Salam kenal,
Kami mengelola website http://www.yogyes.com yang memiliki misi mempromosikan wisata Yogyakarta melalui internet. Jujur saja kami bukan perusahaan kaya atau mendapat dana dari pemerintah, melainkan hanya anak kos biasa yang peduli terhadap pariwisata Yogyakarta.
Kami ingin mendapat nasehat dan masukan dari Bapak tentang stategi pemasaran yang pas untuk YogYes.com, mengingat kami memiliki target market lokal dan audience internasional.
Target market YogYes.com adalah pelaku wisata Yogyakarta. Mereka adalah perusahaan yang diharapkan menjadi member di YogYes.com dengan sejumlah annual fee (kami tidak mengambil komisi dari transaksi). Strategi pemasaran yang telah kami lakukan adalah door to door. Setelah satu tahun kami baru bisa meraih member sebanyak 30% dari target.
Audience YogYes.com adalah calon wisatawan yang hendak ke Yogyakarta. Strategi pemasaran yang telah kami lakukan adalah melalui search engine. Sejauh ini respon pengguna internet cukup baik, website kami dikunjungi rata-rata 250 orang / hari (43% dari Indonesia, sisanya dari luar
negeri: terbanyak dari USA, Australia, dan Singapura). Namun tingkat konversi dari visitor ke online buyer baru sekitar 0,5 %. Kami tidak memiliki data akurat untuk offline buyer yang mengontak langsung ke member (melalui telepon, datang langsung, dsb), walaupun beberapa member mengakui memang cukup banyak customer yang tahu mereka dari YogYes.com.
Yang ingin kami tanyakan:
1. Siapa yang harus kami garap terlebih dahulu: target market atau audience?
2. Kemana kami harus memantapkan brand: lokal atau internasional?
3. Bagaimana strategi pemasaran yang pas?
4. Apakah wajar mengukur kinerja media online dengan tingkat konversi visitor ke online buyer saja?
Terima kasih atas pencerahannya.

Kami siap bekerjasama, kami ada usaha akomodasi dan restoran di gili tarawangan-lombok-ntb.