Home » Corporate » CSR » 10 Tahun Yayasan Unilever Indonesia, Perluas Kegiatan CSR10 Tahun Yayasan Unilever Indonesia, Perluas Kegiatan CSR

10 Tahun Yayasan Unilever Indonesia, Perluas Kegiatan CSR10 Tahun Yayasan Unilever Indonesia, Perluas Kegiatan CSR

Dalam rangka menyambut ulang tahunnya yang ke-10, Yayasan Unilever
Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan langkah
kecil inspiratif yang dapat membawa perubahan besar. “program ini
selaras dengan tema kampanye global Unilever,” ujar General Manager
Yayasan Unilever Indonesia, Sinta Kaniawati saat Konferensi Pers di
Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (7/4).

Disampaikan pula oleh Sinta, PT Unilever Indonesia telah melakukan
serangkaian kegiatan bagi karyawan yang dinamakan Employee
Volunteerism. “Hal tersebut untuk memberikan kesempatan pada mereka
agar berpartisipasi dan berkontribusi nyata bagi perbaikan kondisi
lingkungan dan masyarakat,” paparnya.

Yayasan Unilever Indonesia juga memperluas cakupan kegiatannya dalam
rangka menyambut ulang tahunnya yang ke-10 di tahun ini. Perluasan
tersebut meliputi Program Lingkungan Green & Clean, Program
Pengembangan Ekonomi, dan Program Pendidikan Kesehatan Masyarakat.

“Program Lingkungan Green & Clean merupakan program pelestarian
lingkungan yang menitikberatkan pada masalah persampahan, penghikauan,
dan resapan,” kata Sinta. Dalam program ini dikenal pula apa yang
dinamakan trashion yaitu kegiatan ibu-ibu melatih keterampilannya
untuk menjahit kemasan bekas produk untuk dijadikan barang yang
bermanfaat. “Kegiatan ini menumbuhkan sifat kewirausahaan serta
pemberdayaan perempuan,” ia menambahkan.

Program Pengembangan Ekonomi merupakan kegiatan pembinaan dan
pemberdayaan petani kedelai hitam di tujuh kabupaten Pulau Jawa.
“Program ini menjangkau sekitar 93.000 penerima bantuan, dan
memberikan kesempatan kepada lebih dari seribu perempuan untuk
menghasilkan pendapatan,” tutur Sinta.

Sedangkan Program Pendidikan Kesehatan Masyarakat merupakan
peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan serta kebutuhan nutrisi
yang merambah ke pendidikan anak usia dini.

Menurut Sinta, yang dilihat dari kegiatan CSR bukan merupakan biaya,
tetapi hal tersebut merupakan bagian dari berbisnis.  “Jika ditanya
mengenai laba perusahaan yang disisihkan untuk kegiatan CSR tentunya
akan sulit dijawab,karena CSR merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari bisnis. Mulai dari supply chain, distribusi, semua ada,” Sinta
menjelaskan.

Kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan Unilever senantiasa
memiliki relevansi terhadap bisnis guna memastikan keberlanjutannya.
“Untuk kegiatan CSR sendiri kami berharap akan terus ada, selama
negeri ini masih berdiri,” tandas Sinta.

SHARE SOCIAL MEDIA


Tags: ,
Category: CSR  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


+ 1 = seven