PT Bridgestone Indonesia tetap menjalankan komitmennya pada kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di tahun ini. Salah satu caranya adalah menjual produk ramah lingkungan kepada konsumen. Demikian disampaikan oleh Direktur Pemasaran PT Bridgestone Indonesia, Shinya Hisada, di Jakarta, Rabu (24/1).
Menurut John Arsyad, Sales Department Manager PT Bridgestone Indonesia, sejak tahun lalu kegiatan CSR yang menekankan pada konsep eco friendly telah dilakukan. Salah satunya adalah co-generation system yang diterapkan sejak tahun lalu di salah satu pabrik Bridgestone. “Mesin tersebut dapat mengurangi emisi karbondioksida hingga 18 ribu per tahun,†ia mengungkapkan.
Selain itu, tahun ini Bridgestone juga akan meluncurkan varian baru ban untuk kendaraan penumpang, yaitu Turanza GR90, Ecopia, dan Potenza S001. Ecopia sendiri didesain dengan teknologi yang mampu mengurangi efek hambatan gulir kendaraan lebih besar sehingga konsumsi bahan bakar akan semakin irit, dan pada akhirnya akan mengurangi emisi gas buang CO2. “Jadi sebenarnya bukan bannya yang ramah lingkungan, tetapi kendaraannya sendiri. Ban hanya membuat konsumsi bahan bakar semakin irit,†Papar John.
Masih berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan, Bridgestone Group mengakuisisi Bandag pada 2007. Bandag merupakan perusahaan vulkanisir premium di Amerika. “Secara sederhana, vulkanisir merupakan proses penambahan telapak pada casing ban yang telah gundul,†kata John. Di Indonesia sendiri, vulkanisir premium ban yang dipasarkan secara franchise tersebut baru muncul pertengahan tahun lalu di tujuh tempat. “Vulkanisir ban dapat dilakukan sebanyak empat kali, sehingga bisa menghemat biaya dan penggunaan ban secara keseluruhan,†ujar John lagi. Ia menambahkan, vulkanisir premium hanya merupakan layanan tambahan bagi para pengguna ban Bridgestone.
Sementara itu, di tahun 2009 Bridgestone masih tercatat sebagai market leader di Indonesia untuk ban radial yang total market share-nya mencapai 40,9%. Penjualan dilakukan melalui 43 agen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan 186 toko model. “Sebesar 60 persen penjualan kami melalui toko model ini,†John menerangkan. Untuk pasar original equipment manufacturing (OEM), market share Bridgestone mencapai 47,3% dengan total 15 pelanggan.
Total penjualan tahun lalu di negara Asia, Afrika, Timur Tengah dan Rusia mencapai US$ 511,5 miliar, dan tahun ini diprediksi mengalami kenaikan 13% menjadi USD 580 miliar. “Di Indonesia sendiri kami menargetkan tahun ini mengalami kenaikan yang sama sebesar 13%,†ujar Shigoro Niho, Presdir Bridgestone Indonesia tanpa menyebutkan nilainya.

Shigoro san,
When I read this article, that one of your CSR action is by selling eco friendly products, correct me if I am wrong, CSR its wider philosophy than this, therefore do not mixed up.
CSR ( Corporate Social Responsiblities) its a Corporate Action within Good Corporate Governance corridor, therefore everything in CSR should be auditable, accountable and meet the Corparate Strategic Goals.
Its came from 3 P Triangle, Profit, People and Planet, so the CSR’s budget must be reserved and approved by the share holders (because deducted their profit), based on the CSR Strategic Plan and proposed by the Board of Directors.
Those budget its designed to improve their people and planet (surrounding your production center or offices)or throughout the nations.
So, again the CSR budget, its not from the sales or marketing budget, its comes from the share holders.
Therefore many share holders, transfer this budget to his or her Foundations, and its tax deductable.
Its like Zakat for Muslim, they pay 2,5% from their income for the unfortunate ones.
So Shigoro san, its not just a social action, its a corporate action, its legalized, Tax deductable,budgeted and ideally can be under Foundation entities.(See Sampurna, Eka Tjipta, CT (Chairul Tanjung) Foundations which you can get references the best model for your Company.
Best regards,
Eddy Setiohardono