Home » Corporate » Garap 11 Proyek, Acset Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun

Garap 11 Proyek, Acset Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun

Share :

    Perusahaan jasa pondasi dan konstruksi, PT Acset Indonusa, mematok target pendapatan sebesar Rp 1 triliun di tahun ini, atau lebih besar dari realisasi pendapatan di 2012 yakni Rp 670 miliar.

    Perseroan yang baru saja memastikan bakal melepas 30% sahamnya ke publik ini juga menginginkan kenaikan perolehan laba bersih, dari Rp 53 miliar di 2012 menjadi Rp 90 miliar di 2013.

    Tahun ini Acset tengah menggarap 11 proyek yakni St regis, 18 Office Park, Sahid Life Style Yogyakarta, District 8 Diaphragm Wall, Bahana Office Tower, Tanjung Priok Access Road Section, Continental Tower, Alila Seminyak, TS Suites, New British Embassy, The Pakubuwono dan Setiabudi Sky Garden.

    “Bulan Mei lalu, proyek kami baru saja selesai yakni 5 tower di District 8, yang berdiri di atas lahan seluas 506,414 meter persegi,” ujar Direktur Keuangan PT Acset Indonusa, Agustinus Hambadi.

    Agustinus menjelaskan posisi keseluruhan kontrak yang tengah digarap saat ini nilainya mencapai Rp 2,4 triliun. Hingga akhir tahun perseroan memprediksi nilai kontrak yang digarap bisa melebihi Rp 3 triliun dengan target kontrak baru sebesar Rp 1,3 triliun.

    Usaha jasa konstruksi menyumbang 77% dari keseluruhan pendapatan perseroan, sisanya yakni 23% berasal dari jasa pondasi.

    Untuk mendukung kegiatan usaha Acset menganggarkan belanja modal/capex di tahun ini sebesar Rp 60 miliar, naik dari capex tahun lalu yang sebesar Rp 40 miliar. “Dana capex tersebut untuk beli alat-alat penunjang konstruksi,” ucapnya.

    Tahun 2000 Acset mulai mengerjakan proyek jasa konstruksi di Surabaya hingga saat ini Acset menjadi perusahaan konstruksi swasta yang mengerjakan proyek dari mulai pondasi, struktur hingga finishing.

    Tahun 2006 Acset mengerjakan proyek notable yakni Pacific Place, Jakarta, dalam jangka waktu yang singkat yakni 18 bulan. Proyek-proyek lain yang menjadi milestone perseroan yakni gandaria City di 2008, Kota Kasablanka di 2010.

    “Baru di 2012 lalu akhirnya kami mengerjakan proyek secara keseluruhan meliputi detil desain, pondasi, mechanical dan electrical, plumbing, sampai finishing, yaitu untuk proyek Setiabudi Sky Garden,” tambah Agustinus. (EVA)

    Share :

      SHARE SOCIAL MEDIA

      LEAVE A REPLY


      4 × = four