Faty Khusumo, Calon Bos Temas Line? | SWA.co.id

Faty Khusumo, Calon Bos Temas Line?

Sudah 17 tahun Faty Khusumo mengabdikan diri di perusahaan keluarga. Putri Harto Khusumo ini bergabung dengan PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk., atau Temas Line, sesaat setelah lulus dari bangku kuliah pada 1999. Berbagai jabatan di Grup Temas pernah ia cicipi. Terakhir, ia menjabat sebagai Direktur Pengelola Temas Line. “Dalam tugas, awalnya saya fokus di area analis,” ujar Faty. Barulah kemudian, secara perlahan ia masuk ke area lain seperti pendanaan (funding), SDM dan operasional.

Tak sedikit tantangan yang ia hadapi ketika awal bergabung. Terlebih, ketika itu kelahiran 1975 ini belum terlalu fasih berbahasa Indonesia. Sejak umur 10 tahun, ia telah disekolahkan di Hong Kong (SMP), kemudian di Singapura (SMA), dan terakhir di Amerika Serikat untuk memperoleh gelar master of corporate finance di Case Western University, Cleveland, Ohio. “Saya 14 tahun tidak tinggal dengan keluarga. Ketika kembali ke sini, cukup tertantang juga,” ia mengungkapkan.

Perlu usaha dan kerja ekstra keras hingga akhirnya ia bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja di Temas Line. Apalagi, ketika kembali ia mengaku masih benar-benar hijau alias belum bisa bekerja hingga harus membongkar kembali buku-buku yang ia pelajari. “Apa yang harus dikerjakan saya lihat dan pelajari lagi satu per satu,” kata Faty.

Tak ada mentor khusus yang dipersiapkan untuknya ketika terjun di Grup Temas. Ia mempelajari keseluruhannya bak air mengalir, dengan cara bertanya kepada siapa saja yang memang paham. Intinya, ia menegaskan, dirinya tidak pernah malu mencari jawaban, meski terkadang diremehkan karena ketidaktahuannya. “Tidak masalah bila dianggap tidak tahu. Bagi saya, mentor saya adalah semua orang yang mengerti. Jadi, tidak ada pendampingan khusus dan tidak menggunakan konsultan,” Faty menambahkan.

Adapun kedua orang tuanya ia jadikan panutan dalam sikap dan etos kerja. Sang ayah mengajarkan bahwa semua hal bisa diwujudkan asal ada kemauan. Sementara sang ibu mengajarkan kecermatan, ketelitian dan analitis yang mendalam. Keduanya memang merupakan sosok kunci yang berhasil membuat Temas Line bisa besar seperti saat ini.

Padahal, dulunya Harto hanyalah kuli angkut barang di Tanjung Priuk, yang kemudian memberanikan diri membangun usaha pengangkutan barang dengan mencarter kapal. “Waktu perusahaan masih kecil, intinya ayah saya memegang yang bagian depan dan ibu saya memegang dokumen sampai penagihan dan bayar utang,” ujar Faty.

Kini, setelah 29 tahun berkibar, kinerja Temas Line bisa dikatakan cukup moncer. Labanya hampir selalu meningkat dalam 6 tahun terakhir. Temas Line berada di peringkat ke-4 perusahaan pelayaran terbesar dari segi kapasitas.

Berbagai terobosan dilakukan Faty. Salah satunya, soal penegasan dalam hal tugas dan tanggung jawab. Ia membangun koridor yang lebih detail mengenai keseluruhan sistem agar bisa dikontrol lebih baik. “Misal untuk kapal, jadwalnya ya kami jaga. Kalau jadwalnya memang harus berangkat, ya sorry, muatan yang terlambat harus next trip,” katanya. Temas Line, ia ceritakan, juga sudah mulai banyak mengadaptasi teknologi untuk kegiatan operasional. Contohnya, penggunaan ERP (enterprise resources planning) dari Oracle. “Saya harus bisa memakai sumber yang ada dan memaksimalkannya dengan sistem,” ungkapnya.

Penggunaan teknologi informasi tersebut diapresiasi sang ayah. Harto mengungkapkan, kehadiran Faty telah memodernisasi sistem kerja di Temas Line. “Kelebihan Faty adalah pengetahuannya tentang TI bagus. Kalau saya kan TI-nya payah,” ujar Harto.

Di usianya yang menginjak 67 tahun, Harto mengaku mulai ambil ancang-ancang untuk menyerahkan tongkat estafet kepada generasi kedua. Dalam waktu dekat, ayah tiga anak ini siap melepaskan tanggung jawab mengelola Temas Line kepada anaknya. “Saya bilang kepada anak-anak, 1-2 tahun ke depan, mereka yang akan memegang setir,” ujarnya.

Meski begitu, tak ada nama khusus yang ia gadang-gadang bakal menjadi penggantinya. Ia mempersilakan siapa saja untuk membuktikan diri, baik itu Faty, Sutikno Khusumo maupun Hadi Wijaya Khusumo. “Saya tidak pilih kasih dan tidak perduli juga itu laki-laki atau perempuan. Asalkan bisa membuat rapot bagus,” katanya.

Selama ini ketiga anaknya tersebut memang sudah terlibat aktif membesarkan Grup Temas. “Faty di Temas Line, Tikno di holding atau Temas Lestari, dan Hadi Wijaya di pelabuhan. Setiap anak akan merasakan rotasi posisi agar semuanya lebih memahami dan merasakan semua posisi tersebut,” Harto menjelaskan.(*)

 

 

Profil Faty Khusumo

 

Karier:

Komisaris PT Pelayaran Tirtamas Express (1993-2003)

Komisaris PT Pelayaran Tempuran Emas (1999-2002)

Direktur PT Pelayaran Tempuran Emas (2002-2003)

Komisaris PT Olah Jasa Trisari Andal (1997-2012)

Presiden Direktur PT Temas Lestari (2003-2014)

Direktur Pengelola PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (2014-Sekarang)

 

Pendidikan:

Bachelor of Business Administration, Pepperdine University, Malibu, CA, AS

Master of Corporate Finance degree, Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, AS

 

Kinerja Temas Line

Laba kotor 2013: Rp 200,41 miliar

Laba kotor 2014: Rp 387,85 miliar

Laba kotor 2015: Rp 453,69 miliar

Laba bersih 2013: Rp 70,82 miliar

Laba bersih 2014: Rp 203,63 miliar

Laba bersih 2015: Rp 317,17 miliar

 

Reportase: Ananda Putri/Riset: Hana Bilqisthi

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Herman Kwik, Pemilik Senior Living
Bisnis Panti Jompo Kelas Atas

    Membayangkan panti jompo, yang terbayang pastilah sebuah bangunan tua yang suram dengan pelayanan ala kadarnya bagi para orang...

Close