Home » Business Strategy » SCG Bukukan Keuntungan US$ 193 juta

SCG Bukukan Keuntungan US$ 193 juta

Share :

    SCG atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama The Siam Cement Group merupakan salah satu konglomerat terkemuka di ASEAN yang bergerak di lima bidang bisnis yaitu SCG Chemicals, SCG Paper, SCG Cement, SCG Building Materials dan SCG Distribution. Awal Maret lalu, Kan Trakulhoon, President & CEO SCG sempat datang ke Indonesia dan berbagi informasi mengenai SCG.

    Tahun 2011 lalu, SCG mengakuisisi 30 persen saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan 93,5 persen saham PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk, dan 99 persen saham PT Kokoh Inti Arebama Tbk. Belakangan ini, SCG juga memperoleh 100 persen saham Boral Indonesia, yang bergerak dalam bisnis bahan bangunan, dengan harga US$ 135 juta 4,300 miliar Baht. Boral Indonesia (BI) merupakan produsen beton siap-campur dengan kapasitas sebesar 2,2 juta meter persegi di 40 pabrik yang tersebar di seluruh Jawa dan Sumatra. Investasinya di Indonesia pada 2011 mencapai US$ 700 juta. Saat ini, total asset SCG Indonesia meningkat tujuh kali lipat ke angka US$ 877 juta (27,185 miliar Baht). Di 2012 ini, SCG juga berencana membangun pabrik di Sukabumi, Jawa Barat dengan nilai investasi US$ 300.

    Kini, SCG membawahi lebih dari 200 perusahaan dan 38.000 pekerja dan telah beroperasi di Indonesia selama 17 tahun sejak 1995, dan memiliki 18 perusahaan hingga saat ini, yaitu Surya Siam Keramik, Semen Jawa, SCG Trading Indonesia, Siam Indo Concrete, Siam Indo Gypsum, Keramica Indonesia Assosiasi Tbk, Kia Serpi Mas, Kia Keramik Mas, Kokoh Inti Arebama Tbk, TPC Indo, Siam Maspion Terminal, PT CPAC Surabaya, Boral Indonesia, Boral Pipe and Precast Indonesia, Jaya Ready Mixed, M Class, TPPI dan Chandra Asri. Tercatat hingga 31 Maret 2012, total asset SCG adalah US$ 12.477 juta (386,780 miliar Baht).

    Di Bangkok tanggal 25 April 2012 kemarin, SCG mengumumkan performa kegiatan operasional pada kuartal pertama 2012 yang menunjukkan peningkatan pendapatan dari penjualan. Sementara itu keuntungannya menurun dibandingkan tahun lalu karena turunnya chemicals margins. Kan mengungkapkan, laporan keuangan SCG dan anak-anak perusahaannya yang belum diaudit pada periode Q1/2012 menunjukkan keuntungan sebesar US$ 193 juta atau setara 5,972 miliar Baht, atau mengalami penurunan sebesar 35 persen dari tahun sebelumnya karena turunnya chemicals margins akibat persedian yang berlebihan serta permintaan yang menurun di lingkup global. Pendapatan dari penjualan meningkat 11 persen dari tahun sebelumnya sebesar US$ 3,319 miliar atau 102,884 miliar Baht yang berasal dari peningkatan volume dan kenaikan harga produk hampir di seluruh bidang bisnis.

    Berdasarkan basis per kuartal, keuntungan pada periode ini meningkat 87 persen dibanding kuartal yang lalu seiring dengan pulihnya bisnis semen dan peralatan bahan bangunan sejak musibah banjir yang menimpa Thailand pada kuartal 4 tahun 2011 lalu. Tercatat pendapatan dari penjualan meningkat sebesar 17 persen per kuartal. Sedangkan untuk hasil dari kegiatan operasional SCG Indonesia pada Q1 2012, tercatat pendapatan penjualan sebesar US$ 67,5 juta atau setara 2,093 miliar Baht. Angka tersebut meningkat 80 persen dari tahun sebelumnya.

    Berikut adalah laporan hasil operasional dari bisnis-bisnis SCG untuk Q1/2012 :

    SCG Chemicals : Pada Q1/2012, SCG Chemicals mencatat pendapatan penjualan sebesar US$ 1.706 juta (52,900 miliar Baht) yang mengalami peningkatan 9 persen dari tahun sebelumnya karena peningkatan volume penjualan. Keuntungan untuk periode ini sebesar US$ 40 juta (1,240 miliar Baht), atau mengalami penurunan sebesar 74 persen dari tahun sebelumnya.

    SCG Paper : Pada Q1/2012, SCG Paper mencatat pendapatan dari penjualan sebesar US$ 451 juta (13,985 miliar Baht) atau peningkatan 2 persen dari tahun sebelumnya yang berasal dari bisnis kertas packaging. Keuntungan untuk periode ini sebesar US$ 33 juta (1,010 miliar Baht) atau mengalami penurunan sebesar 4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    SCG Cement : Pada Q1/2012, SCG Cement mencatat pendapatan dari penjualan sebesar US$ 519 juta atau 16,091 miliar Baht, atau peningkatan sebesar 13 persen dari tahun sebelumnya. Keuntungan untuk periode ini sebesar US$ 81 juta (2,519 miliar Baht) atau mengalami peningkatan sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya.

    Kan mengatakan, SCG selalu berusaha untuk memiliki High Value Added (HVA) di setiap produk guna mencapai 50 persen total penjualan pada tahun 2015 sesuai dengan strategi bisnis perusahaan. Pada Q1/2012, penjualan HVA mencapai angka 34 persen dari total penjualan (35,154 miliar Baht), dan tercatat peningkatan sebesar 25 persen dari periode yang sama tahun lalu.

    Sesuai dengan rencara eskpansi di ASEAN, SCG terus melangkah ke depan dengan visi untuk menciptakan ASEAN Economic Community. Pada pergerakan terakhirnya, Thai Plastic and Chemicals (TPC) telah membeli saham dua perusahaan pipa plastik di Vietnam, Binh Minh Plastics Joint Stock Company (BMP) dan Tien Phong Plastics Joint Stock Company (NTP), sebesar 16,73 persen dan 22,67 persen dari seluruh total saham. Bisnis SCG di ASEAN tercatat mengalami peningkatan pesat dengan 10.000 pekerja di luar Thailand atau sama dengan 26 persen total pekerja SCG, dibandingkan dengan misi perusahaan untuk mencapai 25 persen di tahun 2015.

    Bisnis SCG di pasar ASEAN (kecuali Thailand), mencatat pendapatan dari penjualan sebesar US$ 205 juta (6,367 miliar Baht) pada Q1/2012, meningkat 21 persen dari periode yang sama tahun lalu, yaitu 6 persen dari total penjualan SCG. Total asset SCG ASEAN hingga 31 Maret 2012 sebesar US$ 1.707 juta (52,900 miliar Baht), atau merupakan 14 persen total asset dari SCG.

    Share :

      SHARE SOCIAL MEDIA

      LEAVE A REPLY


      nine − = 4