Home » Listed Articles » Bagaimana Industri Kreatif Mampu Menghemat Sumber Daya Alam?

Bagaimana Industri Kreatif Mampu Menghemat Sumber Daya Alam?

Share

Menurut hemat saya, semua industri kreatif yang ditampilkan SWA, semisal arsitektur, malah akan mendorong peningkatan penggunaan sumber daya alam. Contoh, maraknya industri arsitektur akan mendorong laju industri properti seperti rumah, apartemen, gedung perkantoran, mal dan hotel. Bukannya hal itu justru akan semakin kencang menguras sumber daya alam seperti pasir, kayu, besi, dan lain-lain? Belum lagi dengan industri lainnya yang mengharuskan bepergian ke sana-kemari, yang berarti akan memboroskan pemakaian bahan bakar. Bagaimana komentar SWA?

Herry Novendri
Mahasiswa
kelinci_kutub@yahoo.com

*) Menghemat sumber daya alam dalam konteks industri kreatif dapat dibaca sebagai mengurangi ketergantungan pada pemakaian sumber daya alam. Kalau Indonesia mampu mengembangkan pelbagai industri kreatif seperti industri animasi, film, musik, software, dan lain-lain, serta mampu menjadikannya sebagai tambang devisa penting, maka kita bisa mengurangi eksploitasi alam seperti penggundulan hutan dan penggalian aneka hasil tambang yang selama ini menjadi andalan ekspor kita. Red.

Tertarik Ulasan EVA

Saya Felicia Elvira, mahasiswi MM UGM Jakarta. Saya tertarik dengan ulasan mengenai economic value added (EVA). Sayang, saya tidak menemukan ulasan EVA di Majalah SWA tahun 2001, 2003 dan 2005. Dapatkah saya memperoleh ulasan EVA di tiga tahun tersebut?

Felicia Sihotang

*) SWA mulai menampilkan SWA100 dengan pendekatan EVA sejak 2001; EVA bank mulai tahun 2002; dan tahun 2007 (majalah nomor ini) dengan pendekatan market value added (MVA). Sayang, stok Majalah SWA yang mengulas EVA tahun 2001, 2003 dan 2005 sudah tidak tersedia. Jika Anda menginginkan fotokopinya, silakan menghubungi Bagian Perpustakaan SWA dengan Sdri. Susi Sulistiorini, telepon (021) 3523839. Red.

Pertarungan A Mild Vs. Clas Mild

Saya pelanggan SWA. Saya pernah membaca ulasan pertempuran rokok mild antara A Mild (Sampoerna) melawan Clas Mild (Nojorono). Boleh tahu topik tersebut dimuat di SWA nomor berapa? Saya memerlukan artikelnya, sementara majalah saya sudah hilang.

H. Achmad Nidhom
Darmo Permai Selatan 17/25
Surabaya

*) Pertarungan A Mild versus Clas Mild dimuat di SWA edisi 19/XX/16 September 2004. Untuk mendapatkan majalah tersebut Anda bisa menghubungi Bagian Sirkulasi SWA dengan Sdri. Amelia Haqi, telepon (021) 3523839 atau e-mail: sirkulasi_SWA@yahoo.com.sirkulasi_SWA@yahoo.com

SHARE SOCIAL MEDIA

Category: Listed Articles  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


2 × = sixteen