Home » Listed Articles » Unggulkan ‘Kekuatan’ Astra, Selog Incar FMCG

Unggulkan ‘Kekuatan’ Astra, Selog Incar FMCG

Besarnya potensi bisnis logistik di Indonesia memicu PT Serasi Autoraya mendirikan unit usaha baru, Selog-an Astra Logistic Company. Sebagai anak usaha Astra International, Selog tentu menikmati ‘nama besar’ Astra untuk meraih klien. Meskipun begitu, perusahaan logistik yang tumbuh lima kali lipat ini kini mengincar mitra yang bermain di ranah Fast Moving Consmer Good (FMCG).

Berdasarkan data Fost & Sullivan, pertumbuhan industri logistik nasional mencapai 9% setiap tahun dengan total belanja logistik nasional di 2015 diperkirakan mencapai US$ 225 miliar. Selain itu, biaya logistik 90% berada di sektor transportasi. “Inilah alasan kami berkecimpung di bisnis logistik. Apalagi, kami cukup berpengalaman di bidang transportasi,” ujar Direktur PT Serasi Autoraya, Edi Gunawan.

Sebagai ‘bayi’ baru di Group Astra, Selog tidak diperkenankan main terlalu jauh. Seperti ada peraturan tidak tertulis di Group Astra, perusahaan baru harus bermain di ladang Group Astra lebih dulu. Karenanya, sebagai entry point, Selog mendistribusikan unit-unit milik Astra Group seperti Toyota, Daihatsu dan lainnya.

Sebenarnya, langkah ini cukup strategis. Sebab, seperti kita tahu, anak-anak perusahaan Astra International memiliki reputasi tinggi. Tentu saja, sektor logistik sebagai penopang utama rantai produksi dan distribusi harus mumpuni untuk menangani ketersediaan barang. Kredibilitas Selog jelas dipertaruhkan habis-habisan untuk memberikan pelayanan terbaik. “Istilahnya kita masuk ke kawah candradimuka dulu,” ujar Edi. Setelah itu, Selog mulai melirik konsumen di luar lingkup Astra, misalnya konsumen trucking yang 80% non-Astra.

Edi menjelaskan pihaknya tidak akan masuk ke area yang sudah banyak pemain dan situasi tidak jelas. “Kita akan cari market yang sustainable, misalnya FMCG. Artinya, keberadaan secara company akan terus ada. Strateginya utama adalah basis konsumen yang ada di Trac. “Kalau itu digarap, keuntungan sangat besar sekali. Saat ini Customers Master Data Trac ada 2900,” ujarnya.

Bila ditilik ke belakang, tahun 2006 Selog mampu membukukan revenue Rp 90-an miliar, lantas tahun 2010 secara total meraup revenue di atas Rp 500 miliar. “Tahun ini kita ditargetkan Rp 1 triliun,” kata Edi. Dari semua anak perusahaan Selog, penyumbang revenue terbesar adalah PT Harmoni Mitra Utama yang menyumbang hampir 50% pendapatan Selog. “Ke depan, Selog ingin menjadi perusahaan in line distribution center,” pungkas Edi.

Edi mengklaim pihaknya menyediakan end-to-end solusi logistik kepada pelanggan. Selog Group dimulai dengan PT Toyofuji Logistics Indonesia pada Desember 2005. Lini ini fokus pada yard management mobil impor dan ekspor. Lantas, April 2006, perusahaan mendirikan PT Toyofuji Serasi Indonesia (TFSI), spesialisasi pada shipping company yang berfokus pada distribusi mobil untuk tujuan Jakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin dan Balikpapan. Berlanjut di tahun 2009, Selog mengibarkan PT Serasi Logistics Indonesia yang disiapkan untuk freight forwarding dan trucking.

Pada tahun yang sama, berdiri Harmoni Logistics. Perusahaan ini dispesialisasi untuk distribusi unit dan sparepart serta pengelolaan warehousing dari United Tractors. Setahun kemudian, muncul PT Serasi Shipping Indonesia. Ini juga shipping company. Namun, fokusnya pada pengangkutan CPO dan alat-alat berat. Sampai sekarang Serasi Shipping memiliki 5 unit kapal dan bahkan di tahun 2011 unit bisnis ini punya anak usaha Shipping Agensi.

PT Serasi Logistics Indonesia yang dispesialisasi untuk bidang jasa transportrasi logistik jalur darat dan freight forwading. Saat ini Selog memiliki 575 truk. Sementara itu, untuk mengakomodasi jalur laut, khusus dikelola oleh PT Toyofuji Serasi Indonesia. Edi mengungkapkan saat ini pihaknya memiliki 5 kapal Roro (roll on-roll off). (Acha)

SHARE SOCIAL MEDIA

LEAVE A REPLY


− one = 4