<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWA.co.id &#187; Financial Report</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/category/financial-report/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id</link>
	<description>SWA Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 14:21:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Lenovo Raup Laba Bersih US$ 153,46 Juta di Q4 2011</title>
		<link>http://swa.co.id/corporate/lenovo-raup-laba-bersih-us-15346-juta-di-q4-2011</link>
		<comments>http://swa.co.id/corporate/lenovo-raup-laba-bersih-us-15346-juta-di-q4-2011#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 13:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellyzar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Report]]></category>
		<category><![CDATA[Capital Markets]]></category>
		<category><![CDATA[CIMB]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Cream Sandwich]]></category>
		<category><![CDATA[join venture]]></category>
		<category><![CDATA[LeGarden]]></category>
		<category><![CDATA[Lenovo]]></category>
		<category><![CDATA[Medion]]></category>
		<category><![CDATA[NEC]]></category>
		<category><![CDATA[NEC corp]]></category>
		<category><![CDATA[PC]]></category>
		<category><![CDATA[smart TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=29273</guid>
		<description><![CDATA[Lenovo berhasil meraup laba bersih US$ 153,46 juta dalam kurun tiga bulan yang berakhir pada Desember 2011, naik 54% dari  <a href="http://swa.co.id/corporate/lenovo-raup-laba-bersih-us-15346-juta-di-q4-2011">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lenovo berhasil meraup laba bersih US$ 153,46 juta dalam kurun tiga bulan yang berakhir pada Desember 2011, naik 54% dari US$ 99,65 juta di awal tahun. Tak hanya itu, saham perusahaan yang berbasis di Beijing, Hong Kong ini mampu melesat hingga titik tertinggi dalam kurun tiga setengah tahun ini.</p>
<p><img class="alignleft" title="lenovo / IST" src="http://swa.co.id/wp-content/uploads/2012/02/lenovo.jpg" alt="" width="200" height="200" />Laporan keuangan Lenovo selama beberapa kuartal terakhir ini memang menguat, terutama didorong oleh peningkatan pangsa pasar global setelah mengakuisisi Medion asal Jerman serta <em>join venture </em>dengan NEC Corp asal Jepang. Tak hanya itu, Lenovo pun sukses menjangkau pasar berkembang seperti Cina. “Pertumbuhan PC secara keseluruhan tidak begitu menarik tapi alasan kami menyukai Lenovo adalah kemampuan mereka meningkatkan pangsa pasar,” kata Jonathan Ng, analis CIMB Research di Singapura.</p>
<p>Kinerja Lenovo di Cina juga menjadi alasan kuat. “Performa Lenovo di Cina cukup menjadi faktor utama mengapa mereka berhasil melampaui perkiraan analis di kuartal ini. Lenovo terus meningkatkan pangsa pasar dan margin mereka,” Jenny Shih, analis di Daiwa CapitalMarkets. Cina menyumbang 42% dari total penjualan Lenovo. Pangsa pasar Cina naik 3,1 poin dalam satu tahun menjadi 35%.</p>
<p>“Kinerja Lenovo pun cukup baik di beberapa pasar yang matang. Amerika Serikat misalnya, mengalami peningkatan pangsa pasar seiring beberapa pengguna PC komersial berpindah ke Lenovo karena kekhawatiran atas manajemen dan strategi HP,” kata Shih lagi. Analis mengatakan, Lenovo yang berhasil menyingkirkan Dell Inc untuk berada di posisi setelah Hewlett Packard Co selaku raja di penjualan PC, harus meningkatkan pangsa pasar di ranah tablet dan smartphone.</p>
<p>Lenovo melakukan diversifikasi ke dunia smartphone dan tablet dengan memperkenalkan LePhone dan LePad, meskipun tertinggal dari pemain utama seperti Apple Inc, Samsung Electronics Co Ltd dan perusahaan Cina lain seperti Huawei Technologies dan ZTE Corp. Di kuartal fiskal terakhir, Lenovo mengapalkan 400 ribu tablet secara global dan 6,5 juta handset, termasuk smartphone. Saat ini, Lenovo menjadi penyedia tablet nomor dua terbanyak di Cina, setelah Apple.</p>
<p>“Untuk pasar tablet, tidak ada pesaing besar di luar sana yang mampu bersaing dengan Apple(secara global),” kata Ng lagi. “Tapi jika Anda melihat Cina, nama merek Lenovo cukup kuat.” Lenovo juga meluncurkan toko aplikasi online bernama LeGarden dan smart TV pertama yang memanfaatkan sistem operasi Android terbaru, &#8216;Ice Cream Sandwich&#8217;, dari Google Inc. Perusahaan mengatakan televisi itu akan dijual April namun hanya tersedia di Cina, untuk tahap pertama, karena perusahaan harus menggandeng lebih banyak penyedia konten dan operator sebelum memperluas penjualan secara global.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/corporate/lenovo-raup-laba-bersih-us-15346-juta-di-q4-2011/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Infomedia Targetkan Pendapatan 2012 Sebesar Rp 1,3 Triliun</title>
		<link>http://swa.co.id/corporate/financial-report/infomedia-targetkan-pendapatan-2012-sebesar-rp-13-triliun-2</link>
		<comments>http://swa.co.id/corporate/financial-report/infomedia-targetkan-pendapatan-2012-sebesar-rp-13-triliun-2#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 10:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eva Martha Rahayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Financial Report]]></category>
		<category><![CDATA[3 Triliun]]></category>
		<category><![CDATA[Infomedia]]></category>
		<category><![CDATA[Sebesar Rp 1]]></category>
		<category><![CDATA[Targetkan Pendapatan 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=29288</guid>
		<description><![CDATA[PT Infomedia Nusantara (Infomedia) berhasil membukukan pendapatan tahun 2011 melampaui target yang sudah ditetapkan sebesar Rp 1,07 triliun. Pencapaian operating  <a href="http://swa.co.id/corporate/financial-report/infomedia-targetkan-pendapatan-2012-sebesar-rp-13-triliun-2">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><span>PT Infomedia Nusantara (Infomedia) berhasil membukukan pendapatan tahun 2011 melampaui target yang sudah ditetapkan sebesar Rp 1,07 triliun. Pencapaian operating revenue Infomedia ini meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA tumbuh sebesar 19% menjadi Rp 245,72 miliar, sedangkan net income juga meningkat 14% menjadi Rp 143,4 miliar. Keberhasilan Infomedia ini telah menambah jajaran anak perusahaan Telkom dengan pendapatan diatas Rp 1 triliun.</span></p>
<div id="attachment_29289" class="wp-caption alignleft" style="width: 262px"><a href="http://swa.co.id/corporate/financial-report/infomedia-targetkan-pendapatan-2012-sebesar-rp-13-triliun-2/attachment/infomedia-2" rel="attachment wp-att-29289"><img class="size-full wp-image-29289" src="http://swa.co.id/wp-content/uploads/2012/02/Infomedia1.jpeg" alt="" width="252" height="166" /></a><p class="wp-caption-text">M. Awaluddin/investor.co.id</p></div>
<p align="JUSTIFY"><span>Revenue tersebut dikontribusikan oleh </span><span><em>legacy product</em></span><span> yang terdiri dari Layanan Yellow Pages Directory dan Special Directory sebesar Rp 287,6 miliar (growth 10,4%), Layanan Contact Center Rp 636,5 miliar (growth 20,1%) serta Printing &amp; Publishing sebesar Rp 71,8 miliar (growth 14,4%). Pada </span><span><em>new wave business</em></span><span>, portofolio Business Process Outsourcing memberikan kontribusi sebesar Rp 66 miliar (growth 406,3%), ditambah dari portofolio Digital Rich Content sebesar Rp 8,3 miliar (growth 222,6%). Kontribusi terbesar untuk mendongkrak pendapatan Infomedia pada tahun 2011 datang dari lini bisnis Contact Center &amp; Outsourcing Services yang mencapai 66%, menyusul Digital Media &amp; Rich Content (DMRC) 27% dan bisnis Printing &amp; Publishing 7%.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Pencapaian Infomedia hingga akhir tahun 2011 juga ditandai melalui kinerja operasional yang luar biasa, diperlihatkan oleh pertumbuhan jumlah customer yang signifikan dari beberapa portofolio produk yang dikelola. Untuk portofolio Directory &amp; Advertising, jumlah customer Online Advertising yang dikelola telah mencapai 581 customer atau tumbuh 141% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Customer Mobile Content mencapai 378 customer enterprise atau tumbuh sebesar 7460%. Jumlah customer Printed Yellow Pages yang dikelola oleh Infomedia sampai dengan Triwulan IV/2011, telah mencapai sekitar 15.375 customer atau tumbuh 3%, dan untuk customer Contact Center berjumlah 88 customer enterprise atau tumbuh 151% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.</span></p>
<p align="JUSTIFY">“<span>Tahun 2012 Infomedia menargetkan pendapatan Rp 1,3 triliun atau tumbuh 21%,” ujar Presiden Dirktur Infomedia, Muhammad Awaluddin. Dijelaskannya bahwa untuk mencapai target tersebut beberapa aksi korporasi sudah disiapkan. Kehadiran berbagai bisnis baru, diyakini akan dapat mendukung pencapaian </span><span><em>revenue</em></span><span> Infomedia tahun 2012. Untuk tahun 2012 ini terdapat 7 (tujuh) portofolio bisnis yang dimiliki Infomedia akan memberikan kontribusi, sebagai berikut : CRM Services 55%, HR Services 10%, Operation Services 1%, Data Analytics 1%, Digital Rich Content 1%, Directory &amp; Advertising sebesar 26% dan Printing &amp; publishing yang berkontribusi sebesar 6%. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Pada bisnis CRM Services, Infomedia berbasis pada bisnis eksisting, yaitu contact center, dimana pada tahun 2012 bisnis model layanannya akan dikembangkan dari segmen B2B menjadi retail B2C dan </span><span><em>white label</em></span><span> dengan platform cloud contact center dimana kedepannya CRM Services Infomedia juga akan menjadi penyedia layanan contact center untuk </span><span><em>provider</em></span><span> contact center lainnya. Sedangkan pada bisnis HR Services di tahun 2012, Infomedia menfokuskan pada pengelolaan bisnis penyediaan SDM untuk pekerjaan alih daya </span><span><em>(HR Outsourcing)</em></span><span> melalui proses rekruitmen, seleksi secara ketat dan bagaimana cara mengelola SDM tersebut, sehingga dapat diperoleh SDM dengan kualitas kompetensi prima serta tergaransi untuk siap guna sebagai tenaga kerja bagi perusahaan klien.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Upaya </span><span><em>exploring new wave business </em></span><span>juga dilakukan Infomedia pada bisnis Advertising. Bisnis baru ini ditargetkan dapat memberikan solusi kreatif untuk mempromosikan produk dan layanan pelanggan dengan keunggulan yang ditawarkan selain melalui pengelolaan traditional advertising, juga melalui digital advertising berbasis teknologi, seperti </span><span><em>online ads, mobile ads, digital signage</em></span><span> dll. Tahun ini diharapkan bisnis advertising Infomedia dapat menjangkau </span><span><em>target market viewer</em></span><span> yang dibutuhkan klien melalui model bisnis tersebut. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Demikian halnya pula dengan bisnis Digital Rich Content (DRC) Infomedia yang senantiasa memberikan </span><span><em>value added services</em></span><span> berupa produk–produk </span><span><em>new media</em></span><span> kepada </span><span><em>advertiser</em></span><span> produk </span><span><em>printed </em></span><span>Direktori eksisting. Selain itu, Infomedia melalui bisnis GooDizz pada tahun 2012 menargetkan </span><span><em>revenue</em></span><span> sebesar Rp 3 miliar dengan menggaet 1.000 </span><span><em>merchant</em></span><span> dengan 1 juta </span><span><em>registered member</em></span><span> yang akan memperluas jangkauan bisnis di kota besar lainnya, seperti Bandung dan Surabaya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Infomedia juga terus melakukan pengembangan bisnis diluar pasar Telkom Group (non group market) salah satunya melalui optimalisasi </span><span><em>basic customer base</em></span><span> dari bisnis eksisting serta mengembangkan model bisnis yang fleksibel untuk menarik customer. Diversifikasi bisnis tetap dilakukan untuk menambah kompetensi Infomedia yang juga masuk ke bisnis Data Analytics. Pada tahun 2012 ini, penguatan pada bisnis Data Analytics akan mencakup penyediaan informasi yang ter-</span><span><em>cluster</em></span><span> dalam hal penyediaan </span><span><em>telecommunication competition landscape</em></span><span>, menjadi lembaga survey berbasis tele-survey dengan dukungan teknologi </span><span><em>Computer-assisted telephone interviewing</em></span><span> (CATI), maupun field survey dan terakhir dapat mendukung </span><span><em>cross selling </em></span><span>dan </span><span><em>up-selling</em></span><span><em>product</em></span><span>/</span><span><em>services.</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Di portofolio Printing and Publishing, Infomedia yang sebelumnya menggarap pasar </span><span><em>enterprise</em></span><span>, di tahun 2012 ini mulai masuk ke pasar retail dengan mengembangkan retail store printing dengan dukungan perangkat digital printing dan offset printing.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Menyikapi ketatnya kompetisi bisnis informasi di tahun 2012, Infomedia menerapkan beberapa strategi efisiensi antara lain : perbaikan </span><span><em>cost structure</em></span><span> yang berkaitan dengan pengelolaan bisnis, </span><span><em>streamlining business process</em></span><span>, metode kerja dan pengukuran kinerja (</span><span><em>Service Level Guarantee</em></span><span> internal dan eksternal). Selain itu Infomedia juga melakukan optimalisasi aset untuk bisa di utilisasi dengan tetap mempertimbangkan standby capacity untuk menangkap peluang bisnis memerlukan percepatan sesuai permintaan dari customer. Efisiensi juga dilakukan melalui peningkatan strategi aliansi kerjasama bisnis sehingga terjadi sharing cost dan resiko bisnis, di samping juga terus meningkatkan sinergi dengan Telkom Group dalam penggunaan resources yang mendukung program-program efisiensi.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Seiring penguatan portofolio bisnis tersebut, Infomedia menyediakan anggaran belanja CAPEX pada tahun 2012 sebesar Rp 100 miliar yang dominan berasal dari sumber pendanaan internal kas perusahaan, yang akan dipergunakan untuk mendukung ekspansi bisnis Infomedia kedepan melalui strategi organik, maupun anorganik (akuisisi, merger dll.) yang akan membuka peluang pasar bagi pengembangan bisnis–bisnis baru Infomedia. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/corporate/financial-report/infomedia-targetkan-pendapatan-2012-sebesar-rp-13-triliun-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profit UBS Kuartal Empat 2011 Turun 76%</title>
		<link>http://swa.co.id/corporate/profit-ubs-kuartal-empat-2011-turun-76</link>
		<comments>http://swa.co.id/corporate/profit-ubs-kuartal-empat-2011-turun-76#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 11:49:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellyzar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Report]]></category>
		<category><![CDATA[Sergio Ermotti]]></category>
		<category><![CDATA[UBS Bank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=29022</guid>
		<description><![CDATA[UBS AG mengatakan profit di kuartal keempat 2011 turun 76% setelah investment bank tersebut melaporkan kerugian kuartalan kedua berturut-turut. Laba  <a href="http://swa.co.id/corporate/profit-ubs-kuartal-empat-2011-turun-76">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>UBS AG mengatakan profit di kuartal keempat 2011 turun 76% setelah <em>investment bank </em>tersebut melaporkan kerugian kuartalan kedua berturut-turut. Laba bersih turun dari 1,66 miliar franc di periode awal tahun menjadi 393 juta franc (US$ 427 juta), ujar bank yang berbasis di Zurich tersebut.</p>
<p><img class="alignleft" title="UBS / IST" src="http://swa.co.id/wp-content/uploads/2012/02/UBS.jpg" alt="" width="200" height="200" />CEO Sergio Ermotti yang mengambil alih posisi tersebut dari Oswald Gruebel pada September lalu, menyebutkan bahwa penyusutan profit itu terkait persyaratan modal yang makin ketat dan utang Eropa melukai profitabilitas peusahaan. UBS, November lalu, mengumumkan akan menurunkan pendapatan tetap bisnis dan memotong aset berisiko tinggi di bawah aturan Basel III, hampir setengahnya.</p>
<p>Terkait dengan krisis utang Eropa dan prospek ekonomi global yang melukai pendapatan kuartal terakhir, hal tersebut mungkin berdampak pada aktivitas klien di kuartal ini, ujar Ermotti dan <em>Chairman </em>Kaspar Villiger dalam keterangan resmi kepada pemegang saham. “Perbaikan di level aktivitas kuartal pertama dan volume perdagangan mungkin gagal terwujud sepenuhnya. Ini akan membebani hasil keseluruhan untuk kuartal mendatang, terutama untuk bank investasi.”</p>
<p>UBS juga mengkonfirmasi rencana untuk pembagian dividen sebesar 20 sen per saham di 2011, inilah kas pembayaran pertama sejak 2006. Bank tersebut sempat mengalami peningkatan saham sekitar 18% di Bursa Saham Zurich. Laba sebelum pajak pada unit pengelolaan kekayaan naik 2% menjadi 471 juta franc dibandingkan awal tahun ini. Sementara itu, divisi pengelolaan kekayaan pun mengalami perbaikan dari merugi 32 juta franc menjadi profit 114 juta franc.</p>
<p>UBS tidak sendiri dalam melaporkan pendapatan yang anjlok dan kerugian di bisnis sekuritas untuk kuartal ini karena krisis utang. Deutsche Bank AG, bank terbesar asal Jerman, minggu lalu melaporkan profit kuartal keempat yang turun 76% dan rugi sebelum pajak sebesar 422 juta euro (US$ 554 juta). Credit Suisse yang melaporkan pendapatan pada 9 Februari, juga memproyeksikan penurunan profit sebesar 53% menjadi 396 juta franc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/corporate/profit-ubs-kuartal-empat-2011-turun-76/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjualan Q1 2012 HTC Diperkirakan US$ 2,2 Miliar</title>
		<link>http://swa.co.id/corporate/penjualan-q1-2012-htc-diperkirakan-us-22-miliar</link>
		<comments>http://swa.co.id/corporate/penjualan-q1-2012-htc-diperkirakan-us-22-miliar#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellyzar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Report]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[HTC]]></category>
		<category><![CDATA[HTC Corp]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[S3]]></category>
		<category><![CDATA[S3 Graphic]]></category>
		<category><![CDATA[Smartphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=28970</guid>
		<description><![CDATA[HTC Corp, produsen smartphone terbesar kedua di Asia, memproyeksikan penjualan di kuartal pertama 2012 sebesar NT$ 65 miliar (US$ 2,2  <a href="http://swa.co.id/corporate/penjualan-q1-2012-htc-diperkirakan-us-22-miliar">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HTC Corp, produsen smartphone terbesar kedua di Asia, memproyeksikan penjualan di kuartal pertama 2012 sebesar NT$ 65 miliar (US$ 2,2 miliar) hingga NT$ 70 miliar. Selain itu, perusahaan pun memperkirakan pendapatan di periode yang sama sebesar NT$ 84,9 miliar.</p>
<p><img class="alignleft" title="HTC_Logo" src="http://swa.co.id/wp-content/uploads/2012/02/HTC_Logo.jpg" alt="" width="200" height="200" />Perusahaan yang tidak mengumumkan proyeksi jumlah pengapalan produk smartphone di kuartal pertama itu tengah bersaing dengan Apple dan Samsung Electronics. Minimnya model perangkat baru di kuartal ini mungkin menghambat upaya HTC dalam mengejar ketinggalan dengan para pesaing yang unggul. Apalagi, dunia smartphone kian digandrungi di hampir semua lapisan masyarakat.</p>
<p>“Ini akan menjadi masa transisi bagi mereka (HTC) karena penjualan model sebelumnya tampak buruk dan mereka menunggu keberadaan produk yang segar,” kata Aaron Jeng dari Nomura Holdings Inc. “Kita harus menunggu di kuartal selanjutnya untuk melihat bagaimana handset terbaru tampil di pasaran.”</p>
<p>“Perkiraan penjualan HTC mungkin mencapai titik terendah sejak kuartal kedua di 2010 terkait transisi produk,” kata <em>Chief Financial Officer, </em>Winston Yung. Ia menolak untuk melaporkan jumlah pengapalan di kuartal keempat 2011 ataupun kuartal selanjutnya. Inilah pertama kalinya HTC tidak mempublikasikan data volume penjualan. “Kelemahan kami di kuartal pertama juga muncul akibat kompetisi dengan iPhone dan Samsung di Amerika Serikat. Perangkat LTE juga tidak kami perkirakan sebelumnya.”</p>
<p>Sebelumnya, meski memanfaatkan paten dari S3 Graphics Co yang dibeli dengan harga US$ 300 juta, HTC gagal memenangkan tuntutan pelanggaran paten yang diajukan kepada Apple Inc. Komisi Perdagangan AS menyatakan bahwa Apple tidak melanggar hak paten yang dimiliki S3 Graphic. Karena itu, pemerintah menolak permintaan HTC untuk membatasi impor beberapa produk komputer Mac, iPhone dan iPad. Sayangnya, komisi tersebut menolak memberikan alasan spesifik.</p>
<p>HTC yang menjual sebagian besar smartphone di Amerika Serikat pada kuartal ketiga, membei S3 Graphics yang berbasis di California beberapa hari setelah pengajuan kasus di Juli lalu. S3 Graphics merupakan perusahaan yang sebagian dimiliki oleh <em>Chairwoman </em>HTC, Cher Wang. Meskipun begitu, S3 Graphics masih memiliki beberapa kasus melawan Apple yang tertunda, terkait dengan empat paten. HTC juga tersangkut kasus paten terkait sistem operasi Android milik Google Inc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/corporate/penjualan-q1-2012-htc-diperkirakan-us-22-miliar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panasonic Ikuti Jejak Keterpurukan Perusahan Jepang</title>
		<link>http://swa.co.id/corporate/panasonic-ikuti-jejak-keterpurukan-perusahan-jepang</link>
		<comments>http://swa.co.id/corporate/panasonic-ikuti-jejak-keterpurukan-perusahan-jepang#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 08:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellyzar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Report]]></category>
		<category><![CDATA[Panasonic Corp]]></category>
		<category><![CDATA[Sharp]]></category>
		<category><![CDATA[Sony Corp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=28825</guid>
		<description><![CDATA[Tak cuma Sony Corp dan Sharp Corp yang melaporkan kondisi keuangan yang kelam, Panasonic Corp pun mengalami hal yang sama.  <a href="http://swa.co.id/corporate/panasonic-ikuti-jejak-keterpurukan-perusahan-jepang">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak cuma Sony Corp dan Sharp Corp yang melaporkan kondisi keuangan yang kelam, Panasonic Corp pun mengalami hal yang sama. Produsen televisi plasma itu memproyeksikan kerugian bersih mencapai 780 miliar yen (US$ 10,2 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret mendatang.</p>
<p><img class="alignleft" title="Panasonic / IST" src="http://swa.co.id/wp-content/uploads/2012/02/Panasonic_logo.jpg" alt="" width="200" height="200" />Berita buruk ini disebabkan perusahaan terkena imbas banjir Thailand dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Oktober lalu, Panasonic melaporkan proyeksi rugi bersih &#8216;hanya&#8217; 420 miliar. Kabar terbaru itu menjadi penanda kerugian terbesar yang pernah ada di sejarah perusahaan yang berbasis di Osaka ini. Sebelumnya, Panasonic yang didirikan pada 1918 itu pernah merugi 427,8 miliar yen di Maret 2002.</p>
<p>Panasonic membukukan biaya 290 miliar yen untuk <em>goodwill writedown, </em>dengan 250 miliar yen berasal dari pembelian atas Sanyo Electronic Co. “Bisnis komponen dan perangkat elektronik berada di bawah prediksi perusahaan karena fundamental yang lemah dan penguatan yen,” kata Jeff Loff, analis senior di Macquarie Capital Securities.</p>
<p>Profit operasional perusahaan diprediksi 30 miliar yen di tahun yang berakhir pada Maret mendatang, berbanding dengan perkiraan sebelumnya yaitu 130 miliar yen. Perusahaan memotong prediksi pendapatan tahunan dari 8,3 triliun yen menjadi 8 triliun yen. Panasonic pun memotong belanja modal (CAPEX) dari 320 miliar yen menjadi 300 miliar yen.</p>
<p>Dalam kurun tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember 2011, perusahaan melaporkan rugi bersih sebesar 197,6 miliar yen. Panasonic sempat mengalami kenaikan saham 1,2% menjadi 599 yen di Bursa Saham Tokyo. Produsen televisi Viera dan kamera Lumix itu menghentikan operasional di tiga pabrik Thailand yang memproduksi peralatan rumah tangga dan produk lainnya, di Oktober, karena negara itu tertimpa musibah banjir terparah selama 70 tahun. Tak hanya itu, produsen televisi terbesar keempat di dunia itu memotong target penjualan tahunan menjadi 18 juta set.</p>
<p>Berdasarkan data DisplaySearch, pengapalan televisi dengan layar <em>liquid-crystal </em>secara global naik 8% menjadi 206 juta unit tahun lalu meski sebelumnya diproyeksikan 211 juta unit. Pengapalan naik 13% di kuartal yang berakhir pada 31 Desember, dibandingkan dengan awal tahun. DisplaySearch pun memprediksi kenaikan pengapalan produk tahunan 10% di 2012.</p>
<p>November lalu, Panasonic mengabarkan akan menginvestasikan 45 miliar yen untuk membangun pabrik <em>solar cells </em>di Malaysia. Perusahaan yang juga memproduksi oven microwave, penanak nasi dan <em>cordless drills </em>berencana untuk mengubah basis pengadaan barang dari Osaka ke Singapura agar makin menjangkau pasar Asia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/corporate/panasonic-ikuti-jejak-keterpurukan-perusahan-jepang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semester II 2011, Seagate Capai Pendapatan US$ 6 miliar</title>
		<link>http://swa.co.id/corporate/semester-ii-2011-seagate-capai-pendapatan-us-6-miliar</link>
		<comments>http://swa.co.id/corporate/semester-ii-2011-seagate-capai-pendapatan-us-6-miliar#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 08:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellyzar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Report]]></category>
		<category><![CDATA[Seagate Technology plc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=28721</guid>
		<description><![CDATA[Seagate Technology plc melaporkan hasil keuangan perusahaan untuk periode kuartal dan semester yang berakhir 30 Desember 2011. Untuk periode enam  <a href="http://swa.co.id/corporate/semester-ii-2011-seagate-capai-pendapatan-us-6-miliar">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seagate Technology plc melaporkan hasil keuangan perusahaan untuk periode kuartal dan semester yang berakhir 30 Desember 2011. Untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Desember 2011, perusahaan melaporkan pendapatan $6,0 miliar, marjin kotor 26,0 persen, penghasilan bersih $703 juta dan keuntungan dilutif per saham $1,61.</p>
<p><img class="alignleft" title="Seagate / IST" src="http://swa.co.id/wp-content/uploads/2012/02/seagate_technology.jpg" alt="" width="200" height="200" />Untuk basis non-GAAP, yang tidak menyertakan dampak bersih dari beberapa hal, Seagate melaporkan penghasilan bersih $ 727 juta dan keuntungan dilutif per saham $ 1,67. Seagate mengembalikan $ 151 juta untuk para pemegang saham dalam bentuk dividen, serta membeli kembali saham Seagate seharga $ 191 juta, atau setara dengan sekitar 13 juta saham.</p>
<p>Di kuartal terakhir, perusahaan mengirimkan 47 juta <em>disk drive</em> dan melaporkan pendapatan US$3,2 miliar, marjin kotor 31,6 persen, penghasilan bersih $563 juta dan keuntungan dilutif per saham $1,28. Untuk basis non-GAAP, yang tidak menyertakan dampak bersih dari beberapa hal, Seagate melaporkan penghasilan bersih $581 juta dan keuntungan dilutif per saham $1,32 untuk periode kuartal yang berakhir 30 Desember 2011.</p>
<p>Sekadar informasi, pada 19 Desember 2011 Seagate mengumumkan selesainya akuisisi bisnis cakram keras (<em>hard disk drive</em>) dari Samsung Electronics Co., Ltd. Berkaitan dengan transaksi ini, amortisasi aset tak berwujud dalam akuisisi tersebut yang mencapai $5 juta (pengeluaran non-tunai) dimasukkan dalam penghasilan bersih basis GAAP untuk periode fiskal kuartal kedua dan periode enam bulan yang berakhir 30 Desember 2011. Untuk kuartal fiskal yang ketiga yang berakhir 30 Maret 2012, perusahaan menargetkan amortisasi aset tak berwujud yang berkaitan dengan akuisisi sebesar kurang lebih U$ 35 juta.</p>
<p>Sebelumnya, Seagate memproyeksikan pendapatan di kuartal terakhir berkisar US$ 3,1 miliar hingga US$ 3,2 miliar. Sebelum memberikan pengaruh untuk biaya yang berkaitan dengan akuisisi bisnis hard disk drive Samsung yang belum ditentukan, perusahaan mengharapkan margin kotor, dengan persentase dari pendapatan, minimal 30,5%; biaya operasi (Pengembangan Produk, Pemasaran dan Administrasi) sekitar 390 juta dolar AS, dan saham yang beredar (<em>diluted outstanding share</em>) menjadi 440 juta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/corporate/semester-ii-2011-seagate-capai-pendapatan-us-6-miliar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laba Bersih Antam Anjlok 55,82%</title>
		<link>http://swa.co.id/corporate/financial-report/laba-bersih-antam-anjlok-5582</link>
		<comments>http://swa.co.id/corporate/financial-report/laba-bersih-antam-anjlok-5582#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 06:15:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Financial Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swastartup.com/swabaru2011/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, selama tahun 2009 kinerja PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) menurun drastis. Pasalnya, perusahaan pertambangan milik  <a href="http://swa.co.id/corporate/financial-report/laba-bersih-antam-anjlok-5582">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, selama tahun 2009 kinerja PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) menurun drastis. Pasalnya, perusahaan pertambangan milik pemerintah itu mengalami penurunan laba bersih sekitar 55,82%, yaitu dari Rp 1,37 triliun pada 2008 menjadi Rp 604,31 miliar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Utama Antam, Alwin Sjah Loebis, mengungkapkan, penyebab penurunan performa laba bersih dipicu oleh merosotnya penjualan bersih Antam, yaitu turun 9,18% dari Rp 9,59 triliun menjadi Rp 8,71 triliun. Kondisi ini diperparah lagi dengan penurunan laba usaha yang merosot 65,70% dari Rp 1,71 triliun menjadi Rp 587,52 miliar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain penjualan dan laba usaha turun, beban bunga pun menambah kerugian Antam. Beban bunga perusahaan itu meningkat 31,91% dari Rp 217,64 miliar menjadi Rp 287,09 miliar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami juga mencatat kerugian pada pos laba rugi bersih perusahaan asosiasi dari laba Rp 29,93 miliar menjadi rugi bersih Rp 1,77 miliar,” kata Alwin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Antam pun mengalami penurunan kas sekitar 15,56% dari Rp 3,28 triliun menjadi Rp 2,773 triliun. Namun, kewajiban perusahaan ini turun tipis sekitar 3,01% menjadi Rp 9,94 triliun. Hingga Desember 2009, Antam mencatat selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 93,34 miliar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara saldo Antam yang sudah termasuk alokasi penggunaannya sekitar Rp 6,49 triliun, sedangkan saldo yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 604,31 miliar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/corporate/financial-report/laba-bersih-antam-anjlok-5582/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laba Bersih Antam Anjlok 55,82%</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/laba-bersih-antam-anjlok-5582-2</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/laba-bersih-antam-anjlok-5582-2#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 13:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eva Martha Rahayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Financial Report]]></category>
		<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Antam]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=12180</guid>
		<description><![CDATA[Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, selama tahun 2009 kinerja PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) menurun drastis. Pasalnya, perusahaan pertambangan milik  <a href="http://swa.co.id/updates/laba-bersih-antam-anjlok-5582-2">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, selama tahun 2009 kinerja PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) menurun drastis. Pasalnya, perusahaan pertambangan milik pemerintah itu mengalami penurunan laba bersih sekitar 55,82%, yaitu dari Rp 1,37 triliun pada 2008 menjadi  Rp 604,31 miliar.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Direktur Utama Antam, Alwin Sjah Loebis, mengungkapkan, penyebab penurunan performa laba bersih dipicu oleh merosotnya penjualan bersih Antam, yaitu turun 9,18% dari Rp 9,59 triliun menjadi Rp 8,71 triliun. Kondisi ini diperparah lagi dengan penurunan laba usaha yang merosot 65,70% dari Rp 1,71 triliun menjadi Rp 587,52 miliar.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Selain penjualan dan laba usaha turun, beban bunga pun menambah kerugian Antam. Beban bunga perusahaan itu meningkat 31,91% dari Rp 217,64 miliar  menjadi Rp 287,09 miliar.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&#8220;Kami juga mencatat kerugian pada pos laba rugi bersih perusahaan asosiasi dari laba Rp 29,93 miliar menjadi rugi bersih Rp 1,77 miliar,&#8221; kata Alwin.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Antam pun mengalami penurunan kas sekitar 15,56% dari Rp 3,28 triliun menjadi Rp 2,773 triliun. Namun, kewajiban perusahaan ini turun tipis sekitar 3,01% menjadi Rp 9,94 triliun. Hingga Desember 2009, Antam mencatat selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 93,34 miliar.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Sementara saldo Antam yang sudah termasuk alokasi penggunaannya sekitar Rp 6,49 triliun, sedangkan saldo yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 604,31 miliar.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/laba-bersih-antam-anjlok-5582-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Financial Report PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. September 2009</title>
		<link>http://swa.co.id/corporate/financial-report/financial-report-pt-telekomunikasi-indonesia-september-2009</link>
		<comments>http://swa.co.id/corporate/financial-report/financial-report-pt-telekomunikasi-indonesia-september-2009#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 06:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Financial Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://122.200.48.77/swa_baru/?p=11110</guid>
		<description><![CDATA[PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA  <a href="http://swa.co.id/corporate/financial-report/financial-report-pt-telekomunikasi-indonesia-september-2009">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)<br />
P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk<br />
DAN ANAK PERUSAHAAN<br />
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED)<br />
30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008<br />
SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR</p>
<p><a title="Financial Report PT Telekomunikasi Indonesia September 2009" href="http://122.200.48.77/swa_baru/wp-content/uploads/2010/01/Financial_Report_Telkom_Sept_2009.pdf" target="_self">Download File <img class="size-full wp-image-10997 alignleft" title="PDF" src="http://122.200.48.77/swa_baru/wp-content/uploads/2010/01/image.jpg" alt="PDF" width="70" height="69" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/corporate/financial-report/financial-report-pt-telekomunikasi-indonesia-september-2009/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Financial Report PT Unilever Indonesia Tbk September 2009</title>
		<link>http://swa.co.id/corporate/financial-report/financial-report-pt-unilever-indonesia-tbk-september-2009</link>
		<comments>http://swa.co.id/corporate/financial-report/financial-report-pt-unilever-indonesia-tbk-september-2009#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 06:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Financial Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://122.200.48.77/swa_baru/?p=11108</guid>
		<description><![CDATA[PT UNILEVER INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 September 2009 dan 2008 Download  <a href="http://swa.co.id/corporate/financial-report/financial-report-pt-unilever-indonesia-tbk-september-2009">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PT UNILEVER INDONESIA Tbk<br />
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES<br />
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/<br />
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS<br />
30 September 2009 dan 2008</p>
<p><a title="Financial Report PT Unilever Indonesia Tbk. September 2009" href="http://122.200.48.77/swa_baru/wp-content/uploads/2010/01/Financial_Report_UnileverIndonesia_Sept_2009.pdf" target="_blank">Download File <img class="size-full wp-image-10997 alignleft" title="PDF" src="http://122.200.48.77/swa_baru/wp-content/uploads/2010/01/image.jpg" alt="PDF" width="70" height="69" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/corporate/financial-report/financial-report-pt-unilever-indonesia-tbk-september-2009/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

