Home » CEO Interview » Tahun 2013 Siloam Hospitals Group Akan Menambah Tujuh Rumah Sakit

Tahun 2013 Siloam Hospitals Group Akan Menambah Tujuh Rumah Sakit

 

Siloam Hospitals Group kini memiliki 13 rumah sakit (RS). Tahun 2013 akan melakukan ekspansi dengan membuka tujuh RS lagi. Siloam Hospitals Group melihat pertumbuhan kelas menengah yang pesat merupakan peluang bisnis yang terbuyka lebar untuk memberikan layanan kesehatan, khususnya kepada kelas menengah muda, yang semakin menyadari pentingnya kesehatan. Apa saja agenda bisnis Siloam Hospitals Group? Dr. Gershu Paul, Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, mengemukakannya dalam wawancara dengan Rangga Wiraspati:

      

Apa peluang bisnis paling menarik tahun 2013  bagi Siloam Hospitals Group?

 

Menurut saya peluang bisnis yang paling menarik di tahun 2013 terkait pengembangan Siloam Hospitals yang sedang kami jalankan adalah untuk transformasi industri kesehatan di Indonesia, di mana demand atau permintaan terhadap layanan kesehatan semakin tinggi dan dibutuhkan. Karena itu, kami berinisiatif untuk membangun rumah sakit di hampir seluruh wilayah Indonesia terkait dengan kesempatan bisnis yang terbuka lebar. Saat ini Siloam Hospitals Group memiliki 13 unit/cabang dan akan bertambah tujuh unit lagi tahun 2013.

 

Transformasi kesehatan adalah berhubungan erat dengan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya manfaat hidup sehat dan kehadiran rumah sakit yang berkualitas internasional. Orang datang ke rumah sakit tidaklah harus dalam kondisi sakit, melainkan dalam kondisi sehat, seperti melakukan medical check up dan pemeriksaan dini untuk mengantisipasi gejala awal sakit (seperti mammography, papsmear, CT Scan maupun MRI). Kesadaran akan hidup sehat inilah yang merupakan implementasi dari transformasi kesehatan, dan juga disambut dengan baik oleh pelaku industri kesehatan dengan cara membangun rumah sakit di wilayah Indonesia ini.

 

Apakah pertumbuhan kelas menengah yang sedang tinggi, menjadi salah satu daya tarik pasar perusahaannya?

 

Ya betul, karena pertumbuhan segmen kelas menengah memiliki korelasi erat dengan pertumbuhan income per kapita, yang juga akan berpengaruh pada meningkatnya kepedulian terhadap gaya hidup, sehingga pada akhirnya akan bermuara pada meningkatnya kebutuhan terhadap kesehatan dari masyarakat kelas menengah.

 

Gershu Paul, rumah sakit, RS Siloam, Grup Lippo

Gershu Paul

Bagaimana strategi yang akan dilakukan untuk menggarap pasar kelas menengah (dari sisi produk, layanan, dan marketing). Apakah menyiapkan tim dan strategi khusus untuk membidik pasar kelas menengah?

 

Tentunya kami telah menyiapkan strategi untuk membidik pasar kelas menengah baik dari sisi produk, layanan maupun marketing promotion. Kami berpatokan pada timbulnya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup dan aktivitas yang kurang sehat dari generasi muda. Sebenarnya penyakit seperti kanker, stroke, dan jantung sudah bisa dideteksi sejak awal, kami memiliki peralatan canggih untuk melakukan pendeteksian tersebut. Awareness atau kepedulian terhadap penyakit-penyakit inilah yang kita kita terapkan kepada masyarakat kelas menengah, apalagi bagi mereka yang tinggal di kota besar dan memiliki risiko tinggi terhadap terminal illness, karena gaya hidup yang tidak sehat. Menurut data WHO, generasi muda dengan kategori kelas menengah yang hidup di perkotaan, sangat rentan terhadap perubahan gaya hidup akibat pertumbuhan ekonominya. Mereka jadi mudah stress karena faktor target pekerjaan, macet di jalan, pola makan yang kurang baik serta kurang aktivitas olahraga. Sehingga berbagai penyakit seperti jantung, stroke, diabetes, kanker dan hipertensi telah mengintai mereka sejak awal. Siloam berinisiatif untuk menciptakan produk mass marketing  dengan harga kompetitif, dengan tujuan untuk menjangkau kalangan ini dan memberikan kesadaran akan pentingnya nilai kesehatan saat ini. Tentunya dengan pricing research, Siloam berani mematok harga untuk menyasar kelas menengah ini. Program-program untuk menyasar generasi muda contohnya Klinik Diabetes, Klub Jantung Sehat, Deteksi Dini Kanker dan masih banyak lainnya. Kami melibatkan konsumen dengan kegiatan CRM seperti aktivitas sosial media, seminar kesehatan, serta menyelenggarakan event kesehatan bekerjasama dengan supplier atau farmasi. Namun, kita tidak memiliki tim khusus untuk menggarap segmen kelas menengah muda.

 

Kira-kira pasar kelas menengah akan berkontribusi berapa persen terhadap penjualan tahun 2013?

 

Kami menargetkan sekitar 50% penjualan akan diraih dari kontribusi kelas menengah.

 

Target total pendapatan pada 2013 akan tumbuh berapa persen? Apa alasannya?

 

Target pendapatan tahun depan adalah US$ 300 juta, tentu hal ini bisa dicapai melalui telah beroperasinya RS Siloam di Manado, Makassar, Palembang, TB Simatupang, dan Bali, sehingga total saat ini telah ada 13 RS Siloam di seluruh Indonesia.

 

 

Apa produk dan strategi andalan untuk membidik peluang bisnis tahun 2013 secara keseluruhan?

 

Kami memiliki produk yang spesifik dan cukup kompetitif yang berhubungan dengan gaya hidup masyarakat kelas menengah, yang didukung oleh empat pilar dari Siloam Hospitals Group yaitu International Quality, Reach, Scale & Godly Compassion. Program yang cukup kompetitif adalah Papsmear, Pemeriksaan Mammography, CT Scan, MRI, Cathlab (Jantung) dan medical check up. Selain itu, kami juga memiliki centre of excellence dari pelayanan kami seperti pusat layanan jantung, kanker, neurology/syaraf, andrologi/klinik kesuburan dan masih banyak lainnya. Siloam mempromosikan centre of excellence melalui iklan di media massa, company profile, seminar kesehatan dan juga kerjasama dengan media massa dengan segmen wanita atau keluarga.

 

Pertumbuhan bisnis yang  cukup bagus di tahun 2012, apakah akan terus berlanjut di tahun 2013? Faktor-faktor apa yang mendorongnya?

 

Yang pasti pertumbuhan tersebut akan terus berlanjut di tahun 2013. Key driver atau faktor kunci utamanya adalah brand awareness, products range dan expansion strategy.

 

Faktor-faktor apa yang Anda rasakan bisa menghambat pertumbuhan bisnis? Selain infrastruktur, faktor apa lagi? Bagaimana dengan masalah energi, tenaga kerja, birokrasi pemerintahan, apakah hal itu akan menjadi kendala utama dalam mendongkrak bisnisnya? Lalu,  jalan keluar apa yang dia usulkan atau yang akan Anda jalankan?

 

Selain masalah infrastruktur, tantangan utama bagi kami adalah pada tenaga kerja, upaya untuk menciptakan budaya hidup sehat yang berkelanjutan dan kapabilitas untuk masuk daerah pedesaan. Meningkatnya biaya supply energi dan timbulnya gangguan-gangguan di dalamnya, khususnya pada wilayah pedesaan, juga masalah kebijakan birokrasi lokal, menjadi tantangan utama juga bagi kami, terutama untuk pengembangan pembangunan rumah sakit di wilayah Indonesia Timur.

 

Untuk masalah tenaga kerja, Siloam menerapkan budaya sense of belonging yang tinggi, sehingga seluruh karyawan memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk mencintai pekerjaannya. Siloam sangat mengedepankan faktor loyalitas perusahaan yang tinggi, sehingga ada banyak karyawan yang memiliki masa kerja di atas 10 tahun. Budaya hidup sehat dapat dimulai pada lingkungan kerja yang terdapat di masing-masing Siloam Hospitals, contohnya dengan menyiapkan hand sanitizer di depan lift maupun pintu masuk. Edukasi mengenai pentingnya cuci tangan sebelum masuk ruangan kerja terus dilakukan melalui poster-poster yang ditempel di dinding lift maupun blast email kepada seluruh karyawan. Untuk saat ini memang Siloam masih sangat jarang melakukan CSR yang menyentuh wilayah pedesaan.

 

Keberagaman suplai energi di seluruh Indonesia merupakan tantangan pada saat Siloam akan membangun unit rumah sakit baru di sebuah daerah, tetapi semuanya dapat diselesaikan dengan baik, karena  memang biasanya pemerintah daerah sangat mendukung pembangunan Siloam Hospitals, sehingga untuk saat ini, masalah tersebut dapat diatasi tentunya dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Demikian juga dengan masalah birokrasi lokal, selama proses perencanaan, perizinan hingga pembangunan, semuanya mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

 

Dari eksternal, apa yang akan menjadi ancaman untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang diinginkan?

 

Tantangan terbesar dari sisi eksternal adalah resistensi dari lembaga-lembaga atau institusi yang berkepentingan terhadap masalah pengembangan teknologi dan tenaga kerja.

 

Bagaimana Anda merespons perkembangan lingkungan bisnis saat ini, seperti perusahaan makin didorong untuk concern terhadap GGG, green business, social involvement, penggunaan teknologi digital untuk masyarakat semakin massif, pengguna jejaring sosial yang sangat banyak dan bertumbuhnya kelas menangah di Indonesia?

 

Kami sangat concern terhadap hal ini, di mana fleksibilitas terhadap tuntutan kemajuan zaman menjadi parameter bagi kami untuk selalu meningkatkan layanan kesehatan. Hal ini juga sudah terbukti melalui penghargaan Sustainable Business Awards yang kami raih di tahun 2012 ini. Penghargaan tersebut diberikan oleh Frost & Sullivan Asia Pacific dan yang terlibat didalamnya adalah seluruh tim medis dan back office dari Siloam Hospitals Group.

 

Untuk mendapatkan Sustainable Business Award, Siloam melakukan beberapa hal yaitu Growth Strategy & Implementation, Degree of Innovation, Technology Leadership in Customer Value and Market Penetration, keempat hal tersebut di atas dilakukan melalui penerapan teknologi kedokteran dan juga pengembangan rumah sakit di beberapa wilayah di Indonesia. Siloam Hospitals menerapkan GCG melalui program-program yang mengacu pada kebijakan-kebijakan pemerintah, seperti masalah pembuangan limbah yang ramah lingkungan, pembangunan rumah sakit yang melibatkan perekrutan tenaga lokal maupun konsep arsitektur yang green hospitals. Sementara itu, penerapan CSR dilakukan secara permanen melalui dibangunnya RSU Siloam yang menyasar segmen kelas bawah/tidak mampu yang dijamin melalui Jamkesmas/Jamkesda/Jampersal. Pemanfaatan media sosial lebih ditujukan pada pemantauan terhadap keluhan-keluhan yang masuk ke twitter atau facebook karena pelayanan Siloam yang kurang berkenan terhadap customer.

 

 

Lalu, bagaimana strategi bisnis yang akan dijalankan? Mana yang menjadi prioritas? Dengan strategi bisnis itu, apa target-target yang diharapkan?

 

Strategi bisnis kami adalah Creating Equitable, Accessible & Affordable Healthcare with care and compassion for the nation, yang menjadi prioritas dalam pengembangan bisnis tahun depan. Layanan kesehatan harus diberikan kepada seluruh kalangan tanpa melihat sosial ekonominya. Siloam memiliki pandangan bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan layanan kesehatan yang didasarkan pada belas kasihan dan hati yang sukarela dalam melayani. Untuk itu, pelayanan tersebut harus bisa diterima oleh semua kalangan tanpa melihat image mewah/mahal dari Siloam. Sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengharuskan minimal 25% kapasitas tempat tidur harus didedikasikan untuk pasien kelas 3B ke bawah, maka Siloam pun merespons hal ini dengan menyiapkan lebih dari 25% supaya kalangan bawah pun bisa menikmati layanan kesehatan di tempat kami.

SHARE SOCIAL MEDIA

LEAVE A REPLY


− 6 = one