CSI, Kendaraan Baru BCA Berbisnis Asuransi

Dulu, saat PT Bank Central Asia (BCA) masih dimiliki oleh Grup Salim pernah berafiliasi dengan PT Asuransi Central Asia (ACA). Namun, setelah BCA diakuisisi oleh Grup Djarum, kongsi itu pecah dan BCA mendirikan lagi perusahaan asuransi bernama PT Central Sejahtera Insurance (CSI) yang sudah mengantongi izin per Juli 2011.

Semula CSI dikenal dengan sebutan PT Asuransi Ganesha Ciptadanamas yang berdiri sejak tahun 1988. Lalu, tahun 2006 berganti nama menjadi PT Transpacific General Insurance dan belakangan berubah menjadi CSI pada 2010 setelah diakuisisi BCA dengan pergantian logo terbaru yang identik dengan Grup BCA. Kepemilikan saham CSI terdiri dari Dana Pensiun BCA 75% dan BCA Finance 25%.

Direktur Utama CSI, Gregorius Haryanto, mengatakan bahwa langkah strategis BCA tersebut untuk melakukan diversifikasi yang selama ini bergerak pada jasa perbankan dan pembiayaan. Nah, kehadiran CSI untuk melengkapi bisnis BCA di bidang keuangan. “CSI bergerak pada bidang asuransi umum, seperti rumah tinggal, kendaraan bermotor, marine cargo, personal liability dan asuransi harta benda lainnya,” ujar Gregorius saat peluncuran logo baru CSI di Jakarta, hari ini.

Diakui Gregorius, hingga kini penjualan produk Grup BCA (asuransi KPR BCA dan asuransi mobil BCA Finance) masih mendominasi. Komposisinua untuk Grup BCA mencapai 95% dan sisanya dari kredit biasa. Namun, ke depan, layanan non grup akan diperbesar. Setidaknya dalam lima tahun komposisinya 50 persen layanan asuransi bukan untuk grup BCA lagi.

Untuk tahun pertama operasi CSI, Gregorius menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 72 miliar. “Kami cukup konservatif, pertumbuhan premi tahun pertama Rp 7072 miliar. Sementara itu, untuk target tahun 2012 diharapkan naik empat kali lipat menjadi di atas Rp 280 miliar,” Gregorious menegaskan.

Untuk mendukung target premi itu, CSI hendak buka cabang di lima kota besar di Indonesia: Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar.J ika sudah membuka cabang di kota-kota tersebut maka sekitar 80% bisnis sudah dikuasai.

Selain itu, CSI menargetkan modal Rp100 miliar tahun 2014 untuk memenuhi ketentuan minimum modal yang ditentukan oleh regulator. Tahun ini CSI telah memiliki modal disetor sebesar Rp 40 miliar sesuai ketentuan dan tahun depan diharapkan menjadi Rp 70 miliar.

Jika sudah membuka cabang di kota-kota tersebut maka sekitar 80% bisnis sudah dipegang,” tandasnya.

by Eva Martha Rahayu on 27th Oct 11
Posted in Listed Articles

View or Post Comments.