<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWA Online</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 09:13:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Iwan Jaya Azis: Serius dan Cintai Pekerjaan</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/iwan-jaya-azis-serius-dan-cintai-pekerjaan/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/iwan-jaya-azis-serius-dan-cintai-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit A. Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Jaya Azis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11981</guid>
		<description><![CDATA[ 
Mau sukses merintis karier di luar negeri? Simak nasehat Iwan Jaya Azis Ph.D berikut ini.  Dia mengatakan, tidak ada kompetensi khusus untuk berkarier di luar negeri. Menurut pakar matematika ekonomi dan ekonomi regional ini, masalah keseriusan adalah faktor utama plus mencintai pekerjaan. “Kalau Anda mencintai pekerjaan yang Anda lakukan, secara otomatis Anda lebih mudah berprestasi,” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Mau sukses merintis karier di luar negeri? Simak nasehat Iwan Jaya Azis Ph.D berikut ini.  Dia mengatakan, tidak ada kompetensi khusus untuk berkarier di luar negeri. Menurut pakar matematika ekonomi dan ekonomi regional ini, masalah keseriusan adalah faktor utama plus mencintai pekerjaan. “Kalau Anda mencintai pekerjaan yang Anda lakukan, secara otomatis Anda lebih mudah berprestasi,” ujar Guru Besar Cornell University, AS, tentang tips berprestasi dalam karier di luar negeri.</p>
<p> </p>
<p>Dia mengaku, hanya bermodal pada kecintaan pada dunia pengajaran dan ekonomi yang bisa membuatnya seperti sekarang. Boleh dibilang Iwan tidak ingin membesar-besarkan apa yang selama ini dia lakukan. Namun, beberapa sumber mengatakan kalau semasa kuliah di FE UI,  Iwan tergolong aktif di dunia kampus. Bahkan dia sering berdiskusi dengan kolega mahasiswa dari lain universitas. “Itu sebagai bentuk kecintaan saya pada dunia yang saya tekuni,” jawab Iwan dalam surat elektroniknya memberi alasan.</p>
<p> </p>
<p>Di Amerika Serikat sendiri, dia mengaku menyukai sistem yang diterapkan di sana. “Kebetulan di AS, khususnya di dunia perguruan tinggi, &#8220;merit system&#8221; sangat kuat dan saya sejalan dengan system semacam ini,” katanya tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.</p>
<p> </p>
<p>Ditanya soal peluang profesional Indonesia berkarier di luar negeri, Iwan sedikit bingung. “Sulit untuk meramalkan ini,” kata dia. Tetapi dia optimistis soal peluang berkarier di negara maju. “Sangat bisa. Asal kita bersikap terbuka dan berprestasi baik. Kunci utama untuk berprestasi baik adalah mencintai apa yang Anda lakukan,” katanya mengulang petuah sebelumnya.</p>
<p> </p>
<p>Dia berharap, ke depan lebih banyak profesional Indonesia yang berkiprah tidak hanya di Indonesia tapi di dunia internasional, apa pun bidang dan profesinya. “Yang penting, di mana pun dia berada dan di bidang apa pun yang ditekuni, tetap memikirkan masalah-masalah di Indonesia,” pesan dia.</p>
<p> </p>
<p>Berkarier boleh di mana saja. Bahkan di negara maju sekalipun. Tetapi, dia tetap berharap agar misi memperbaiki keadaan di negara berkembang dan negara miskin tetap dijalankan. “Agar kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia yang perlu dijadikan tujuan, dan jumlah manusia di negara berkembang dan negara miskin jauh lebih besar daripada di negara maju,” kata dia. Sayangnya, dia tidak banyak menceritakan pengalamannya saat menjadi <em>headhunter.</em> “Pernah juga saya dimintai tolong untuk mencarikan profesional dari Indonesia,” katanya. Namun, dia enggan berbagi kriteria apa saja yang disyaratkan. (EVA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/iwan-jaya-azis-serius-dan-cintai-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nelly Husnayati:  Sense of Belonging terhadap Perusahaan Itu Penting</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/nelly-husnayati-sense-of-belonging-terhadap-perusahaan-itu-penting/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/nelly-husnayati-sense-of-belonging-terhadap-perusahaan-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:38:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Army Meidinasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Asiransi Manulife]]></category>
		<category><![CDATA[Nelly Husnayati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11977</guid>
		<description><![CDATA[ 
Genap dua puluh pada September tahun ini Nelly Husnayati berkiprah di dunia asuransi. Ketertarikannya bermula sejak awal ia masuk Manulife pada 1990. Saat itu ia bergabung di kantor Medan dan Manulife sendiri hanya memiliki 200 agen serta 12 cabang. “Saat saya awal bekerja, dunia asuransi tidak dilirik,” ujar  kelahiran 15 September. Keinginannya untuk menaikkan citra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> </p>
<p>Genap dua puluh pada September tahun ini Nelly Husnayati berkiprah di dunia asuransi. Ketertarikannya bermula sejak awal ia masuk Manulife pada 1990. Saat itu ia bergabung di kantor Medan dan Manulife sendiri hanya memiliki 200 agen serta 12 cabang. “Saat saya awal bekerja, dunia asuransi tidak dilirik,” ujar  kelahiran 15 September. Keinginannya untuk menaikkan citra asuransi jiwa di mata masyarakat membuatnya total berkecimpung di Manulife Indonesia.</p>
<p> </p>
<p>Sebelum menjadi <em>Executive Vice President &amp; Chief Operating Officer Manulife Indonesia</em>, Nelly pernah menjabat sebagai CAO<em> (Chief Agency  Officer)</em>, serta <em>board of director</em>. “Saya memulai karier di Manulife dari bawah,” ungkapnya. Dengan begitu, Nelly sudah menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa di dunia asuransi seseorang dapat berkarier dengan baik. Dengan posisinya saat ini, Nelly bertanggung jawab untuk memastikan <em>operation</em> berjalan sesuai dengan standar yang ada. “<em>Operation</em> sama dengan pelayanan. Intinya adalah bagaimana meningkatkan pelayanan tersebut untuk user,” tuturnya.</p>
<p> </p>
<p>Dalam menjalani kariernya di dunia asuransi, tentunya banyak sekali suka dan duka yang dirasakan oleh Nelly. “Dukanya saat ditolak oleh nasabah. Tapi duka itu diubah menjadi tantangan dan peluang,” ia memaparkan. “Sukanya adalah sebaliknya. Saat nasabah merespon apa yang kami tawarkan,” Nelly menambahkan..</p>
<p> </p>
<p>Bagi Nelly, dukungan keluarga sangat penting bagi karier. Tanpa mengesampingkan peran keluarga, ibu dari Taufik (22) dan Syukri (20) ini juga mengatakan pendapatnya bahwa integrasi dan disiplin sangatlah penting untuk karir. “Dalam diri sendiri kita juga harus membuat komitmen untuk bekerja,” kata lulusan Universitas Sumatera Utara ini. Pendidikan formal di bangku kuliah dijadikannya bekal untuk menjadi profesional. Namun, Nelly menambahkan, pendidikan formal tersebut dapat dijadikan alat untuk menguji kemampuan. Selebihnya, ia sendiri belajar di lapangan sambil berkarir.</p>
<p> </p>
<p>Prestasi terbesar yang pernah diraihnya adalah saat ia mendapatkan penghargaan <em>Star of Excellent</em> pada 2002 di Kanada. “Penyerahan penghargaannya dilakukan oleh CEO Manulife global,” tuturnya. Selain itu, Nelly pun berhasil meningkatkan jumlah agen yang pada awal 2002 jumlahnya masih sekitar 2.000an dan di akhir tahun lalu jumlahnya sudah lebih dari 4.700 agen.</p>
<p> </p>
<p>Satu hal yang sangat ia pelajari dalam karirnya di Manulife Indonesia adalah mengenai <em>leadership</em>. “Saya berusaha menjadi <em>leader</em> yang dapat mempengaruhi agen serta karyawan saya agar mereka memiliki <em>sense of belonging</em> terhadap perusahaan,” paparnya. Menurutnya, dengan jabatan sekecil apapun, mereka akan dapat mengembangkan kariernya dengan baik dan mengerjakan pekerjaannya dengan maksimal. “Yang terpenting adalah bagaimana orang mau bekerja, bukan bagaimana orang harus bekerja,” tandasnya. Target istri dari Nugroho Hinuri ke depan adalah bisa mengembangkan kinerja agar lebih baik lagi dari yang sudah berjalan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/nelly-husnayati-sense-of-belonging-terhadap-perusahaan-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambisi Soyjoy Bertumbuh 160 Persen dengan Reality Show Online</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/ambisi-soyjoy-bertumbuh-160-persen-dengan-reality-show-online/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/ambisi-soyjoy-bertumbuh-160-persen-dengan-reality-show-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Dwinanto Iskandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[Soyjoy]]></category>
		<category><![CDATA[Soyjoy Healthylicious]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11975</guid>
		<description><![CDATA[Meski baru 3 tahun meluncur di pasar Indonesia, Soyjoy, camilan berbahan dasar tepung kedelai dan buah kering, ditargetkan tumbuh 160% di tahun 2010. Ambisi tersebut didukung dengan peningkatan porsi iklan yang signifikan di layar kaca plus menggelar program online reality show: Soyjoy Healthylicious.
Target pertumbuhan tersebut bisa dikatakan sangat ambisius, karena menurut Ricky Suhendar, Product Marketing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski baru 3 tahun meluncur di pasar Indonesia, Soyjoy, camilan berbahan dasar tepung kedelai dan buah kering, ditargetkan tumbuh 160% di tahun 2010. Ambisi tersebut didukung dengan peningkatan porsi iklan yang signifikan di layar kaca plus menggelar program online <em>reality show</em>: Soyjoy Healthylicious.</p>
<p>Target pertumbuhan tersebut bisa dikatakan sangat ambisius, karena menurut Ricky Suhendar, <em>Product Marketing Manager</em> Soyjoy, selama ini pertumbuhannya per tahun hanya 20%.  Meski tidak bersedia memaparkan peningkatan anggaran promosinya, Ricky mengakui ambisi tersebut didukung dengan kampanye Soyjoy Healthylicious.</p>
<p>Program tersebut memilih 10 orang finalis dari 7 ribu peserta yang memiliki resolusi hidup sehat di tahun 2010. Kesepuluh finalis selanjutnya akan berkompetisi untuk memenangkan hadiah jalan-jalan ke negara kelahiran Soyjoy, Jepang. Caranya, selama 3 bulan ke depan para finalis akan mengupdate perkembangan komitmennya termasuk gaya hidup sehat yang dijalani melalui website www.soyjoy.co.id serta akun media jejaring sosial masing-masing peserta. </p>
<p>Selain itu selama 3 bulan para peserta akan diberikan tantangan program hidup sehat yang berbeda. Yaitu Low Glikemik Indeks Fever di bulan Maret, Soyjoy Party di bulan April, dan Strawberry Challenge di bulan Mei. Tantangan yang diberikan ini guna menguji kreativitas finalis agar mendapatkan suara sebanyak-banyaknya dari pengunjung website Soyjoy yang hanya bisa memilih 1 kali dalam 24 jam.</p>
<p>Dalam gelaran ini, masyarakat juga bisa menentukan kemenangan para finalis melalui jalur voting lewat website Soyjoy. Yang unik, Soyjoy juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi pengawas para finalis dengan menjadi spy agent. “ Bagi yang bisa melaporkan kenakalan peserta seperti jajan makanan yang tidak sehat, pelapor akan diberikan satu buah flash disk Soyjoy,” ujar Ricky.</p>
<p> <br />
“Kami memilih jalur online karena melihat booming situs jejaring sosial, maka itu Soyjoy memilih jalur ini untuk mendekatkan diri dengan konsumen,” ujar Ricky yang menangani Soyjoy sejak awal diluncurkan di Indonesia pada tahun 2007. Harapan Ricky, dengan program SH masyarakat akan membuka website Soyjoy yang terdapat informasi mengenai IG dan akan memahami bahwa Soyjoy tidak membuat gemuk.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/ambisi-soyjoy-bertumbuh-160-persen-dengan-reality-show-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Axis Selalu Memilih Vendor Office Equipment Melalui Tender</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/axis-selalu-memilih-vendor-office-equipment-melalui-tender/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/axis-selalu-memilih-vendor-office-equipment-melalui-tender/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wini Angraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[Axis]]></category>
		<category><![CDATA[Office Equipment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11970</guid>
		<description><![CDATA[ 
Perusahaan operator seluler AXIS memiliki kebijakan khusus terhadap vendor pengadaan perlengkapan kantor. Budiono Sangkoyo mengungkapkan, untuk  pembelian office equipment, tidak ada intervensi dari kantor pusat, karena nilainya tidak terlalu besar dan banyak tersedia di Indonesia. “Ini beda dengan perangkat radio dan sejenisnya yang harus disetujui kantor pusat,” jelas, Head of Procurement Division AXIS.
 
Apa saja pertimbangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Perusahaan operator seluler AXIS memiliki kebijakan khusus terhadap vendor pengadaan perlengkapan kantor. Budiono Sangkoyo mengungkapkan, untuk  pembelian <em>office equipment,</em> tidak ada intervensi dari kantor pusat, karena nilainya tidak terlalu besar dan banyak tersedia di Indonesia. “Ini beda dengan perangkat radio dan sejenisnya yang harus disetujui kantor pusat,” jelas, <em>Head of Procurement Division</em> AXIS.</p>
<p> </p>
<p>Apa saja pertimbangan dalam memilih vendor? Budiono menguraikan, pertama <em>brand</em>, lalu ketersediaan barang di Indonesia, kemudian kontinuitas supply-nya, harga kompetitif, dan term of condition  dari kontraknya sendiri. Soal <em>term of condition</em> kontrak ini misalnya, ada barang yang murah, tapi penawaran kontraknya tidak menarik. Contoh, vendor minta dibayar seketika, sedangkan AXIS tidak bisa lantaran standar pembayaran AXIS sekitar 30 hari. Jadi, walaupun harganya sedikit murah, jika hal itu membuat repot AXIS, akan ditolaknya.</p>
<p> </p>
<p>Di AXIS, setiap  proses pemilihan vendor dilakukan lewat tender. &#8220;Aturan kami, harus diikuti minimal 3 vendor,&#8221; ungkapnya. Namun, ia juga membatasi tidak terlalu banyak agar tidak sulit dalam mengevaluasi. Biasanya 3-6 vendor yang ikut tender untuk pengadaan satu jenis barang.</p>
<p> </p>
<p>Untuk layanan purnajual para vendor umumnya bergaransi satu tahun dan biasanya setelah itu garansinya diperpanjang, misalnya komputer. Namun, ada juga yang garansinya lebih dari satu tahun. Bahhka, garansinya sepanjang menggunakan barang tersebut. &#8220;Contohnya kursi ini<em> warranty</em>-nya <em>life time</em>, sepanjang usia, sampai kapanpun kursi ini dipakai ada,” imbuhnya.. Umumnya AXIS memilih vendor lokal yang menjadi distributor barang dari luar negeri.<br />
Masalah yang kerap dihadapi AXIS saat berhubungan dengan vendor adalah ketika harus mengirim barang dengan cepat. &#8220;Salah satu yang menentukan buat mereka (vendor) adalah <em>delivery</em>-nya, mereka bisa tidak deliver tepat waktu,&#8221; ujar Budiono.  &#8220;Kadang-kadang kami minta waktu satu minggu, mereka bilang <em>enggak</em> bisa karena enggak ada barang, harus impor dulu,” katanya. Delivery inilah yang kerap menjadi masalah. Seringkali delivery-nya molor. Kadang <em>term of condition  </em>dan harga sudah bagus, tapi <em>delivery</em> kacau balau, sehingga AXIS terpaksa memilih vendor lain.</p>
<p> </p>
<p>Ketika barang dibeli, kendati tidak terlalu sering, ada juga masalah tiba-tiba barang  rusak. Kadang reparasinya menjadi lama karena harus dibawa ke bengkel dan komponen dari barang-barang ini harus didatangkan dari luar negeri (impor).  Menurut Budiono, untuk barang-barang <em>office equipment</em> akan sangat membantu jika vendor punya fasilitas untuk reparasi sendiri di Indonesia. Maklum, selama ini peralatan kantor AXIS banyak memakai barang-barang impor karena pertimbangan kualitas lebih bagus.<br />
Untuk bujet per tahunnya, ia mengaku sulit menyebutkan. Sebab jumlah itu tergantung pada banyak hal. Misalnya furnitur, hitungannya pembelian untuk sekali pembangunan. Komputer biasanya dipakai selama tiga tahun. Jika tahun ini menambah karyawan, maka akan ada penambahan bujet, misalnya untuk pembelian komputer.  Diakuinya, sebagai perusahaan telko, jika dibandingkan bujet keseluruhan untuk divisi <em>procurement</em>, bisa dibilang, bujet untuk pembelian <em>office equipment</em> terbilang sangat kecil. (EVA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/axis-selalu-memilih-vendor-office-equipment-melalui-tender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juniper Implementasikan Arrownet di TSE</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/juniper-implementasikan-arrownet-di-tse/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/juniper-implementasikan-arrownet-di-tse/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eva Martha Rahayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[Arrownet. Tokyo Stock Exchange]]></category>
		<category><![CDATA[Juniper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11967</guid>
		<description><![CDATA[ 
 Juniper Networks, pemimpin dunia dalam jaringan kinerja tinggi, hari ini mengumumkan kesuksesan implementasi proyek &#8220;arrownet&#8221; di Bursa Efek Tokyo (TSE). Yaitu didukung Juniper Networks M Series Multiservice Edge Routers dan sistem operasi Junos. Arrownet adalah jaringan TSE dengan latensi rendah, kapasitas dan keandalan tinggi yang mendukung sistem perdagangan perusahaan sekuritas yang paling mutakhir: Arrowhead.
 
TSE tengah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p> Juniper Networks, pemimpin dunia dalam jaringan kinerja tinggi, hari ini mengumumkan kesuksesan implementasi proyek &#8220;arrownet&#8221; di Bursa Efek Tokyo (TSE). Yaitu didukung Juniper Networks M Series Multiservice Edge Routers dan sistem operasi Junos. Arrownet adalah jaringan TSE dengan latensi rendah, kapasitas dan keandalan tinggi yang mendukung sistem perdagangan perusahaan sekuritas yang paling mutakhir: Arrowhead.</p>
<p> </p>
<p>TSE tengah menempatkan beberapa inovasi Teknologi Informasi (TI), termasuk arrownet, yang akan memuluskan jalan untuk menjadi Bursa Perdagangan Universal bagi produk sekuritas, opsi dan derivatif. TSE memilih Juniper Networks M320 dan M120 Multiservice Edge Routers untuk menjadi lapisan inti dan pengakses jaringan baru mereka. Pilihan ini dibuat berdasarkan kinerja, keandalan serta jejak rekam kinerja Juniper dengan bursa dan <em>carrier</em> lainnya.</p>
<p> </p>
<p>&#8220;Kami ingin infrastruktur TI kami aman, andal dan dapat dengan cepat mengakomodasi serta beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar,&#8221; kata Yoshinori Suzuki, Direktur Pengelola dan CIO Bursa Efek Tokyo. Dengan ditempatkannya router kinerja tinggi Juniper, arrownet menjadi sebuah platform jaringan yang amat penting, di mana pihaknya membangun Arrowhead. Jawaban dengan latensi amat rendah yang telah didapatkan para investor setelah peluncuran arrowhead membuktikan bahwa Arrownet telah memenuhi visnya untuk memberikan infrastruktur perdagangan kelas dunia yang mampu bersaing, dan bahkan melampaui pasar keuangan lainnya di dunia.</p>
<p> </p>
<p>Sebagai sebuah jaringan MPLS yang tangguh, Arrownet dirancang untuk komunikasi data yang cepat dengan volume tinggi, dengan latensi di bawah dua milidetik (latensi yang telah terukur di bawah satu milidetik) dari titik akses ke pusat data. Jaringan ini dikonfigurasikan seperti cincin dengan router Juniper Network Me Series yang ditempatkan dengan redundansi ganda. Hal ini membuat infrastruktur arrownet memiliki toleransi tinggi terhadap kesalahan. Konfigurasi ini juga memberikan kemampuan untuk memindahkan layanan dari pusat data TSE utama ke pusat data cadangan tanpa intervensi dari para firma sekuritas, yang mengurangi beban kerja mereka.</p>
<p> </p>
<p>&#8220;TSE memahami bahwa setiap milidetik itu penting dalam lingkungan perdagangan saat ini, &#8221; kata Kevin Johnson, Chief Executive Officer of Juniper Networks. Diungkapkannya, kemitraan Juniper dengan TSE adalah bukti inovasi yang telah dijalankan melalui silikon, peranti lunak dan sistem untuk mengeluarkan latensi dari jaringan. TSE sekarang memiliki jaringan perdagangan finansial paling mutakhir di dunia. Jaringan ini cukup fleksibel untuk memenuhi kebutuhan perdagangan yang terus berevolusi dengan kecepatan, keandalan dan keamanan yang dituntut oleh para pelanggan.</p>
<p> </p>
<p>TSE menawarkan kesempatan kepada perusahaan sekuritas untuk menempatkan sistem mereka pada lokasi yang sama dengan dengan pusat data bursa. Tujuannya, meminimalisasi latensi antar-sistem, untuk menghubungkan mereka dengan kantor dan pusat data melalui titik akses ganda arrownet. Lebih jauh lagi, fleksibilitas dan skalabilitas arsitektur arrownet memberikan TSE kemampuan untuk berhubungan dengan lembaga keuangan dan bursa luar negeri.</p>
<p> </p>
<p>Juniper Networks M Series adalah sebuah keluarga <em>edge router</em> multi-layanan dengan kinerja tinggi, dengan fitur Advanced Routing seperti virutalisasi jaringan MPLS, Multicast latensi rendah dan keandalan setingkat <em>carrier</em> yang memberikan fleksibilitas dan keandalan dengan pilihan sambungan yang luas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/juniper-implementasikan-arrownet-di-tse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program CSR Intel Fokus pada Pendidikan</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/program-csr-intel-fokus-pada-pendidikan/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/program-csr-intel-fokus-pada-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 14:36:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Army Meidinasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Report]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Intel]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11964</guid>
		<description><![CDATA[

Intel Indonesia Corporation dan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia menandatanganai Nota Kesepahaman Lanjutan untuk mempercepat program Intel Teach di Indonesia pada Rabu (10/3) di Jakarta. Dalam perjanjian tersebut Intel akan melanjutkan kerjasama dengan institusi-institusi di bawah  Kementerian Pendidikan Nasional untuk melanjutkan program teknologi bagi guru dan murid.

Director Strategic Education Initiatives Intel Asia Pasifik, Ashutosh Chadha, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin-left: 0.79in; margin-right: 1.2in; margin-top: 0.79in; margin-bottom: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Intel Indonesia Corporation dan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia menandatanganai Nota Kesepahaman Lanjutan untuk mempercepat program Intel Teach di Indonesia pada Rabu (10/3) di Jakarta. Dalam perjanjian tersebut Intel akan melanjutkan kerjasama dengan institusi-institusi di bawah  Kementerian Pendidikan Nasional untuk melanjutkan program teknologi bagi guru dan murid.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><em>Director Strategic Education Initiatives </em><span style="font-style: normal;">Intel Asia Pasifik,</span> Ashutosh Chadha, mengemukakan bahwa pendidikan merupakan hal yang paling penting bagi Intel sebagai wujud kepeduliannya. “Investasi di dalam pendidikan akan mendapatkan pekerja yang baik serta pertumbuhan ekonomi yang baik dan dapat mendorong pertumbuhan bisnis,” ujarnya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Menurutnya, ada beberapa hal yang akan didapatkan siswa apabila gurunya mengikuti program Intel Teach tersebut. Di antaranya adalah <em>literacy</em> di bidang media dan teknologi, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi atau kerjasama dalam tim, berpikir kritis, dan kemampuan memecahkan masalah bagi para siswa nantinya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Program CSR Intel tersebut dilaksanakan di bawah divisi <em>Corporate Affairs</em> Intel Indonesia yang baru saja didirikan tahun lalu. Imelda Adhisaputra, <em>Director Corporate Affairs </em><span style="font-style: normal;">perusahaan ini, </span> menyatakan, <em>corporate affairs</em> tidak fokus pada berjualan, namun lebih ke arah reputasi. “Kita memikirkan bagaimana caranya Intel bisa bersumbangsih pada negara,” ungkapnya. Ditambahkannya pula, jika Indonesia tidak bersiap dari sekarang maka bisa tertinggal dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Selain Ditjen PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan ) dan Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan), program Intel Teach di Indonesia juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga seperti USAID, UNESCO, dan LP Ma&#8217;ari NU. Hingga kini, program yang dimulai sejak 2007 telah melatih lebih dari 30.000 guru di Indonesia. “Tahun ini kami menargetkan sebanyak 22.000 ribu guru,” Imelda menjelaskan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Melalui program Intel Teach, Intel telah melakukan banyak forum kegiatan dan seminar untuk para guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk membantu mereka mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum pengajaran. Intel Indonesia telah berkomitmen untuk mendonasikan 4.000 komputer pada sekolah dengan kriteria yang ditentukan oleh Kemendiknas dan Intel Indonesia Corporation dalam jangka waktu empat tahun. “Sampai dengan saat ini sebanyak 2.500 unit telah didonasikan,” ucap Imelda</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Dengan Intel Teach ini, Intel berusaha meningkatkan kompetensi guru dengan cara memberikan modul dan melakukan <em>training </em>selama beberapa waktu. Untuk imbasnya, diharapkan para guru dapat menggunakan teknologi secara efektif, sehingga proses pembelajaran siswa di dunia digital akan meningkat. Fokus pembelajaran di kelas pun nantinya akan terfokus pada siswa, bukan pada guru seperti selama ini diterapkan di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/program-csr-intel-fokus-pada-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OCBC NISP Gandeng Paramadina untuk Program Beasiswa</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/ocbc-nisp-gandeng-paramadina-untuk-program-beasiswa/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/ocbc-nisp-gandeng-paramadina-untuk-program-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 14:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Army Meidinasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Report]]></category>
		<category><![CDATA[OCBC NISP]]></category>
		<category><![CDATA[Paramadina]]></category>
		<category><![CDATA[Program Beasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11962</guid>
		<description><![CDATA[

Fokus kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank OCBC NISP terhadap bidang pendidikan, kembali dibuktikan melalui jalinan kerjasama dengan Universitas Paramadina untuk mengadakan Program Beasiswa Pra-MDP dan Program Beasiswa Kewirausahaan.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilaksanakan pada Rabu (10/3), di kampus Universitas Paramadina, Jakarta oleh Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja dan Rektor Universitas Paramadina, Anies R. Baswedan.

Program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; font-weight: normal;" align="center">
<p style="margin-bottom: 0in;">Fokus kegiatan <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) Bank OCBC NISP terhadap bidang pendidikan, kembali dibuktikan melalui jalinan kerjasama dengan Universitas Paramadina untuk mengadakan Program Beasiswa Pra-MDP dan Program Beasiswa Kewirausahaan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Penandatanganan kerjasama tersebut dilaksanakan pada Rabu (10/3), di kampus Universitas Paramadina, Jakarta oleh Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja dan Rektor Universitas Paramadina, Anies R. Baswedan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Program Beasiswa Pra-MDP bertujuan untuk menjembatani antara ilmu pengetahuan yang didapat oleh mahasiswa melalui perkuliahan dengan praktek nyata di dunia kerja, serta sebagai sarana pengembangan diri dan persiapan mahasiswa menuju kesuksesan karir di masa depan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Sedangkan Program Beasiswa Kewirausahaan bertujuan untuk menstimulasi dan membina bakat, minat dan kemampuan mahasiswa Universitas Paramadina di bidang kewirausahaan, sekaligus sebagai sarana implementasi pengetahuan mengenai kewirausahaan yang didapat di perkuliahan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Dana yang dialokasikan untuk kerjasama beasiswa tersebut sebanyak Rp 100 juta yang jumlahnya masih dapat bertambah apabila programnya berjalan dengan lancar. Sebelumnya, NISP pernah bekerja sama dengan universitas lain dalam pemberian beasiswa. “Namun untuk komposisi beasiswa seperti ini baru dengan Paramadina,” ujar Parwati. Adapun plafon maksimal untuk masing-masing proyek yang dikerjakan mahasiswa adalah Rp 10 juta.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Dalam kesempatan tersebut, Parwati juga menjelaskan bahwa NISP berencana menerbitkan obligasi subordinasi (<em>subdebt</em>) lebih dari Rp 600 miliar di kuartal II 2010 ini. Tujuannya adalah memperkuat modal agar dapat mencapai pertumbuhan kredit sebesar  20-30%. <em>Subdebt</em> akan diterbitkan dalam bentuk rupiah, namun tidak menutup kemungkinan akan diterbitkan dalam bentuk dolar Amerika, bergantung pada kondisi pasar.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/ocbc-nisp-gandeng-paramadina-untuk-program-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jasa Marga Selenggarakan Pelatihan Tukang</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/jasa-marga-selenggarakan-pelatihan-tukang/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/jasa-marga-selenggarakan-pelatihan-tukang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 14:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eva Martha Rahayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Report]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Marga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11958</guid>
		<description><![CDATA[


Sebagai wujud tanggung jawab perusahaan bagi lingkungan dan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi (PPKPK) Departemen Pekerjaan Umum melakukan pendidikan tukang bidang konstruksi kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Cikampek, mulai tanggal 8 hingga 30 Maret 2010. 

Pelatihan tukang ini dilakukan kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Sebagai wujud tanggung jawab perusahaan bagi lingkungan dan bagian dari <em>Corporate Social Responsibility </em>(CSR), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi (PPKPK) Departemen Pekerjaan Umum melakukan pendidikan tukang bidang konstruksi kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Cikampek, mulai tanggal 8 hingga 30 Maret 2010. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Pelatihan tukang ini dilakukan kepada 50 orang yang terbagi ke dalam dua angkatan dan dilaksanakan di Balai Desa Cikampek Kota. Hasil pelatihan akan diwujudkan dengan pembangunan 3 unit MCK di wilayah sekitar pelatihan tersebut. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Program pelatihan  ini merupakan langkah awal dalam program sertifikasi keterampilan kerja tukang dari Lembaga Pendidikan Jasa Kosntruksi Nasional (LPJKN). “Diharapkan dengan program ini dapat membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan (skill) masyarakat dan dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Okke Merlina, Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Kegiatan CSR yang menelan biaya Rp 485 juta ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Jasa Marga ke-32. Dalam kegiatan CSR Jasa Marga mengutamakan kepada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pendidikan dan peningkatan taraf kesehatan masyarakat. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Sebelumnya, tanggal 6 Maret 2010, Jasa Marga bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah memberikan bantuan operasi katarak dan operasi bibir sumbing kepada 60 orang masyarakat yang berada di wilayah sekitar jalan tol di Jabodetabek. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Tujuan kegiatan operasi yang menghabiskan dana Rp 210 juta ini untuk meningkatkan hubungan baik, serta dapat menumbuhkan kerja sama yang saling menguntungkan antara masyarakat sekitar jalan tol dan perusahaan.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Sementara itu kegiatan peningkatan kesehatan masyarakat juga dilakukan serentak pada saat yang sama di seluruh cabang Jasa Marga selain Jabodetabek, dengan menyelenggarakan pengobatan gratis bagi masyarakat di sekitar jalan tol tersebut.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Di bidang kepedulian lingkungan, Jasa Marga telah melakukan kegiatan penghutanan di wilayah jalan tol dengan menanam lebih dari 170 ribu pohon. Kegiatan yang diselenggarakan serentak di seluruh cabang Jasa Marga dipusatkan di KM 108 Jalan Tol Cipularang pada 6 Maret 2010 lalu. Sementara itu Jasa Marga juga menanam 10.000 pohon diluar wilayah jalan tol. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Tahun 2010 ini Jasa Marga menyediakan dana Rp 14 miliar untuk program penghutanan jalan tol, yang tersebar di seluruh cabang Jasa Marga. Selain itu, Jasa Marga selalu membuka kesempatan kepada berbagai pihak yang ingin melakukan kerja sama penghutanan ini. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color #000000; border-width: medium medium 1px; padding: 0in 0in 0.01in; margin-bottom: 0in;" lang="en-AU" align="justify"><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Yang jelas, Okke menegaskan, program penghutanan yang dilakukan oleh Jasa Marga semenjak 2006 lalu merupakan kelanjutan dari kegiatan penghijauan jalan tol yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap pembangunan jalan tol.</span></p>
<p style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color #000000; border-width: medium medium 1px; padding: 0in 0in 0.01in; margin-bottom: 0in;" align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/jasa-marga-selenggarakan-pelatihan-tukang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panorama Tours Targetkan Peningkatan Bisnis 40% di 2010</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/panorama-tours-targetkan-peningkatan-bisnis-40-di-2010/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/panorama-tours-targetkan-peningkatan-bisnis-40-di-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 05:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Dwinanto Iskandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[Hellen Xu]]></category>
		<category><![CDATA[Panorama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11955</guid>
		<description><![CDATA[
Panorama Tours (Panorama) menargetkan peningkatan bisnis hingga 40% di tahun 2010 ini. Peningkatan tersebut akan dihasilkan dari dua segmen bisnis utama Panorama, ritel dan leisure serta bisnis.
Hellen menuturkan, di kuartal pertama tahun 2010 ini, segmen bisnis sedang naik daun, sementara segmen retail dan leisure agak menurun. “Memang trennya seperti ini. Nanti di Q2, musim liburan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Panorama Tours (Panorama) menargetkan peningkatan bisnis hingga 40% di tahun 2010 ini. Peningkatan tersebut akan dihasilkan dari dua segmen bisnis utama Panorama, ritel dan leisure serta bisnis.</p>
<p>Hellen menuturkan, di kuartal pertama tahun 2010 ini, segmen bisnis sedang naik daun, sementara segmen retail dan leisure agak menurun. “Memang trennya seperti ini. Nanti di Q2, musim liburan, segmen ritel dan leisure naik lagi. Turun lagi di Q3 dan naik lagi di Q4 saat liburan Natal dan Tahun Baru. Sementara segmen bisnis relative stabil pertumbuhannya,” katanya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Saat ini, menurut Hellen Xu, Direktur Distribusi dan Penjualan Panorama Tours (Panorama), pendapatan Panorama lebih mengandalkan pemasukan dari paket-paket tur ketimbang penjualan tiket. “Pendapatan bisnis non tiket di atas 50%. Kami memang mengutamakan ke produk. Karena dari penjualan tiket itu sekarang hampir tidak ada marginnya,” ujar Hellen seraya memaparkan saat ini Panorama memiliki lebih dari 30 destinasi wisata itu.</p>
<p>Untuk mengejar pertumbuhan penjualan, salah satunya dengan menerapkan strategi lokal marketing. Setiap cabang boleh menggelar eksibisi kecil-kecilan sendiri. Tak ketinggalan promo stamp reward juga turut digelar. Dalam pemasaran, Panorama juga bermitra dengan kalangan perbankan. Panorama menyediakan layanan travel assistance bagi para credit card holder dari 5 bank partner Panorama seperti HSBC, UOB dan BCA. Dengan para bank itu Panorama juga kerap membarter space pameran di counter bank dengan berbagai benefit bagi nasabah bank seperti <em>extra cash back, free lunch</em> atau <em>dinner</em>, <em>extra discount</em> dan sebagainya.</p>
<p>Selanjutnya di tahun 2010 ini Panorama juga hendak menggencarkan <em>loyalty program</em>. Jadi, bagi pelanggan setia Panorama akan diberikan kartu silver atau gold dan berhak atas <em>privilege free airport</em> <em>transfer, merchandise</em> dan sebagainya. Saat ini data base Panorama telah menampung hingga 10 ribu konsumen. Selain itu, di tahun ini juga akan diluncurkan online booking melalui website serta menjual <em>third party product</em> seperti tiket konser.</p>
<p>Panorama juga tengah menyiapkan strategi untuk masuk ke segmen ibadah Haji dan Umroh. “ Tantangannya kami sedang mencari orang yang menguasai seluk beluk perjalanan Haji dan Umroh. Masalahnya orang-orang yang berkompeten di bisnis itu tidak banyak dan sudah mengurusi travel  lain. Jadi kalau Anda tahu orangnya, bisa diberitahukan ke kami, hahaha,” ujar Hellen seraya tertawa kecil, namun sekaligus memperkirakan Panorama akan menggarapa segmen tersebut di 2011. Saat ini Panorama baru masuk ke segmen wisata religi ke kota Lourdes, Perancis, dan juga ke kota Jerusalem.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/panorama-tours-targetkan-peningkatan-bisnis-40-di-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengeduk Miliaran Rupiah Per Bulan dengan Menunggangi Google</title>
		<link>http://swa.co.id/2010/03/mengeduk-miliaran-rupiah-per-bulan-dengan-menunggangi-google/</link>
		<comments>http://swa.co.id/2010/03/mengeduk-miliaran-rupiah-per-bulan-dengan-menunggangi-google/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 05:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Dwinanto Iskandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[search engine optimatisation]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11952</guid>
		<description><![CDATA[
Dengan mengoptimalisasi mesin pencari seperti Google, ribuan pengusaha kecil dan menengah (UKM) berhasil mengeduk omset miliaran rupiah per bulan. Strateginya, tidak hanya sekadar membuat website dan berjualan online. Begini caranya.
Saat ini banyak orang yang kerap berinteraksi dengan internet telah akrab dengan istilah search engine optimisation (SEO). Sekilas info, sederhananya, SEO merupakan sebuah teknik agar website [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Dengan mengoptimalisasi mesin pencari seperti Google, ribuan pengusaha kecil dan menengah (UKM) berhasil mengeduk omset miliaran rupiah per bulan. Strateginya, tidak hanya sekadar membuat website dan berjualan online. Begini caranya.</p>
<p>Saat ini banyak orang yang kerap berinteraksi dengan internet telah akrab dengan istilah <em>search engine optimisation</em> (SEO). Sekilas info, sederhananya, SEO merupakan sebuah teknik agar website Anda lebih mudah ditemukan diantara ribuan bahkan puluhan juta hasil pencarian suatu kata kunci. Namun tidak banyak yang tahu, saat ini ribuan pengusaha kecil dan menengah sukses menjelajahi pasar ekspor dan meraup miliaran rupiah perbulan dalam tempo hanya 3 bulan -1 tahun setelah mempraktekan strategi SEO yang tepat. “SEO itu bukan cara singkat menjadi kaya dalam semalam, melainkan mengajarkan berbisnis cerdas menggunakan Google,” ujar Riyeke Ustadiyanto, pakar SEO kelahiran Yogyakarta tahun 1972 yang kini tinggal dan bekerja di Bali.</p>
<p>Keke, sapaan akrab pendiri PT Marketbiz Media, konsultan digital marketing, menyebutkan beberapa contoh sukses UKM pengguna teknik SEO. Seperti Frans. Pria 35 tahun, pengusaha furnitur berbahan jati di Yogyakarta ini setiap bulannya sukses mengapalkan miliaran rupiah furnitur ke mancanegara seperti Dubai dan Amerika Serikat. Padahal Frans jarang mengikuti pameran ke luar negeri. Keberhasilannya direngkuh hanya 3 bulan setelah menggunakan teknik SEO dengan menggunakan kata kunci semacam <em>“ teak furniture wholesale”</em>. Tak berbeda halnya dengan Kadek Sudarsana, mantan housekeeper berusia 30-an tahun ini memiliki omset 3 miliar/bulan dari bisnis rental villa kelas atas di Bali. Harga villa yang disewakannya berharga Rp 1 juta -Rp 10 juta. Sama seperti Frans, konsumennya datang dari mancanegara. Yang unik, Kadek tidak memiliki satu villa pun. Ia  hanya menjadi agen penyewaan melalui internet dan menggunakan kata kunci “villa Bali”, “mansion Bali” dan sejenisnya.</p>
<p>Tidak berbeda halnya dengan Deden. Pria 34 tahun tersebut sukses menggelar minimal 40 paket pernikahan dalam sebulan di Bali dengan harga paket antara Rp 40 juta – tak terhingga. Padahal modal Deden hanyalah biaya bandwith internet dan kata kunci Baliwedding. “Masih ada 9 ribu lebih contoh pengusaha UKM yang seperti mereka. Dari sekadar pekerja biasa, mempunyai bisnis dan kemudian menjadi miliarder setelah memakai teknik SEO,” ujar Keke.</p>
<p>Teknik SEO menjadi sedemikian dahsyat karena teknik tersebut berupaya beradaptasi dengan ‘pola pikir’ mesin pencari seperti Google. Kuncinya, yakni menyiasati antara konten website dengan  link. ‘Rahasia’ lainnya, mesin pencari seperti Google menyukai website yang berisi kata-kata. Dan juga, tidak ada salahnya Anda mencantumkan kata <em>‘wholesale’</em> jika produk Anda adalah furnitur atau perhiasan. “Rata-rata pencari furnitur kayu atau perhiasan di internet itu adalah pebisnis yang akan menjual lagi produknya. Makanya mereka hampir pasti mencari kata <em>wholesale</em>, alias grosir, yang akan membedakan dengan pembelian ritel,” Keke menerangkan.</p>
<p>Langsung ke praktiknya. Jadi jika Anda memiliki bisnis furnitur kayu jati seperti Frans, untuk mengoptimalkan hasil pencarian terhadap website Anda, silakan gunakan kata kunci, teak wooden furniture wholesale, atau wooden furniture wholesale dan saksikan sendiri peningkatan peringkat situs Anda di Google atau mesin pencari lainnya. “Memiliki website itu penting, tapi tidak ada gunanya kalau tampil di halaman sekian dalam hasil pencarian, karena rata-rata orang hanya mencari di halaman pencarian 1-5 saja. Dalam hal inilah teknik SEO menjadi penting,” urai Keke salah satu pendiri UKM Goes Online, gerakan pemberdayaan UKM melalui internet.</p>
<p>Nah, di UKM Goes Online yang dibesut Keke dan kawan-kawan sejak tahun 2008, mereka mengajarkan para UKM untuk belajar menunggangi mesin pencari. “ Kami memiliki visi menciptakan 1 juta netpreneur (pengusaha berbasis internet-red) baru dan menghasilkan devisa bagi Indonesia. Saat ini jumlah alumni kami mencapai 10 ribu UKM dengan omset antara Rp 400 juta- miliaran rupiah perbulan,” urai ayah dua anak lulusan jurusan Akuntansi Universitas Gadjah Mada itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/2010/03/mengeduk-miliaran-rupiah-per-bulan-dengan-menunggangi-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
