Home » Listed Articles » Fleksibilitas, Kunci Mengendalikan Ketidakpastian

Fleksibilitas, Kunci Mengendalikan Ketidakpastian

Surfing well over uncertainty! Kira-kira begitulah kunci sukses perusahaan dalam lingkungan yang turbulen (cepat berubah dan sulit diprediksi). Apa yang terjadi di olah raga sesungguhnya berlaku juga di dunia bisnis. Perusahaan sukses adalah yang mampu mengendalikan segala bentuk ketidakpastian untuk tetap memiliki keunggulan kompetitif.

Memang, tidak dapat dimungkiri, banyak perusahaan menginginkan lingkungan yang serba deterministis, seperti tingkat permintaan yang konstan dan waktu pengiriman barang dari penyuplai yang tetap. Namun, ketidakpastian tak bisa dihindari dan perusahaan harus hidup bersamanya. Perusahaan mesti memiliki bekal untuk menghadapi kondisi yang tidak menentu. Gambar berikut memperlihatkan bagaimana perusahaan dapat mentransformasikan segala ketidakpastian menjadi keunggulan kompetitif.

Sedikitnya, ketidakpastian dalam dunia bisnis dapat terjadi karena empat hal: (1) permintaan pelanggan yang cepat berubah baik dalam volume maupun varitas desain; (2) kemampuan desain dan manufaktur dari penyuplai, atau penyuplainya yang selalu berubah; (3) penggunaan platform teknologi yang baru dan beragam dalam industri; dan (4) perilaku kompetitor dalam bersaing.

Untuk keperluan diskusi, fleksibilitas di sini diartikan sebagai kemampuan perusahaan mengatasi segala ketidakpastian tersebut dengan tepat dan cepat. Maka, perusahaan harus fleksibel dalam tiga hal. Pertama, memiliki kompetensi dan kapabilitas dalam mengembangkan produk. Fleksibilitas perusahaan dalam memodifikasi desain produk atau bahkan menghasilkan produk baru sama sekali (breakthrough product) sangat diperlukan. Syaratnya, perusahaan harus memiliki tim concurrent engineering (CE) yang tangguh yang dapat menentukan portofolio produk yang tepat dan mengembangkan desain produk dengan tepat pula. Tim CE yang tangguh memerlukan kerja sama lintas fungsi yang solid dan melibatkan sedikitnya tiga pilar utama, yaitu pemasaran, desain dan operasional.

Kedua, manufacturing flexibility. Tidak cukup dengan fleksibilitas dalam mengembangkan produk, perusahaan juga harus fleksibel dalam mentransformasikan desain menjadi produk jadi. Sebaliknya, fleksibilitas dalam menghasilkan produk yang bertumpu pada praktik-praktik world class manufacturing hanya akan menjadi bermakna jika produk yang dibuat berawal dari desain produk yang tepat. Jadi, fleksibilitas dalam mendesain produk dan membuat produk harus saling melengkapi, dan bukan sesuatu yang mutually exclusive (hanya pilih salah satu).

Pertanyaannya, bagaimana mencapai fleksibilitas dalam membuat produk? Perusahaan mesti fleksibel dalam menghasilkan produk dengan jumlah beragam (volume flexibility) dan fleksibel dalam menghasilkan beberapa jenis produk sekaligus (mix flexibility). Tantangannya adalah kenyataan bahwa fleksibilitas memproduksi barang bukan sesuatu yang mudah dan gratis. Perusahaan dikatakan fleksibel jika memiliki kurva biaya rata-rata yang flat, artinya dapat menghasilkan produk dalam jumlah yang berbeda dengan biaya rata-rata yang sama.

Ketiga, supply chain flexibility. Dalam rantai suplai yang kuat, material dan informasi mengalir lancar tanpa hambatan sehingga segala bentuk waste dapat dieliminasi. Selain aspek efisiensi, rantai suplai juga harus fleksibel. Pasalnya, kendati suatu produk didesain dan dibuat dengan baik, kalau masih memerlukan waktu yang lama untuk sampai ke pelanggan, akan menjadi sebuah kesia-siaan. Fleksibilitas rantai asupan diperlukan untuk memenuhi segala permintaan pelanggan tepat waktu. Agar bisa fleksibel sekaligus efisien, strategi rantai suplai yang dapat diterapkan adalah menempatkan diferensiasi produk sejauh mungkin dari hulu rantai suplai.

Berbekal fleksibilitas, perusahaan dapat mengendalikan ketidakpastian dan mentransformasikannya menjadi keunggulan kompetitif, seperti kualitas produk dan layanan yang prima, biaya produk yang kompetitif, pengiriman barang yang tepat waktu, serta kemampuan menghasilkan produk yang inovatif. Flexibility is not a free good. It must be reached!

SHARE SOCIAL MEDIA

Category: Listed Articles  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


− three = 2