Home » Entrepreneur » Wow, Tepung Mocaf HTNM Geser Tepung Terigu!

Wow, Tepung Mocaf HTNM Geser Tepung Terigu!

Share :

    Dua jam dari pusat Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tak kurang dari 20 kepala keluarga duduk bersila di sebuah rumah joglo sederhana. Tergabung dalam Himpunan Tani Ngudi Makmur (HTNM) mereka berbagi kisah dengan rombongan British Council (BC), Arthur Guinness Fund (AGF), dan awak media nasional termasuk reporter SWA Online, Tika Widyaningtyas. Dengan kearifan lokal, mereka bertutur tentang suka duka berwirausaha mengolah singkong untuk tepung Mocav, Modified Cassava.

    AGF dan BC disambut hidangan dari tepung Mocaf

    AGF dan BC disambut hidangan dari tepung Mocaf

    HTNM adalah salah satu pemenang Community Entrepreneurship Challenge gelombang kedua. Perhimpunan tersebut bukan tiba-tiba lahir karena kompetisi yang diselenggarakan AGF dan BC setahun lalu. Para kepala keluarga dari 4 kecamatan di lereng Gunung Lawu telah melebur dalam HTNM sejak 2001.

    “Kami ini diawali dari kelompok-kelompok kecil yang punya mimpi,” tutur Wagiya, ketua HTNM. Kondisi tanah lereng Gunung Lawu yang cenderung kering, memaksa penduduk setempat bertani singkong daripada padi. Sekitar 70 persen lahan di Keamatan Jatiyoso, Jumapolo, Jatipuro, dan Jumantono ditanami singkong. Usia tanaman tersebut hingga bisa dipanen tidaklah seingkat, 10 bulan. Permasalahan semakin pelik ketika penantian panjang panen singkong hanya dihargai Rp 400 per kilogram oleh tengkulak.

    Permasalahan inilah yang kemudian menggelitik para petani singkong ini untuk berwirausaha. Mereka ingin mandiri sehingga tak lagi bergantung pada tengkulak. Lebih dari 1200 anggota HTNM mencoba mengolah sendiri singkong yang mereka tanam menjadi tepung Mocav. Di tangan petani tradisional ini, tepung Mocav telah menggantikan peran tepung terigu.

    Oleh HTNM, singkong dirajang menjadi cip, bulat pipih. Cip tersebut direndam tiga hari tiga malam dan dijemur di rumah kaca. Cip dijemur untuk mengurangi kadar air hingga kurang dari 13 persen baru digiling menjadi tepung.

    Dengan kapasitas produksi sekitar 1 ton per bulan di luar masa panen, tepung Mocav dijual Rp 1500 untuk kemasan 200 gram. “Bulan Agustus sampai Oktober itu kami panen, bisa dapat 5 ton sebulan,” kata Wagiyo.

    Tepung Mocaf kemasan 200 gram

    Meski konsumen mereka masih di sekitar Karanganyar, para petani mandiri ini mengaku siap memasok perusahaan besar. Meski taraf kesejahteraan mereka jauh lebih baik, petani singkong ini tak lantas membuat puas. Dimotori 65 kepala keluarga pengurus HTNM, mereka terus berusaha meningkatkan kualitas tepung Mocav agar memenuhi standar industri besar.

    “Tanam singkong itu gampang sekali, potensi gagalnya sangat kecil. Apalagi kami punya 500 hektar tanah yang ditanami singkong. Tantangan kami justru di pemasarannya,” pungkas Wagiyo.

    Himpunan Tani Ngudi Makmur

    Meski konsumen mereka masih di sekitar Karanganyar, para petani mandiri ini mengaku siap memasok perusahaan besar. Meski taraf kesejahteraan mereka jauh lebih baik, petani singkong ini tak lantas membuat puas. Dimotori 65 kepala keluarga pengurus HTNM, mereka terus berusaha meningkatkan kualitas tepung Mocav agar memenuhi standar industri besar.

    “Tanam singkong itu gampang sekali, potensi gagalnya sangat kecil. Apalagi kita punya 500 hektar tanah yang ditanami singkong. Tantangan kita justru di pemasarannya,” pungkas Wagiyo.

    Share :

      SHARE SOCIAL MEDIA

      3 Comments

      1. taufik says:

        What a power of community. Tepung Mocaf ini saya lihat sangat berpotensi terutama menggantikan tepung terigu yang selama ini banyak ekspor. Pada artikel harga nya tertulis 1,500 per 200 kg, apa tidak salah ?

      2. wulan says:

        kalo ingin beli tepung mocaf ini dimana ya? bisa minta alamat nya?

      3. ellen says:

        taufik.! bukan 200kg,tapi 200 gram..

      LEAVE A REPLY


      − 5 = one