Home » Listed Articles » Invio Dijual, Vesperine Dikibarkan

Invio Dijual, Vesperine Dikibarkan

Adrian mulai mengembangkan Vesperine akhir 2003. Namun, persiapannya dilakukan sejak perpisahannya dengan Invio pada Oktober 2003. Salah satu persiapan utamanya adalah memilih mitra yang dapat bekerja sama dengannya, khususnya dalam operasional perusahaan sehari-hari. Ia kemudian menunjuk Agus Finardi, mantan eksekutif C59. Agus diharapkannya bisa membantu pengembangan merek, desain dan manajemen operasional. Selain itu, Agus juga diharapkannya lebih banyak memikirkan bagaimana Vesperine dapat diterima dan disukai pasar. Sementara dirinya lebih banyak berkecimpung dalam hal kreativitas dan konsep desain, termasuk menggambar pola, memotong, belanja bahan baku, sampai mengawasi kualitas produk sebelum diluncurkan ke pasar.

Sesuai dengan namanya, produk fashion ini akan lebih banyak menggunakan warna hitam, putih, cokelat tua, biru tua dan abu-abu. Menurut Adrian, warna-warna ini mewakili kesan berwibawa yang ingin disampaikan oleh para pemakainya dan sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka. Vesperine disasarkan buat wanita bekerja usia 22-45 tahun, SES A dan B. Contohnya, wanita yang berkarier di biro iklan, konsultan, arsitektur, media (televisi) dan kehumasan. Harga jual produknya, Rp 200-800 ribu per potong.

Untuk menjaga kualitas produk, 90%-95% bahan baku Vesperine diimpor dari Jepang dengan suplemen 5%-10% bahan lokal. Pusat produksinya ada di Bandung, sedangkan operasional usaha ritel dikelola langsung di Jakarta. “Salah satu kendala bisnis fashion di Indonesia adalah keragaman corak dan mutu bahan lokal, khususnya untuk pakaian semacam jas tersebut. Juga kendala pengelolaan produksi, kualitas, sourcing material dan pengaturan supply-chain management,” tutur Adrian menjelaskan mengapa bahan bakunya mesti impor.

Untuk masuk ke department store, Vesperine — dikibarkan dengan bendera PT Adriatica — melalui periode persiapan Juni – Oktober 2004. Adrian menceritakan, saat itu pihaknya ancang-acang memasuki dept. store seperti Sogo dan Metro di Plaza Senayan, Mal Pondok Indah dan Bandung Supermal. Agar meraih sukses, kerja samanya dengan Sogo dan Metro dilakukan dengan sistem konsinyasi. Dan akhirnya memang terbukti sukses. Sogo Plaza Senayan adalah konter pertamanya, disusul Metro di tempat yang sama dan Mal Pondok Indah, lalu Bandung Supermal. Rencananya, Vesperine juga akan hadir di Sogo Plaza Indonesia. Rata-rata luas konter Vesperine 30-60 m2.

Adrian bersyukur, pihaknya cukup mudah menembus pusat perbelanjaan sekelas Sogo dan Metro di Plaza Senayan dan Mal Pondok Indah. Hal itu, menurutnya, berkat pengalaman bisnisnya dengan Invio. Rupanya, reputasi Adrian sebagai perancang dan pebisnis fashion yang dibangun selama 16 tahun cukup membantu. “Saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan Sogo dan Metro, karena saya tahu betul betapa sulitnya mendapatkan space di kedua department store ini,” ujarnya. Yang pasti, untuk mempromosikan produknya, ia lebih banyak menggunakan figur publik sebagai endorser. Misalnya, Dewi, personel kelompok penyanyi RSD dan pengarang buku Supernova, dan Rosiana Silalahi, presenter berita SCTV.

Tak hanya itu, promosi juga dilakukan melalui kerja sama sponsor busana para pembaca berita televisi dan para host acara talkshow yang sesuai dengan citra Vesperine. Adrian juga melakukan co-branding dengan usaha jasa dan produk lain yang sesuai dengan Vesperine serta beriklan di majalah fashion. Vesperine juga berperan sebagai konsultan busana seragam perusahaan, seperti perbankan dan telekomunikasi. Hal ini mengingat pengalaman Adrian yang turut menawarkan jasa konsultan busana seragam dengan model bisnis B2B, selain memproduksi busana ready-to-wear.

Adrian mengibaratkan Vesperine sebagai bayi yang baru belajar berjalan. “Kelihatannya mudah sekali berjalan, padahal kenyataannya sangat sulit jika tak disertai keyakinan teguh, kesabaran dan ketelatenan,” katanya. Bersama 30 staf manajemen dan para penjahitnya, ia berusaha mewujudkan impiannya: Vesperine masuk posisi lima besar pemain busana wanita karier terbaik di pasar lokal. Adrian juga punya rencana, setelah brand awareness dan brand equity-nyamenguat, Vesperine akan masuk ke bisnis aksesori busana wanita bekerja, seperti tas dan sepatu. Bahkan, Vesperine juga akan melirik pasar busana pria. Kita tunggu saja!

SHARE SOCIAL MEDIA

Category: Listed Articles  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


one × 7 =