Petter Hendrady, Generasi Kedua di Megaproyek Mangkuluhur City

Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto cukup mengagetkan khalayak ketika mengatakan akan membangun kawasan properti multifungsi bernama Mangkuluhur City di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta. Yang membuat “wow” adalah nilai proyek konstruksinya yang diperhitungkan mencapai US$ 1 miliar.

Petter HendradyNah, untuk pengembangan kawasan itu, ayah pembalap Darma Mangkuluhur Hutomo tersebut berniat menggandeng Harry Gunawan Ho, pemilik sekaligus Presdir PT Kencana Graha Global (KG Global) Group.

Siapa KG Global? Sebenarnya, perusahaan ini sudah malang-melintang di berbagai proyek properti prestisius. Berdiri sejak 12 tahun lalu, KG Global berhasil membangun beberapa proyek prestisius, seperti Senayan City, The Peak Apartment, The City Tower, TCC Batavia, Tamini Square dan Emporium Pluit Mall.

Selain nilai proyeknya yang fantastis, hal menarik lainnya dalam pembangunan Mangkuluhur City adalah keterlibatan generasi kedua KG Global. Harry sebagai ayah tampak tidak ragu menerjunkan langsung putra pertamanya, Petter Hendrady (31 tahun), untuk menangani proyek tersebut lewat anak usahanya, PT Kencana Graha Optima. “Mangkuluhur City dan sebuah proyek di Bali merupakan proyek pertama saya setelah dua tahun menjadi direktur operasional di grup usaha,” kata Petter kepada Herning Banirestu dari SWA.

Petter mengungkapkan, di proyek tersebut ia hampir terlibat di semua hal. Mulai dari berhubungan dengan arsitek, mengelola operasional proyek, hingga melakukan pemilihan vendor.

Saat pertama kali masuk ke perusahaan keluarga, ia mengaku tidak langsung diberi posisi empuk, melainkan harus berjuang dari bawah. Mulai dari level koordinator, supervisor, manajer, hingga kemudian duduk di posisi direktur.

Sebagai anak pemilik perusahaan, Petter juga mengaku tidak ada keistimewaan yang diberikan untuk dirinya. Bahkan ruangan pun, ia tak memiliki ruang sendiri, melainkan harus berbaur bersama karyawan lain. “Saya sering makan siang atau makan gorengan bareng karyawan,” katanya menggambarkan kedekatannya dengan karyawan.

Selama mengabdi di perusahaan keluarga, Petter merasa cukup banyak yang telah dikontribusikannya. Salah satunya, pengembangan pemasaran, yang dulunya lebih menyasar pasar konsumen berusia 45-50 tahun, kini diperluas ke pasar kaum muda yang melek investasi.

Tak cuma itu, Petter juga mengaku aktif memperkenalkan inovasi baru, yang bermuara pada efisiensi proses bisnis. Untuk bisa melahirkan inovasi, ia banyak berdiskusi dengan sang ayah dan rekan-rekan seniornya untuk mencari apa terobosan konstruksi yang lebih baik dan efisien tetapi tetap berkualitas tinggi.

Petter mengklaim sudah menjadi komitmen perusahaaannya untuk menghadirkan kualitas terbaik dengan harga di bawah pesaing. “Contohnya, Proyek Senayan City. Mal itu sudah lama tetapi terkesan masih seperti proyek baru. Bahkan, The Peak Apartment yang sudah 12 tahun berdiri masih terlihat baru,” katanya.

Petter mengaku sempat terpikir untuk membangun usaha sendiri. Awalnya, ia juga enggan masuk ke bisnis keluarga. Namun, saat ini ia menikmati karier dan perannya di KG Global. “Tidak ada lagi pikiran untuk membangun bisnis sendiri lagi,” ungkapnya. (*)

Riset: Sarah Ratna

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)