Perbaikan prosedur operasional bisnis, pengembangan kapasitas melalui penguatan infrastruktur yang kami miliki.

AF: Penambahan kapasitas akan disesuaikan dengan rencana pemerintah dalam membangun infrastruktur.

Apa saja kendala yang dihadapi Pandu Logistic?

JK: Pertama adalah kebijakan pemerintah yang tidak terlalu berpihak kepada kami. Kedua, infrastruktur yang tidak seimbang di pusat dan di daerah. Ketiga, sistem kerja di airport, pelabuhan, dan tempat transit lainnya di lokal yang berantakan. Terakhir, belum adanya sertifikasi resmi bagi pelaku industri logistik. Artinya, tidak ada standarisasi bagi profesi industri logistik.

Bagaimana kans menghadapi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015 bagi bisnis logistik?

JK: Tentunya pihak asing terutama pemain bisnis logistik luar memiliki SDM berkualitas, uang yang lebih banyak, dan teknologi yang canggih. Kami perlu meningkatkan kemampuan untuk menghadapi datangnya MEA dan pemain asing di tahun 2015. Saat ini banyak investor asing dan pelaku bisnis asing yang tertarik dengan Indonesia. Celah bagi kami adalah kami ahli dan berpengalaman dalam penguasaan medan logistik di Indonesia. Berbekal pengalaman pada skala nasional, seharusnya kami sebagai pemain lokal bisa berperan dominan pada tahun 2015.

Apa jurus Pandu Logistik untuk bersaing dengan pemain luar?

JK: Jurus untuk bersaing dengan pemain luar adalah meningkatkan level SDM, kapasitas, tenkologi, dan infrastruktur kami. Memang untuk faktor-faktor tersebut kami masih kalah bersaing dengan pemain luar, akan tetapi mereka tidak memiliki keahlian dan pengalaman dalam penguasaan medan di Indonesia yang sangat beranekaragam kondisinya. Kami juga harus memastikan konsumen-konsumen tetap kami sekarang terlayani dengan baik. Terkadang kami kalah bersaing karena klien perusahaan asing misalnya, sudah memiliki global agreement dengan pemain luar untuk menangani urusan logistik di Indonesia. Namun belakangan banyak juga perusahaan asing yang memercayakan urusan logistiknya kepada pemain lokal karena kami menguasai medan. Kesulitannya adalah kami harus mengikuti standar dan persyaratan yang mereka terapkan untuk pengerjaan logistik.

AF: Kami memberikan penjelasan kepada klien perusahaan asing bahwa moda transportasi logistik di Indonesia spesial dibandingkan dengan di Eropa atau di ASEAN misalnya. Keadaan alam kita unik dibandingkan negara lain, sehingga butuh solusi yang berbeda. Di Indonesia semua moda transportasi baik darat, laut, dan udara harus digunakan.

SHARE SOCIAL MEDIA

LEAVE A REPLY


+ five = 6