Home » CEO Interview » CEO Prudential: Bidik Mikro Lewat PRUaman

CEO Prudential: Bidik Mikro Lewat PRUaman

Meski sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1995, baru hari ini Prudential Indonesia resmi mengeluarkan produk asuransi mikro pertamanya. Produk yang diberi nama “PRUaman” ini diharapkan mampu menjadi portofolio penting bagi Prudential sekaligus  memperkuat posisi perusahaan asuransi asal Wales, Inggris ini di pasar Indonesia.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk PRUaman serta strategi apa yang diterapkan Prudential agar produk asuransi mikro pertamanya ini laku terjual, berikut wawancara SWA Online dengan CEO PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), William Kuan.

Apa itu PRUaman?

PRUaman merupakan produk asuransi yang memberikan perlindungan terhadap kredit mikro, jika pihak peminjam dihadapkan pada peristiwa kematian. Ada empat plan yang kami tawarkan semuanya meng-cover pinjaman.

Jadi pihak yang memberi pinjaman akan mendapat kepastian pelunasan utang, sementara ahli waris pihak peminjam tak perlu dipusingkan melunasi sisa utang, bahkan ahli waris bisa mendapat kompensasi sebesar tiga kali pinjaman awal.

Preminya seperti apa?

Premi terendah Rp 2000 per tahun, itu untuk nilai pinjaman Rp 1 juta. Premi PRUaman bersifat tunggal, berlaku sama rata tanpa memandang usia dan tenor pinjaman.

Siapa yang menjadi target nasabah PRUaman?

Target kami adalah rumah tangga berpendapatan rendah yang menjadi nasabah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Melalui produk ini, LKM dan BPR akan memperoleh manfaat berupa perlindungan terhadap pinjaman pokok yang diberikan ke nasabah, yang pada gilirannya dapat mendorong berkembangnya industri keuangan mikro yang lebih sehat.

Ada stigma di masyarakat, terutama di masyarakat menengah ke bawah bahwa produk asuransi merupakan produk yang mahal, berbelit-belit proses pendaftarannya dan mencairkan klaimnya juga sulit. Bagaimana Prudential meyakinkan bahwa PRUaman ini tidak seperti itu?

Tujuan PRUaman dibuat selain untuk memperkuat posisi kami di pasar asuransi Indonesia, produk ini kami harapkan juga mampu memperluas aksesibilitas asuransi ke masyarakat. Produk ini sudah melewati serangkaian uji pasar dan kami juga sudah melakukan sosialisasi.

Proses lahirnya PRUaman berawal dari usaha kami dalam mendengarkan kebutuhan pasar. Proses ini berjalan selama dua tahun. Kami melakukan survei dengan para pelaku keuangan mikro. Mellaui survei itu didapat bahwa ada empat kebutuhan yang sangat penting yakni aksesibilitas, keterjangkauan, kesederhanaan produk yang mudah dipahami dan proses yang mudah untuk menggunakan produk tersebut, klaimnya, dll. Ini adalah empat kunci yang kemudian mendasari PRUaman.

Strategi apa yang dilakukan Prudential dalam menjual produk ini?

Sebagai langkah awal, kami menggandeng LKM. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan dua koperasi yakni Mitra Usaha Mandiri (MUM) di Subang dan Karawang. MUM sendiri memiliki enam cabang yang total nasabahnya mencapai 7000 orang, inilah yang menjadi target kami. Untuk nasabah di Subang dan Karawang yang berjumlah sekitar 2000-an, semuanya sudah diwajibkan mengasuransikan pinjaman mereka melalui produk PRUaman.

Berdasarkan survei yang kami lakukan sebelum meluncurkan PRUaman, nasabah LKM ternyata sangat paham kegunaan asuransi. Di sisi lain nasabah juga sangat percaya kepada LKM, maka apapun nasehat yang diberikan LKM sangat diterima mereka. Persepsi mereka juga apapun yang dijual LKM adalah produk yang murah. Di situlah kami masuk.

Yang LKM butuhkan adalah patner yang membantu menjelaskan produk asuransi, untuk itu kami memberikan trainer kepada para pengusaha mikro ini. (EVA)

SHARE SOCIAL MEDIA

LEAVE A REPLY


9 + = eleven