TEI 2012 Targetkan Transaksi 2 Miliar Dolar AS

Share :

    Trade Expo, Pameran, Dagang, Internasional, Indonesia, TEIDalam ajang promosi merek Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2012, yang akan digelar pada 17-21 Oktober mendatang di Jakarta International Expo dengan tema “Trade with Remarkable Indonesia”, ditargetkan terjadi transaksi mencapai US$ 2 miliar dan 6000 pembeli asing datang ke ajang ini.

    “Yang paling penting adalah target transaksi, yaitu US$ 2 miliar,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami pada acara konferensi pers TEI 2012 di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (9/10). Target transaksi tahun ini tergolong ambisius mengingat transaksi tahun lalu hanya mencapai US$ 460 juta.

    Terkait target yang tinggi ini, Gusmardi mengakui bahwa cukup sulit mencapai target ini di tengah kelesuan kondisi perekonomian global. “Kami tidak menentukan kenaikan target 10% atau 20% dari tahun lalu, tapi kita coba untuk menggantungkan target setingginya. Kalau kita hanya targetkan pertumbuhan 5% atau 10%, hanya dengan duduk-duduk pun bisa. Itu safety player namanya,” ujar Gusmardi.

    Selain itu, 6000 pembeli asing ditargetkan akan hadir dalam ajang ini. Hingga 6 Oktober 2012, jumlah pembeli asing yang sudah mengonformasikan kehadirannya berjumlah 4.326 orang dari 90 negara. “Target buyer, terus terang kita targetkan sekitar 6000 pembeli dari 100 negara. Saat ini sudah ada 4.326 pembeli dari 90 negara. Mudah-mudahan 8 hari lagi target tersebut dapat tercapai,” ungkap Gusmardi.

    Dikatakan Gusmardi, ajang yang akan diisi oleh sekitar 2.000 eksibitor ini, akan memberi peluang bagi para pelaku usaha di Indonesia untuk bertemu dengan lebih dari 4.000 pembeli asing. Namun, Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang juga hadir dalam acara itu, mengatakan bahwa juga penting untuk menghadirkan para pengusaha daerah ke ajang itu agar terdapat pengetahuan mengenai ragam produksi antar sesama pengusaha.

    Menurut Sofjan, banyak pengusaha lokal di daerah tidak mengetahui ragam produk yang dibuat oleh pengusaha daerah. “Dengan pengetahuan mengenai ragam produk antar sesama pengusaha daerah ini, para pengusaha daerah ini tidak perlu impor lagi barang-barang yang sudah bisa dibuat di dalam negeri,” ungkapnya. Hal ini, lanjutnya, menjadi penting di tengah defisit perdagangan yang dialami Indonesia dan dapat berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia.

    Sebagai informasi, pada TEI 2011 lalu, lima negara yang melakukan terbesar yaitu India (11%), Nigeria (7%), Malaysia (6%), Inggris (5%), dan Jepang (5%).

     

    Share :

      by Denoan Rinaldi on 9th Oct 12
      Posted in Business Strategy, Marketing

      Share

      View or Post Comments.